Repotnya lagi, ketika saya ingin menyampaikan interpretasi, malah dituduh 
sebagai yang memonopoli interpretasi, karena mestinya harus mengkonfirmasi 
lebih dahulu ke pihak-pihak yang akan/sudah saya interpretasikan. Lha, 
berhenti, kan?


>From: "Marto Blantik" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] amien lagi
>Date: Mon, 31 Jan 2000 14:09:09 +0900
>
>Walah nama saya disebut-sebut lagi,
>padahal saya nunggu interpretasi bung
>Ferli tentang si AR ini. Lha dari dulu
>sampai sekarang postingnya cuma
>nggrundel saja. Lebih cilaka lagi tiap
>interpretasi sekarang musti ditanyakan
>motivasinya. Bung Ferli menginterpretasi
>bahwa posting saya punya motivasi
>pembunuhan karakter. Karena itu
>interpretasi bung Ferli ya terserah bung
>Ferli saja.
>
>Yang jelas interpretasi saya terhadap
>bung Ferli adalah bung Ferli sudah
>mempunyai interpretasi tersendiri
>terhadap AR. Interpretasi saya, Bung
>Ferli punya interpretasi positip
>terhadap AR. Interpretasi saya lagi,
>Bung Ferli tidak rela interpretasinya
>terhadap AR itu di re-interpretasi lagi.
>Sebenarnya sih bung Ferli tidak membela
>AR, tetapi bung Ferli hanya membela
>persepsi dan interpretasi  DIRINYA
>SENDIRI terhadap AR. Bung Ferli sedang
>membela kestabilan dirinya yang mungkin
>akan terguncang kalau  persepsi dan
>interpretasi tentang AR itu diganggu
>gugat dan di re-interpretasi. Masalahnya
>sekarang cukup terbukakah (beranikah)
>bung Ferli terhadap re-interpretasi lagi
>? Atau mencoba menutup diri dan
>meyakinkan diri bahwa interpretasi orang
>lain tentang AR di milis ini adalah
>salah dan musti dipertanyakan
>motivasinya?
>
>Wajar kalau banyak orang tidak mau
>menerima re-interpretasi lagi, sebab itu
>akan menggoncangkan. Re-interpretasi
>terhadap Al-Quran dan Al-Kitab misalnya.
>
>Ini semua hanya interpretasi saja lho.
>Jadi bisa benar dan bisa salah.
>
>eMBer
>
>
>
>----- Original Message -----
>From: "Ferli Iskandar"
><[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Monday, January 31, 2000 1:50 PM
>Subject: RE: [Kuli Tinta] amien lagi
>
>
> > Berulang. Anda tetap 'keukeuh' dgn
>tudingan pada saya bahwa saya menuding
> > Marto Blantik sbg pembunuh karakter.
>Padahal jelas2 sudah saya sebutkan
> > bahwa bahwa itu adalah sekedar cermin
>yang tidak bermutu dan belum tentu
> > benar. Lagipula, mengapa saya Anda
>larang utk mempertanyakan motivasi Marto
> > Blantik? Berhenti atau tidaknya
>diskusi mengenai Amin, adalah bukan
> > keinginan saya, tidak juga ditentukan
>oleh saya atau Anda.
> >
> > Yg lebih mendasar lagi, Anda juga
>sangat 'keukeuh' dgn asumsi bahwa ada
> > realitas objektif di luar sana, bahwa
>ada interpretasi yg salah dan benar.
> > Yg gini bisa panjang diskusinya.
> >
> > Soal Darwin, Anda lupa kali yah.
>Darwin bukan sekedar ingin menjadi
>bedes,
> > tapi dgn teorinya dia percaya bahwa
>pada dasarnya dia adalah bedes.
> >
> > Betul 'kan logikanya?
> >
>
>
>
>
>-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke