>Berdasar ulasan Bung Yap, mungkin Pak Hasan bisa menjawab
>mengenai bagaimana jalan keluarnya agar isu zionis itu tidak
>terkonotasikan menjadi isu tabuisasi untuk berhubungan dengan
>kaum nasrani. GD sudah memberi contoh, namun fakta menunjukkan
>bahwa GD selalu kontroversial bukan?

GD memang tokoh superkontroversial di negeri ini. bukan hanya
kontroversial saja, tetapi GD termasuk tokoh yg saklek, meski sudah
diprotes sana-sini GD nggak mau sedikit lunak ttg likuidasi Deppen dan
Depsos.
Kontroversi ttg susunan kabinetnya yg sampai sekarang masih terus
dikritik oleh banyak kalangan itu sempat dijawab oleh GD saat datang
ke DPR, yg katanya pembentukan kabinet mrp proses politik yg harus
dilalui. Tetapi, apakah dg proses politik itu harus membentuk
departemen/menteri yg mubazir, seperti Menteri Urusan HAM, kelautan,
hukum dan perundang2an (bisa dimasukkan ke Dep/Inst lain) lantas
mengorbankan dep lain yg notabene memang benar2 dibutuhkan masy
(Depsos).

Dan satu hal yg menurut saya harus segera dirubah, GD BUKAN LAGI MILIK
WARGA NU, TAPI MILIK SELURUH BANGSA.
Satu kasus yg menarik adalah ketika Miing Bagito memerankan tokok Pak
RT terpilih yg mirip dg karakter GD (fisik), pada saat itu juga warga
NU telpon ke Indosiar memprotes tayangan itu. Bukankah ini jaman
keterbukaan. Andaikan (waktu itu) warga NU tidak protes, saya yakin GD
pun akan memakluminya. Jadi kesimpulannya jangan terlalu mengkultuskan
seseorang yg secara keseluruhan dapat mengganggu pengkritisan terhadap
pemerintah.


Best regards,
Den Tunggal                            mailto:[EMAIL PROTECTED]



-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke