tampaknya keluarnya tim-tim dari indonesia, upaya aceh, sulawesi, dan irian
jaya yang mencoba memisahkan diri dari indonesia, riau yang menuntut
federalisasi negara indonesia tidak perlu dirisaukan rakyat lantaran
barangkali inilah titik balik perjuangan bangsa dalam rangka menyejahterakan
dan memajukan bangsa. siapa tahu bukan ? sebab tidak ada yang lebih tahu
selain tuhan yang maha tahu dan paling tahu apa yang akan terjadi.
==============================================
kusuma,5th regional network services unit
bagi siswa/mahasiswa yang dihantui problem matematika jangan ragu untuk
memperoleh jawaban secara gratis dengan meng-click
http://www.homestead.com/matematika.
please, do not hesitate to get free dollars simply by click :
http://www.sendmoreinfo.com/id/4379
-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Millis Kuli-Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Nopember 1999 10:57
Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdagang Agama atau Berdagang atas dasar Agama?
>Mas Drajad, Para Netters,
>Persoalan Israel memang membuat bingung banyak orang. Terutama
>yang kurang memahami Sejarah bagaimana timbulnya negara Israel,
>dan apa implikasinya terhadap bangsa Palestina. Yang anda lihat dan
>bingungkan sekarang ini adalah implikasi psikologis ruwet , perasaan
>keadilan yang terkoyak dalam dada kaum Muslimin dunia. Kezaliman
>yang sebetulnya tidak hanya menimpa saudara-saudara seagamanya
>, tapi menimpa pula jutaan penganut Kristen Arab.
>
>Bangsa Eropa sudah lama sebel terhadap orang Yahudi yang ada dimana-mana
>itu. Perasaan sebel tersebut malahan sempat naik kepermukaan jadi
>pembantaian jahat Hitler terhadap terhadap jutaan orang Yahudi. Singkatnya
>maka timbullah Ide "menyediakan tanah" terhadap para Yahudi. Tahun 1948
>Kolonial Inggris yang kala itu menguasai tanah Arab/ Palestina membuat Mega
>Proyek Transmigrasi kelas dunia : menempatkan orang2 Yahudi yang ada
>dimana-mana kembali ke Palestina , tanah Yahudi 2500 tahun silam. Gerakan
>Proyek ini sebetulnya yang dinamakan gerakan Zionis.
>
>Suatu peradaban kuno ribuan tahun-pun jadi jungkir balik. Dengan landasan
>ayat Taurat, dengan kekuatan senjata dan duit, dengan terror bin terror,
>tiba-tiba penduduk Jogya, Solo, Wonosobo, Semarang , Sragen, Boyolali,
>Pekalongan , Purwokerto, Banyumas, dari Barat ke Timur secara tiba-tiba
>harus melepaskan hak rumah dan tanahnya yang sejarah saja sudah sulit
>mencatatnya. Bangsa Palestina dengan tiba-tiba harus hengkang dari
>rumahnya, jadi bangsa Diaspora menggantikan bangsa Yahudi .
>Jadi bangsa yang harus menumpang ketanah orang lain. Kemudian tentunya
>ditambah lagi dengan kejadian akhir , tanah Arab yang dirampas akibat
>menang-perangnya Israel terhadap beberapa negara Arab
>antara th 1948-1967 ( Lebanon, Syria, Jordan, Mesir,dsb).
>
>Kejadian ini tidak dapat dibungkus dengan kemasan bagus sehingga bisa
>diketahui betul oleh banyak orang. Bangsa Arab dan Bangsa Islam sedang
dalam
>keadaan terpuruk untuk memenangkan PR lawan bangsa Yahudi yang lobinya
>diakui Gus Dur itu. Ngamuknya bangsa Palestina-pun malahan dijadikan alat
>untuk men-cap mereka sebagai teroris dunia yang mengganggu peradaban modern
>dunia. Ketidak-adilan malahan menang jadi pahlawan. Apa boleh buat ,
>perasaan keadilan cuma tinggal kertas pada resolusi2 PBB yang tidak pernah
>ditaati . Dan tinggal dihati masyarakat Muslimin dunia. Yang mendapatkannya
>dari mulut kemulut.
>
>Apakah anda pernah tahu 10 Hukum Kanak-Kanak yang dipunyai
>oleh Israel ? :
>1. If I like it, it's mine 2. If it's in my hand, it's mine
>3. If I can take it from you, it's mine 4. If I had it a little while
>ago, it's mine 5. If it's mine, it must never appear to be yours in any
>way
>6. If I'm doing or building something, all the pieces are mine
>7. If it looks just like mine, it's mine 8. If I think it's mine,
>it's mine 9. If it's yours and I steal it, it's mine
>10. If I...........................! ooops, sorry! I've been reading
>Israeli Foreign Policy documents!! Never mind...
>
>
>Masalah Israel sebetulnya adalah masalah keadilan dan masalah
>penjajahan. Bukan masalah agama. Masalahnya bila yang meneriak-
>kannya orang Islam yang masih ketinggalan, yang tidak punya
>media yang andal, yang tidak punya teknologi PR yang canggih,
>mereka meneriakkanya sering dengan cara yang salah. Kalau
>bicara soal penderitaan Aceh, gampang dicap Komando Jihad,
>sampai2 keadaan jadi telat. Kalau bicara soal BPPN yang lemah,
>gampang dicurigai bagian dari menguasai aset negara. Bagian
>komplotan nggeragas kekuasaan. Kalau cendekiawannya ngumpul2,
>bagian dari makar menindas minoritas dan agama lain. Begitu juga
>cara meneriakkan soal Israel, malah bisa membingungkan kawan
>seagamanya.
>
>Dalam soal policy hubungan dagang dengan Israel, saya memahami
>Gus Dur bermaksud ngajari kaum Muslimin bangsanya. Jangan suka
>ngotot bodoh dalam memandang pada persoalan yang lebih besar.
>Mbok sudah... hubungan dagang dengan Israel adalah jalan pintas
>PR yang mudah diterima penguasa dunia saat ini. Toh tidak hubungan
>diplomatik.Toh cuma melegalkan hubungan yang sudah ada
>( Sumpah! saya pribadi pernah melakukannya , sttt. jangan
>bilang-bilang) . Tapi Muslimin Indonesia secara keliru terlanjur
>mencampur-adukkan masalah Israel dengan masalah agama.
>Jadi banyak salah-kaprah menyamakannya dengan masalah
>Jilbab dan sholat yang mesti dibuat otot2an sampai akhir.
>Warga non-muslim pun berpendapat sebaliknya. Anti hubungan
>dengan Israel adalah analog dengan memaksakan hukum Syariah
>Islam dinegara Pancasila ! Ruwet, kan ?!
>Mudah2an maksud Gus Dur ada hasilnya. Tapi mudah2an kita
>semua bisa memahami bahwa semua yang teriak2 tidak setuju
>adalah bagian dari bangsa ini. Jumlahnya cukup besar. Kitapun
>tidak berhak arogan terhadap orang-orang itu. Sudah cukup
>eker-ekeran, sudah waktunya bijaksana.
>
>Wassalam
>Abdullah Hasan
>( Mas drajad, tolong dikirimi posting wjseto yang berhubungan dengan
>jangkrik ngerik itu, wes ta' ubek2 ora ketemu )
>
>From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
>mohon maaf atas posting ini. terutama untuk anggota
>arek-suroboyo,
>karena postingnya "gak gae suroboyoan blas".
>memperhatikan berita suaramerdeka berikut aku benar-2 bingung.
>maksudku, aku ini bingung nggak ketulungan dengan masalah
>hubungan
>ri-israel. kebingunganku adalah sangat kompleks. apalagi bila
>dihubungkan
>dengan faham keagamaanku, islam.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!