Bung, tapi aku nanya-nya serius lho.., bukan dengan "maksud tertentu". Dalam
"kehidupan nyata" (bukan di dunia maya ini), banyak banget yang kayak gitu.
Aku kadang2 sampai cape jawab, tapi dia tetap pada kesimpulannya sendiri.
Terus aku pikir2, ngapain juga gue jawabin kalau ujung2nya pasti kayak gitu
lagi. Nah, sebagai yang saya anggap orang bijak, saya minta pendapat anda.
Beneran nih... Problemnya; kalau nggak dijawab, dia bakalan "tidak pernah
tahu/mendengar" ttg sesuatu yang kita anggap benar, tapi kalau dijawab, ya
itu tadi, ujung2nya dia tetap pada kesimpulannya sendiri. Nah, gimana kalau
dengan orang spt itu?
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 30 Januari 2000 20:20
Subject: Re: Re[2]: [Kuli Tinta] Konflik Maluku: SARA?
> ----- Original Message -----
> From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
> Komunikasi menjadi tidak efektif kalau orang yang diajak
> berkomunikasi itu
> merasa sudah tahu semuanya, sehingga tidak perlu mendengar orang
> lain,
> padahal sebenarnya dia sendiri tidak tahu apa-apa. Nah, bung
> Aswat, kalau
> thd orang spt itu, apakah komunikasi itu harus dilanjutkan?
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
>
> Ini mah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
>
> ��
>
>
> -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!