From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
Lho, kenapa tdk anda katakan juga: bukan baru kali ini gereja
dibakar??
Selama Orde Baru sampai sekarang lebih dari 500 gereja dibakar,
tanpa ada
reaksi berarti dari orang Kristen, yg seolah pasrah saja.
"pembalasan" baru
ada dalam kasus Kupang, dan intens pd kasus Ambon.

��:
Pertanyaannya adalah mengapa seoalah pasrah saja? karena merasa
sebagai minoritas atau karena tidak ingin membuat masalah baru?

Daniel H.T:
Kerusuhan di Kupang, banyak juga orang Kristen yg melindungi org2
muslim.

��:
Atas nama persepsi dalam berkomunikasi yang dijamin oleh hak-hak
individu maka informasi spt ini harus di delete agar persepsi itu
tidak berybah.

Daniel H.T:
Melihat komentar2 Anda ada kesan anda tdk mau menerima kenyataan
kalau ada
org Islam yg berlaku tdk benar. Seolah2 semua org Islam serba
suci, tdk
mungkin salah, sebaliknya dng Kristen. Tidak ada yg bisa
dipercaya, kejam,
dll.

��:
Boleh kan individu memiliki attitude, and values system sendiri?
Yang menjadi pertanyaan adalah individu itu menyadari bahwa ia
hidup bersama orang lain yang berbeda dalam hal values system?

Daniel H.T:
Bukalah mata Anda, lihatlah dunia nyata. Bahwa semua agama
menentang
kekerasan. Tdk ada agama yg mengajar umatnya mencuri, merampok,
apalagi
membunuh sesama. Kalau pun kmd ada org yg kebetulan beragama (apa
saja),
bertindak jahat, bukan berarti agamnya yg tdk benar, atau bukan
berarti
semua org beragama itu tdk benar. Yg tidak benar adalah orangnya,
bukan
agamanya.

��:
Persoalannya adalah mungkinkah kia melihat parto of the solution
dibedakan dari part of the problem?

Daniel H.T
Saya punya satu artikel dari SurabayaPost yg saya fw di milis ini.
Judulnya: "Lakon Duka Ternate-Mataram-Jatim: Tangan Allah, Haji
Muslik dan
Samuel."

Silakan direnungkan.

��"
Renungan itu hanya mungkin dilakukan dalam sebuah proses dimana
kita telah mengosongkan diri dulu. Kalau tidak maka proses itu
hanya akan membuat diri kita semakin terpenjara.

Daniel H.T
Kalau anda terus-menerus punya pandangan seperti ini, bahkan ada
kesan
semacam kebencian yg mendalam pd bukan golongan anda, negara ini
tdk akan
pernah sepi dari kekerasan2 berbau SARA.

��:
Kalau demokrasi benar-vbenar ingin diwujudkan maka setiap individu
akan menghormati hak orang lain dan menghargai perbedaan serta
tidak memaksakan pendapatnya pada orang lain. BTW, Pemilu kemarin
kan sudah mencerminkan gambaran mengenai kehendak masyarakat.
Mengapa risau? Di buat statistik aja di milis ini, berapa banyak
dari mereka yang beragama islam adalah part of the problem?

Daniel H.T
Kita tak perlu saling tuding kelompok mana yg salah, kelompok mana
yg
jahat, dstnya, tetapi carilah solusi u/ mendamaikan kelompok2 yg
bertikai
itu. Itu, kalau anda benar2 menghayati adanya ajaran kedamaian dlm
agama
anda. Bagisaya kedua kelompok yg bertikai itu hanya memakai simbol
agama u/
saling membedakan mereka, dan merupakan emosi u/ mendpt dukungan.

��:
Itu kalau Anda memposisikan diri sebagai part of the problem.







-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke