mohon maaf atas posting ini. terutama untuk anggota
arek-suroboyo,
karena postingnya "gak gae suroboyoan blas".
memperhatikan berita suaramerdeka berikut aku benar-2 bingung.
maksudku, aku ini bingung nggak ketulungan dengan masalah
hubungan
ri-israel. kebingunganku adalah sangat kompleks. apalagi bila
dihubungkan
dengan faham keagamaanku, islam.
niat hubungan diplomatik, ditentang. kemudian melunak menjadi
hubungan
dagang, tetap ditetang.
aku sebenarnya ingin tahu, bagaimana hubungan dagang antara
penguasa
daulah negara-negara islam jaman dulu (jaman nabi hingga islam
menjadi
kesultanan/dinasti-2) dengan bangsa yahudi?
ok-lah, misalnya tetap tidak ada hubungan dagang. lalu bagaimana
nalarnya,
sehingga bangsa yahudi yang tercerai berai dari afrika selatan
hingga rusia
itu dapat terus eksis hingga muncul gerakan zionisme, yang
menghasilkan
negara yahudi bernama israel?
atau adakah ahli-ahli dan kampiun-kampiun perdagangan muslim
sekarang
ini yang mencoba membedah study perdagangan kala itu?
salam,
mbah soeloyo
------------
Long March Tentang Israel
JAKARTA - Sekitar 50.000 umat Islam terdiri atas mahasiswa,
anggota DPRD DKI Jakarta, dan masyarakat kemarin melakukan long
march untuk menentang rencana dibukanya hubungan dagang antara
RI dan Israel.
Mereka berangkat dari Masjid Al Ahzar di Kebayoran Baru pada
pukul 13.00, berjalan kaki menuju Masjid Istiqlal yang berjarak
sekitar 12 km melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jl MH Thamrin, Jl
Medan Merdeka Barat, dan Jl Medan Merdeka Utara.
Sebelum berangkat, demonstran melakukan orasi menentang rencana
pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid untuk membuka hubungan
dagang dengan Israel.
Orasi tersebut disertai pembakaran bendera Israel sebagai tanda
ketidaksukaan mereka terhadap negara zionis tersebut.
Aksi long march itu lancar dan tertib, tidak mengundang
kerusuhan. Sementara itu, dalam tasyakuran yang diselenggarakan
oleh Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Jumat malam lalu,
Wakil Ketua DPR yang juga salah seorang ketua DPP PAN, AM Fatwa,
mengatakan, pernyataan Presiden dan Menlu Ali Shihab tentang
hubungan dagang dengan Israel itu suatu langkah yang
terburu-buru.
Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP KNPI H Adyaksa SH menilai,
gagasan membuka hubungan dagang dengan Israil adalah taktik
Presiden KH Abdurahman Wahid agar negara-negara Arab yang
pro-Palestina mau memperhatikan posisi Indonesia.
Selain itu, menurut dia ketika menerima delegasi Forum Mahasiswa
Pejuang Reformasi (MPR) di Kantor DPP KNPI Jakarta kemarin, juga
taktik untuk melicinkan rencana pertemuan Gus Dur dengan
Presiden AS Bill Clinton.
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!