PDIP untuk sementara unggul di semua tempat sehingga memberi kemungkinan
akan ada pemimpin wanita di bumi Indonesia, masalah kepemimpinan, memang
dituntut laki-laki untuk memimpin namun kita harus mengakui bahwa sebagian
besar rakyat memilih pemimpin yang dikomandoi oleh wanita, saya pernah
membaca kisah ibu Inggit istri Bung Karno  "ku angtar ke gerbang", waktu
detik-detik terarir Bung Karno pernah bilang : mudah mudahan anak dan cucuku
tidak ada yang mengikuti jejakku jadi Presidan karana itu teramat berat,
Bung Karno saja negarawan terkenal dan di segani semua pemimpin bangsa lain
merasakan begitu beratnya memikul tanggung jawab memimpin Indonesia,
mudah-mudahan anaknya tidak......!
Namun saya juga ragu antara percaya dan juga tidak ramalan Jaya baya, bahwa
Negara ini akan di pimpin oleh ratu adil ( Ratu adalah Seorang Wanita )
Tetapi bagi saya siapapun pemimpin asal dapat memakmuran negara dan anak
bangsa ini tidaklah menjadi persoalah biarlah dia wanita atapun laki-laki,
yang pasti dia mampu dan di percaya oleh masyarakat.


Sari - wrote:
        > Mengapa perempuan Islam tidak berkualitas memimpin???
        >
        > Begitulah mungkin contoh cara pandang orang yang terlebih dulu
memikirkan
HAK
        > sehingga melupakan KEWAJIBAN.
        >
        > Laki-laki dan perempuan adalah sederajat, begitu ajaran Islam yang
saya
        > pahami. Sehingga pada prinsipnya mereka punya hak yang sama untuk
hidup,
        > berusaha, bekerja, beribadah dan kesempatan masuk surga. Tak ada
yang
        > dilebihkan Tuhan hanya karena jenis kelaminnya saja.
        >
        > Namun laki-laki dan perempuan diciptakan punya tubuh yang berbeda
yang
        > kemudian menyebabkan timbulnya pembagian tugas yang adil diantara
keduanya
        > demi terciptanya keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan
keluarga
dan
        > masyarakat.
        >
        > Perempuan ditakdirkan untuk hamil, melahirkan dan menyusui,
hal-hal
penting
        > dengan tanggung jawab yang berat dalam upaya melanjutkan
kesinambungan
        > generasi yang tidak mungkin dilakukan oleh laki-laki, sehingga
hal-hal
        > tersebut merupakan KEWAJIBAN perempuan dalam masyarakat manusia
(dan
sebagian
        > besar hewan juga). Laki-laki juga berHAK hamil dan melahirkan.
Tapi apa
        > bisa???
        >
        > Mencari nafkah dan menjadi pemimpin sebaliknya adalah KEWAJIBAN
laki-laki
        > untuk memungkinkan perempuan melakukan kewajibannya terhadap anak
dan
keluarga
        > berlangsung dengan baik.
        >
        > Perempuan memang punya HAK bekerja untuk menghasilkan uang seperti
Khadijah
        > R.A, menjadi pemimpin seperti Ratu Bulkis atau menjadi intelektual
yang
hasil
        > kerjanya menjadi rujukan seperti Aisyah R.A., namun KEWAJIBAN
utama
perempuan
        > dalam masyarakat dan keluarga tetaplah hamil, melahirkan dan
menyusui.
        > Perempuan yang membantu suami mencari nafkah berarti memberi
sedekah pada
        > keluarga.
        >
        > Potongan hadist yang sering dikutip bahwa sebuah negeri akan
hancur bila
        > dipimpin perempuan bukanlah berarti kehancuran tersebut terjadi
karena
ketidak
        > mampuan perempuan tersebut. Namun saya kira lebih banyak
disebabkan karena
        > laki-laki di negeri itu lebih bodoh, dungu, loyo dan tidak
berkualitas
        > dibandingkan dengan perempuan yang kemudian terpaksa maju ke depan
untuk
        > memimpin negerinya sehingga ada bahaya bahwa kewajiban utamanya
mempersiapkan
        > generasi baru penerus bangsa tak dapat terlaksana dengan baik.
Maka
hancurlah
        > bangsa itu.
        >
        > Mengapa Inggris belum hancur? Ya karena yang menggantikan Tatcher
bukan
        > perempuan lagi dan masih cukup banyak ibu-ibunya yang tetap
melakukan
        > kewajibannya dalam keluarga.
        >
        > Kalau laki-laki di negeri ini tidak ada satupun lagi yang mampu
untuk maju
        > sebagai pemimpin negeri, kami para perempuan Indonesia termasuk
yang
Muslim
        > siap saja menggantikan.Kalau memang laki-laki di negeri kita sudah
bodoh,
        > tolol tak bermoral semuanya, sehingga malah berbahaya kalau
diangkat
menjadi
        > pemimpin maka yakinlah bahwa perempuan Indonesia mampu untuk maju
ke depan
        > memimpin bangsa.
        >
        > Tapi selain memikirkan kemungkinan kehancuran bangsa karena
ibu-ibu tidak
        > sempat lagi mengurus anak dengan baik seperti seharusnya maka
pikirkan
juga
        > apa sih gunanya laki-laki kalau tidak cukup berkualitas untuk bisa
melakukan
        > kewajibannya itu dengan baik?
        >
        > Hamil tidak bisa apalagi melahirkan dan menyusui. Kalau cuma untuk
urusan
        > reproduksi sih peran laki-laki sudah bisa diganti dengan teknologi
kloning.
        >
        > Kalau perempuan harus maju mengerjakan semuanya termasuk menjadi
pemimpin
sih
        > bisa saja karena itu juga HAKnya .....dan laki-laki cuma akan
menjadi
        > penganggur parasit tak berguna karena gagal melaksanakan
KEWAJIBANnya.
        >
        > Ah ...bahagianya terlahir sebagai perempuan .........
        >
        > SARI
        >

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke