From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, November 07, 1999 7:24 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kebijakan setengah hati


> Departemen lainnya sekarang ini yang masih perlu Departemen apa saja ya
> mBah?
>
> Yap
>
-------------------------------
weleh, wong sudah 35 dengan menghapus dua departemen saja sudah
ributnya kayak gitu (tapi di kalangan lain dan rakyat awam, kecuali
yang selama ini mendapat perawatan atas nama depsos lho, tidak
ada komen neko-neko tuh?) kok mau ditambah lagi. paling-paling
PKGD sedang mendidik lagi kepada rakyat. atau kepada elite politik.
"gimana kalu aku bikin ulah dengan menyetip dua departemen, apakah
dari temen-temen lain ikutan ribut nggak? kalau yang ribut cumak
temen-temen depsos dan temen-temen deppen, ya ngapain ikutan repot.
mending bikin program lain... tetapi kalau yang ribut sak negara, lengkap
dengan legislatif dan yudikatifnya serta kawula alit yang lain, yaaa perlu
diperhatikan betul. apakah program yang akan gue tayangkan nanti
bisa dimengerti kagak ame rakyat yang "pating cloneh ini" hehehe"
(ah ini hanya lamunanku lho. lamunan seseorang yang dari jauh saja
menonton dan mendengar cerita pewayangan lakon anyar, Kyai Gusdur
madeg Presiden)
cak yap, kalau aku sih justru harus dipangkas lagi paling tidak 2
departemen.
cukup dijadikan subdepartemen atau direktorat jendral atau apalah yang
pantas. yang dipimpin oleh orang yang benar-benar membidangi, bukan titipan
dari elite politik atau konspiran tertentu.
yang pertama adalah kesenian dan pariwisata (yang konon ditambah dengan
kebudayaan). lho kan aneh. seni dan pariwisata kan termasuk unsur budaya,
unsur peradaban. mengapa dijadikan departemen tersendiri? mendingan semua
dikumpulkan dalam satu departemen seperti jaman dulu-dulu, yi.
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL. (bila perlu departemen agamapun masukkan
ke sini sekalian. daripada nantinya seolah-olah depag
ini menjadi departemen suatu agama lagi? dengan adanya pengadilan agama,
lembaga pernikahan sendiri yang malah dumpyuk nggak ru karuan dengan
kantor sipil. oh iya kantor sosial miliknya depdagri itu mengurus panti
asuhan
atau sdsb nggak ya? kok bingung aku jadinya karena dulu pernah ketanggor
waktu disuruh survey). dengan demikian beban kerja dan prestasi antara
direktorat jendral pendidikan dan direktorat jendral kebudayaan boleh lah
menjadi berimbang dan saling melengkapi. ya ini mah ikutan yang di jepun
dengan MONBUSHO-nya, yang sampai mampu melengkapi bidang pekerjaan
umum. lha orang mau mendirikan apartmen bila harus menggali-gali tanah,
harus dalam pengawasan orang kebudayaan, siapa tahu menemukan situs
purbakala, misalnya.
depeartemen lain yang pantas hilang adalah kehutanan dan perkebunan.
ini paling aneh di dunia. masak perkebunan dipisah dari pertanian.
hortikultura
dipisahkan dari agricultural jobs? yang biasanya ada malah pertanian yang
urusannya meliputi tanaman agronomi, hortikultur (termasuk perkebunan dan
ternak lebah lho), kehutanan, aquaculture, fisheries dan veterinary)....
baru klop.
tidak penting bidang ilmu atau keahlian menterinya. yang penting para
dirjen-nya.

ah sudah lagi ah. tambah mengsle nanti.

wassalam,

mbah soeloyo
-----------


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke