Mas Drajad, Para Netters,
Persoalan Israel memang membuat bingung banyak orang. Terutama
yang kurang memahami Sejarah bagaimana timbulnya negara Israel,
dan apa implikasinya terhadap bangsa Palestina. Yang anda lihat dan
bingungkan sekarang ini adalah implikasi psikologis ruwet , perasaan
keadilan yang terkoyak dalam dada kaum Muslimin dunia. Kezaliman
yang sebetulnya tidak hanya menimpa saudara-saudara seagamanya
, tapi menimpa pula jutaan penganut Kristen Arab.

Bangsa Eropa sudah lama sebel terhadap orang Yahudi yang ada dimana-mana
itu. Perasaan sebel tersebut malahan sempat naik kepermukaan jadi
pembantaian jahat Hitler terhadap terhadap jutaan orang Yahudi. Singkatnya
maka timbullah Ide "menyediakan tanah" terhadap para Yahudi. Tahun 1948
Kolonial Inggris yang kala itu menguasai tanah Arab/ Palestina membuat Mega
Proyek Transmigrasi kelas dunia  : menempatkan orang2 Yahudi yang ada
dimana-mana kembali ke Palestina , tanah Yahudi 2500 tahun silam. Gerakan
Proyek ini sebetulnya yang dinamakan gerakan Zionis.

Suatu peradaban kuno ribuan tahun-pun jadi jungkir balik. Dengan landasan
ayat Taurat, dengan kekuatan senjata dan duit, dengan terror bin terror,
tiba-tiba penduduk Jogya, Solo, Wonosobo, Semarang , Sragen, Boyolali,
Pekalongan , Purwokerto, Banyumas, dari Barat ke Timur secara tiba-tiba
harus melepaskan hak rumah dan tanahnya yang sejarah saja sudah sulit
mencatatnya. Bangsa Palestina dengan tiba-tiba harus hengkang dari
rumahnya, jadi bangsa Diaspora menggantikan bangsa Yahudi .
Jadi bangsa yang harus menumpang ketanah orang lain. Kemudian tentunya
ditambah lagi dengan kejadian akhir , tanah Arab yang dirampas akibat
menang-perangnya Israel terhadap beberapa negara Arab
antara th 1948-1967 ( Lebanon, Syria, Jordan, Mesir,dsb).

Kejadian ini tidak dapat dibungkus dengan kemasan bagus sehingga bisa
diketahui betul oleh banyak orang. Bangsa Arab dan Bangsa Islam sedang dalam
keadaan terpuruk untuk memenangkan PR lawan bangsa Yahudi yang lobinya
diakui Gus Dur itu. Ngamuknya bangsa Palestina-pun malahan dijadikan alat
untuk men-cap mereka sebagai teroris dunia yang mengganggu peradaban modern
dunia. Ketidak-adilan malahan menang jadi pahlawan. Apa boleh buat ,
perasaan keadilan cuma tinggal kertas pada resolusi2 PBB yang tidak pernah
ditaati . Dan tinggal dihati masyarakat Muslimin dunia. Yang mendapatkannya
dari mulut kemulut.

Apakah anda pernah tahu 10 Hukum Kanak-Kanak yang dipunyai
oleh Israel  ? :
1.   If I like it, it's mine   2.   If it's in my hand, it's mine
3.   If I can take it from you, it's mine   4.   If I had it a little while
ago, it's mine 5.   If it's mine, it must never appear to be yours in any
way
6.   If I'm doing or building something, all the pieces are mine
7.   If it looks just like mine, it's mine   8.   If I think it's mine,
it's mine 9.   If it's yours and I steal it, it's mine
10.  If I...........................! ooops, sorry! I've been reading
Israeli Foreign Policy documents!!  Never mind...


Masalah Israel sebetulnya adalah masalah keadilan dan masalah
penjajahan. Bukan masalah agama. Masalahnya bila yang meneriak-
kannya orang Islam yang masih ketinggalan, yang tidak punya
media yang andal, yang tidak punya teknologi PR yang canggih,
mereka meneriakkanya sering dengan cara yang salah. Kalau
bicara soal penderitaan Aceh, gampang dicap Komando Jihad,
sampai2 keadaan jadi telat. Kalau bicara soal BPPN yang lemah,
gampang dicurigai bagian dari menguasai aset negara. Bagian
komplotan nggeragas kekuasaan. Kalau cendekiawannya ngumpul2,
bagian dari makar menindas minoritas dan agama lain. Begitu juga
cara meneriakkan soal Israel, malah bisa membingungkan kawan
seagamanya.

Dalam soal policy hubungan dagang dengan Israel, saya memahami
Gus Dur bermaksud ngajari kaum Muslimin bangsanya. Jangan suka
ngotot bodoh dalam memandang pada persoalan yang lebih besar.
Mbok sudah... hubungan dagang dengan Israel adalah jalan pintas
PR yang mudah diterima penguasa dunia saat ini. Toh tidak hubungan
diplomatik.Toh cuma melegalkan hubungan yang sudah ada
( Sumpah! saya pribadi pernah melakukannya , sttt. jangan
bilang-bilang) . Tapi Muslimin Indonesia secara keliru terlanjur
mencampur-adukkan masalah Israel dengan masalah agama.
Jadi banyak salah-kaprah menyamakannya dengan masalah
Jilbab dan sholat  yang mesti dibuat otot2an sampai akhir.
Warga non-muslim pun berpendapat sebaliknya. Anti hubungan
dengan Israel adalah analog dengan memaksakan hukum Syariah
Islam dinegara Pancasila ! Ruwet, kan ?!
Mudah2an maksud Gus Dur ada hasilnya. Tapi mudah2an kita
semua bisa memahami bahwa semua yang teriak2 tidak setuju
adalah bagian dari bangsa ini. Jumlahnya cukup besar. Kitapun
tidak berhak arogan terhadap orang-orang itu. Sudah cukup
eker-ekeran, sudah waktunya bijaksana.

Wassalam
Abdullah Hasan
( Mas drajad, tolong dikirimi posting wjseto yang berhubungan dengan
jangkrik ngerik itu, wes ta' ubek2 ora ketemu )

From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
mohon maaf atas posting ini. terutama untuk anggota
arek-suroboyo,
karena postingnya "gak gae suroboyoan blas".
memperhatikan berita suaramerdeka berikut aku benar-2 bingung.
maksudku, aku ini bingung nggak ketulungan dengan masalah
hubungan
ri-israel. kebingunganku adalah sangat kompleks. apalagi bila
dihubungkan
dengan faham keagamaanku, islam.









-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke