Baru saja Alwi Sihab mengatakan bahwa kita ini serba repot.
Maunya transparan dan terbuka namun setelah diakukan baru pada
kaget. Padahal, Malaysa dan negara-negara Arab sudah melakukannya
dengan diam-diam. Bahkan Pak Hasan juga sudah pernah
melakukannya.
Berdasar ulasan Bung Yap, mungkin Pak Hasan bisa menjawab
mengenai bagaimana jalan keluarnya agar isu zionis itu tidak
terkonotasikan menjadi isu tabuisasi untuk berhubungan dengan
kaum nasrani. GD sudah memberi contoh, namun fakta menunjukkan
bahwa GD selalu kontroversial bukan?
��
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 16 November 1999 16:24
Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdagang Agama atau Berdagang atas
dasar Agama?
> Palestina, Yahudi dan segala implikasinya adalah issue dunia.
Apakah
> kejadian serupa juga ada dalam skala lebih kecil? Di Indonesia
misalnya.
> Siapakah Yahudi itu? Siapakah Palestina itu?
>
> Ketidak berdayaan Palestina menghempang kecanggihan PR Yahudi
memang
> menjadikannya tampak bodoh, kasar dan beringas. Saya setuju itu
bukan
> masalah agama, tetapi masalah keadilan.
>
> Kajian pak Hasan selalu menyisakan kesan mendalam, kali ini
terutama pada
> alinea terakhirnya, sebuah kritik keras untuk kaum Muslimin,
yang dilakukan
> bukan sekedar menjustifikasi keputusan Gus Dur.
>
> Salahkan Yahudi mengambil kembali Yudea dan Samaria? Salahkan
rakyat
> Palestina mengambil kembali tanah tak bertuan yang ditinggalkan
bangsa
> Ibrani dikawasan Masjidil Aqsa dan sekitarnya? Akan teruskah
kita berasyik
> masyuk mencari salah siapa?
>
> Dengan keakuran penuh pada bahasa indah dan cantiknya, sebuah
tanya masih
> tersisa : Siapakah Palestina itu di Indonesia? Rakyat Aceh,
rakyat Luar
> Jawa, atau kerumunan massa yang mana?
>
> Adakah rakyat Palestina dibelahan lain dunia, dibelahan kultur
dibelahan
> sosial, atau diseputar kehidupan nyata kita?
>
>
> Yap
>
> >From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: "Millis Kuli-Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdagang Agama atau Berdagang atas
dasar Agama?
> >Date: Mon, 15 Nov 1999 17:43:13 +0700
> >
> >Mas Drajad, Para Netters,
> >Persoalan Israel memang membuat bingung banyak orang. Terutama
> >yang kurang memahami Sejarah bagaimana timbulnya negara
Israel,
> >dan apa implikasinya terhadap bangsa Palestina. Yang anda
lihat dan
> >bingungkan sekarang ini adalah implikasi psikologis ruwet ,
perasaan
> >keadilan yang terkoyak dalam dada kaum Muslimin dunia.
Kezaliman
> >yang sebetulnya tidak hanya menimpa saudara-saudara seagamanya
> >, tapi menimpa pula jutaan penganut Kristen Arab.
> >
> >Bangsa Eropa sudah lama sebel terhadap orang Yahudi yang ada
dimana-mana
> >itu. Perasaan sebel tersebut malahan sempat naik kepermukaan
jadi
> >pembantaian jahat Hitler terhadap terhadap jutaan orang
Yahudi. Singkatnya
> >maka timbullah Ide "menyediakan tanah" terhadap para Yahudi.
Tahun 1948
> >Kolonial Inggris yang kala itu menguasai tanah Arab/ Palestina
membuat Mega
> >Proyek Transmigrasi kelas dunia : menempatkan orang2 Yahudi
yang ada
> >dimana-mana kembali ke Palestina , tanah Yahudi 2500 tahun
silam. Gerakan
> >Proyek ini sebetulnya yang dinamakan gerakan Zionis.
> >
> >Suatu peradaban kuno ribuan tahun-pun jadi jungkir balik.
Dengan landasan
> >ayat Taurat, dengan kekuatan senjata dan duit, dengan terror
bin terror,
> >tiba-tiba penduduk Jogya, Solo, Wonosobo, Semarang , Sragen,
Boyolali,
> >Pekalongan , Purwokerto, Banyumas, dari Barat ke Timur secara
tiba-tiba
> >harus melepaskan hak rumah dan tanahnya yang sejarah saja
sudah sulit
> >mencatatnya. Bangsa Palestina dengan tiba-tiba harus hengkang
dari
> >rumahnya, jadi bangsa Diaspora menggantikan bangsa Yahudi .
> >Jadi bangsa yang harus menumpang ketanah orang lain. Kemudian
tentunya
> >ditambah lagi dengan kejadian akhir , tanah Arab yang dirampas
akibat
> >menang-perangnya Israel terhadap beberapa negara Arab
> >antara th 1948-1967 ( Lebanon, Syria, Jordan, Mesir,dsb).
> >
> >Kejadian ini tidak dapat dibungkus dengan kemasan bagus
sehingga bisa
> >diketahui betul oleh banyak orang. Bangsa Arab dan Bangsa
Islam sedang
> >dalam
> >keadaan terpuruk untuk memenangkan PR lawan bangsa Yahudi yang
lobinya
> >diakui Gus Dur itu. Ngamuknya bangsa Palestina-pun malahan
dijadikan alat
> >untuk men-cap mereka sebagai teroris dunia yang mengganggu
peradaban modern
> >dunia. Ketidak-adilan malahan menang jadi pahlawan. Apa boleh
buat ,
> >perasaan keadilan cuma tinggal kertas pada resolusi2 PBB yang
tidak pernah
> >ditaati . Dan tinggal dihati masyarakat Muslimin dunia. Yang
mendapatkannya
> >dari mulut kemulut.
> >
> >Apakah anda pernah tahu 10 Hukum Kanak-Kanak yang dipunyai
> >oleh Israel ? :
> >1. If I like it, it's mine 2. If it's in my hand, it's
mine
> >3. If I can take it from you, it's mine 4. If I had it a
little while
> >ago, it's mine 5. If it's mine, it must never appear to be
yours in any
> >way
> >6. If I'm doing or building something, all the pieces are
mine
> >7. If it looks just like mine, it's mine 8. If I think
it's mine,
> >it's mine 9. If it's yours and I steal it, it's mine
> >10. If I...........................! ooops, sorry! I've been
reading
> >Israeli Foreign Policy documents!! Never mind...
> >
> >
> >Masalah Israel sebetulnya adalah masalah keadilan dan masalah
> >penjajahan. Bukan masalah agama. Masalahnya bila yang
meneriak-
> >kannya orang Islam yang masih ketinggalan, yang tidak punya
> >media yang andal, yang tidak punya teknologi PR yang canggih,
> >mereka meneriakkanya sering dengan cara yang salah. Kalau
> >bicara soal penderitaan Aceh, gampang dicap Komando Jihad,
> >sampai2 keadaan jadi telat. Kalau bicara soal BPPN yang lemah,
> >gampang dicurigai bagian dari menguasai aset negara. Bagian
> >komplotan nggeragas kekuasaan. Kalau cendekiawannya ngumpul2,
> >bagian dari makar menindas minoritas dan agama lain. Begitu
juga
> >cara meneriakkan soal Israel, malah bisa membingungkan kawan
> >seagamanya.
> >
> >Dalam soal policy hubungan dagang dengan Israel, saya memahami
> >Gus Dur bermaksud ngajari kaum Muslimin bangsanya. Jangan suka
> >ngotot bodoh dalam memandang pada persoalan yang lebih besar.
> >Mbok sudah... hubungan dagang dengan Israel adalah jalan
pintas
> >PR yang mudah diterima penguasa dunia saat ini. Toh tidak
hubungan
> >diplomatik.Toh cuma melegalkan hubungan yang sudah ada
> >( Sumpah! saya pribadi pernah melakukannya , sttt. jangan
> >bilang-bilang) . Tapi Muslimin Indonesia secara keliru
terlanjur
> >mencampur-adukkan masalah Israel dengan masalah agama.
> >Jadi banyak salah-kaprah menyamakannya dengan masalah
> >Jilbab dan sholat yang mesti dibuat otot2an sampai akhir.
> >Warga non-muslim pun berpendapat sebaliknya. Anti hubungan
> >dengan Israel adalah analog dengan memaksakan hukum Syariah
> >Islam dinegara Pancasila ! Ruwet, kan ?!
> >Mudah2an maksud Gus Dur ada hasilnya. Tapi mudah2an kita
> >semua bisa memahami bahwa semua yang teriak2 tidak setuju
> >adalah bagian dari bangsa ini. Jumlahnya cukup besar. Kitapun
> >tidak berhak arogan terhadap orang-orang itu. Sudah cukup
> >eker-ekeran, sudah waktunya bijaksana.
> >
> >Wassalam
> >Abdullah Hasan
> >( Mas drajad, tolong dikirimi posting wjseto yang berhubungan
dengan
> >jangkrik ngerik itu, wes ta' ubek2 ora ketemu )
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!