Salah satu faktor yang membuat komunikasi tidak efektif adalah
persepsi.

Orang berkomunikasi, belajar, membaca, dsb adalah untuk membuat
dirinya semakin tahu apa yang tadinya belum diketahui dan semakin
memahami apa yang tadinya sudah dimengerti .

��
(mencoba untuk menerapkan prinsip Bung Yap)

----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 27 January 2000 16:43
Subject: Re: Re[2]: [Kuli Tinta] Konflik Maluku: SARA?


On 27 Jan 2000, Jan MAMARIMBING wrote:

> RATUSAN ORANG KRISTEN DITAMPUNG PONDOK PESANTREN SERAM UTARA
> Bagaimana dengan yang di bawah ini?

WAM:
Itu hanya menunjukkan kelebihan orang Islam.
Bisa melindungi minoritas. Padahal, mereka tidak pernah bekoar
mengatakan
agamanya mengajarkan kasih sayang.

Tidak seperti yang dialami kelompok Islam di lingkungan mayoritas
Kristen.
Habis mereka. Perempuannya diperkosa, anak-anaknya dibunuhi.
Ajaran kasih
sayang apa yang akan ditebarkan orang-orang ini?

Belum pernah saya dengar ada kelompok Islam dilindungi orang
Kristen di
Maluku.  Bahkan saya dengar, gereja Silo (yang akhirnya dibakar)
pada
mulanya dilindungi orang Islam supaya tidak dirusak. Begitu orang
Kristen
makin keterlaluan, dibakarlah gereja itu. Ada kah mesjid yang
dilindungi
orang Kristen di Maluku? Tolong saya dikasih tahu. Oleh rekan
Kristen saja
lah.

Bukan baru sekali ini orang Islam melindungi warga Kristiani.
Ingat
peristiwa Doulos?

>
==================================================================
==============

> AMBON, (SiaR, 22/1/2000). Pondok Pesantren Khairul Ummah, Seram
> Utara, pimpinan K.H. Syahroni menampung 800 umat Kristen yang
mengungsi dari
> konflik antar pemeluk agama di Maluku. Pondok pesantren yang
terletak di
> Kobisonta, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah itu, sudah lebih
dari seminggu
> mengamankan ratusan jiwa warga Kristen. Pangdam Pattimura
Brigjen TNI. Max M.
> Tamaela dan Gubernur Maluku Saleh Latuconsina mengunjungi lokasi
penampungan
> para pengungsi ini pada Jumat (21/1) setelah mendengar kabar
tersebut.

> Kondisi para pengungsi sejauh ini dalam keadaan baik. Pangdam
Max
> Tamela dalam pertemuan dengan K.H. Syahroni, menawarkan bantuan
tenaga aparat
> keamanan untuk membantu pengamanan pondok, namun Syahroni
menolaknya. Syahroni
> menjamin para pengungsi dari Kecamatan Tehuru dan Kecamatan
Werinama, Maluku
> Tengah ini, akan diperlakukan secara baik-baik oleh para
santrinya dan juga
> mendapat penjagaan. "Pangdam tidak perlu khawatir," begitu ujar
Syahroni
> sebagaimana ditirukan Max. Pihak Pemda Maluku sendiri
> rencananya akan mengevakuasi para pengungsi tersebut pada 23
Januari nanti. ***


-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3
===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke