Ketika Kabinet baru tidak mencantumkan Mensos dan Menpen, lalu beberapa 
Kepala Badan juga tidak muncul, lalu beberapa Departemen dimunculkan dalam 
bentuk Meneg, saya menduga bahwa ini adalah langkah awal untuk reposisi 
Pemerintah dari regulator menjadi fasilitator.

Munculnya Departemen baru, terutama Eksplorasi Kelautan, masih saya duga 
dalam kerangka reposisi itu, untuk mulai merambah (energizing) bidang baru 
yang selama ini terabaikan. Karena itu namanya hanya Eksplorasi Laut, bukan 
Eksploitasi.

Tetapi ternyata dengan beberapa demo para karyawan yang Departemennya 
'dibubarkan' itu, Pemerintah tiba pada keputusan setengah hati, menampung 
dan menyalurkan mereka ke institusi lain yang serupa. Artinya cuma ganti 
nama doang, esensinya nggak berubah.

Saya tidak menutup mata pada keprihatinan mereka yang terancam phk, tetapi 
demi suatu tujuan yang baik, mestinya sudah disiapkan kemauan untuk 
menanggung konsekuensinya. Misalnya, kalau memqang niat menghilangkan Deppen 
dan Depsos itu agar kedua bidang itu diurus oleh masyarakat sendiri, maka 
seharusnya solusinya memang PHK terhadap pegawai kedua Departemen itu dengan 
memberikan hak penuh atas terjadinya phk itu. Artinya diberikan pembayaran 
penuh hak mereka yang terkena phk, agar dengan uang itu dapat memulai 
kehidupan barunya dimasyarakat. Walaupun beban keuangannya berat, tetapi 
itulah risiko sebuah keputusan.

Saya yakin, dengan mempercepat otonomi daerah secara bertahap dan  akhirnya 
hanya meninggalkan 3 Departemen ditingkat pusat, Depkeu, Dephankam dan 
Deplu, maka memang hanya ketiga urusan itu yang masih perlu diurus 
Pemerintah Pusat. Selebihnya biar diurus masyarakat, dan lembaga apa yang 
ada disuatu Daerah, tidak harus seragam satu sama lain, karena lembaga yang 
dibutuhkan disuatu daerah belum tentu dibutuhkan didaerah lainnya.

Pemberdayaan masyarakat, dalam arti memberi kesempatan masyarakat mengurus 
dirinya sendiri dalam segala hal - tentu dengan tahapan peralihan - pada 
akhirnya bukan hanya meringankan tugas Pemerintah dan mengurangi beban 
negara, tetapi juga dapat dipandang sebagai hakekat kemerdekaan itu sendiri.

Yap




______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke