Enggak usah deh menutupi ketidakmampuan dengan bungkus idealisme. Jangan
karena mereka enggak mampu terus you bilang menjaga kesucian aspirasilah,
menjunjung kebenaranlah, bertanggung jawablah......................
Aliansi dengan PG? Memangnya AT jadi ketua DPR enggak ada sumbang suara
PDIP? Memangnya MGWT jadi wapres enggak dapat suara dari PG?
Terus, yang di DPRD DKI itu namanya apa? Apalagi kalo lihat di DPRD II
Surabaya (http://www.jawapos.co.id). Ketawa aku membacanya.
Riev
----- Original Message -----
From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 28, 1999 1:31 PM
Subject: RE: [Kuli Tinta] PDIP ( LAGI )
> Saya banyak setuju seperti tulisan MB ini.
> Menurut saya apa yang diulakukan PDIP selama SU itu adalah benar dan
> bertanggung-jawab.
> Benar disini adalah menjunjung kebenaran yang berdasarkan atas aspirasi
para
> pemilihnya dalam pemilu lalu. Jelas aspirasi tidak boleh dipermainkan,
> seperti yang dilakukan oleh AR dengan PT-nya, walau secara pribadi saya
> menilai langkah itu jeli & lihai (bermain cantil\k, 'gitu katanya). Namun
> saya yakin cara-cara seperti itu sudah pasti terpikir oleh politisi PDIP
> juga. Hanya persoalannya pasti mereka tak bisa melanggar kesucian aspirasi
> itu, seperti beraliansi strategis dengan PG yang merupakan simbol SQ itu.
>
> Disisi lain ketidakmauan PDIP melakukan manufer dagang-sapi itu jelas
> menimbulkan konsekwensi yang positif. Salah satu akibat yang harus
> ditanggung oleh kabinet dwi-tunggal ini, yang dimotori oleh PT, adalah
harus
> membagi jatah kursi pada PG, seperti dalam tuntutan A. Tanjung.
> Dan ini menyebabkan ketidak jelasan terbentuknya suatu iklim demokrasi
yang
> baik, benar & efektif.
> Disini sudah tidak adalagi partai yang benar-benar berfungsi sebagai
> oposisi. Omong kosong suatu partai akan dapat melakukan koreksi &
> memperjuangkannya kepada pemerintah, kalau kader-kadernya duduk
didalamnya,
> apalagi pengangkatannya dengan cara garansi. Jelas ini bukan iklim yang
> kondusif & benar, ini namanya dagelan. Ini akibat konsekwensi manufer PT
itu
> yang mau melirik PG, dan ini juga melemahkan tekanan pada TNI/Polri dalam
> kancah perpolitikan nasional.
>
> Nasib re negaraku.........Fw.
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!