Mungkin kita perlu menonton dokumenter yang dibuat Dr. Imam Prasodjo
Judulnya: "Sampah Peradaban"
Dan kita akan lihat, betapa sadisnya manusia yang beragama itu
Dari kedua belah pihak

Harusnya kita (perhatikan: "kita"!, bukan "anda", "kalian" atau "mereka")
malu bhw agama yang kita percayai dan agungkan itu, ternyata bisa menjadi
alat kekerasan yang begitu sadis..
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.

----- Original Message -----
From: y@p <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, November 24, 2000 6:38 malam
Subject: Re: [Kuli Tinta] Siri-Sori- qsy


> Dengan tujuan yang sama, kita dapat memilih banyak alternatif solusi.
> Kekerasan salah satunya. Keterus terangan dan keterbukaan pilihan lain
lagi.
> Tetapi, hidup diranah Asia ini ada satu hal yang sedapat mungkin
> dihindarkan, yaitu membuat orang lain kehilangan muka, seberapa salah dan
> terkutuknya orang itu. Itulah mengapa hidup dikawasan ini orang dituntut
> tidak sekedar pandai, tetapi harus pandai pandai. Juga tak elok menepuk
dan
> membusung dada.
>
> Ini berkaitan dengan warna sosial budaya yang sudah given, apapun
agamanya,
> apapun rasnya, seberapa tinggipun status sosialnya dan sebagainya. Inilah
> commonality Asia. Jangan membuat loose face, seberapa benarpun Anda,
> seberapa salahpun "lawan" Anda.
>
> Bahwa ada aliran (orang yang sifatnya) keras, terus terang, fundamentalis
> dan sebagainya itu memang fenomena dunia. Tetapi kalau sifat itu
> diimplementasikan secara telanjang, akan menimbulkan rasa aneh dan kurang
> nyaman dibanyak hati orang sekitarnya. Sekalipun kebenarannya diakui namun
> caranya dinilai kurang bijak.
>
> Orang Jawa bilang: ngono yo ngono... (jangan semata mata), orang Sunda
> bilang: beunang laukna herang caina (tercapai sasaran tanpa mengeruhkan
> suasana), dan banyak phrase sejenis dari etnik etnik lainnya,
mengisyaratkan
> perlunya dicapai tujuan dan ditegakkan prinsip yang diyakini dengan cara
> yang terpuji.
>
> Kalau cuma sekedar bicara benar, banyak yang tahu, asal mau, tetapi
> diperlukan cara yang bijak untuk menyatakan kebenaran itu. Kebenaran
memang
> harus ditegakkan, tetapi terlalu vulgar untuk mengharapkan orang lain
> mengakui kesalahannya secara terbuka. Ada yang bisa begitu, tetapi tidak
> banyak, sehingga tidak menjadi nilai yang diterima umum, alias tidak
lazim.
>
> Membuat pernyataan dengan bahasa keras, membantah dengan bahasa keras dan
> sebagainya memang lebih mudah daripada mencari solusi yang win win tanpa
> mengorbankan prinsip, karena untuk memperoleh solusi win-win dibutuhkan
> seni, kearifan, ketulusan, keteguhan jiwa dan  wawasan daripada sekedar
> kepandaian otak dan ketajaman daya analisis.
>
> Apa susahnya saling memaki, kalau perlu dengan emosi, dengan menggunakan
> bahasa bahasa terang. Tetapi betulkah manfaatnya akan lebih besar dari
> mudharatnya? Betulkan dapat dihasilkan solusi yang permanen? Bersama sama
> dalam wacana dimilis ini kita dapat meningkatkan kualitas diri menjadi
> sekeras baja dan selembut sutera.
>
> Saya tidak pernah berpendapat bahwa milis ini tidak bisa mengubah apa-apa.
> Banyak manfaat yang saya dapatkan dari wacana ini, sehingga milis ini juga
> telah turut mewarnai perobahan dalam diri saya. Alangkah ruginya kita
kalau
> menganggap milis ini tidak mengubah apa apa, tetapi tetap aktif diwacana
> ini. Artinya dengan sengaja melakukan perbuatan sia sia. Dalam bertukar
> informasi disini, sekurangnya kita berpeluang untuk berlomba dalam
> kebajikan, saling menasihati dalam kebaikan serta kesabaran.
>
> Begitupun terpulang kepada pribadi masing masing, dengan segala referensi
> dan nilai-nilai yang diyakini, untuk tampil bagaimana dan ingin dikenal
dan
> dikenang sebagai apa oleh kita semua.
>
> Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi seluruh umat Islam, mohon
maaf
> lahir dan bathin. Sekaligus mohon ijin untuk lengser sementara dari milis
> ini, karena pekerjaan diseberang lautan sudah menanti. Kalau ada sumur
> diladang, bolehlah beta menumpang mandi.
>
> MARHABAN YA RAMADHAN.
>
> Wassalam,
> yap
>
> ----------------------------------
> Success is neither magical nor mysterious.
> Success is the natural consequence of consistently applying basic
> fundamentals.
>
> ----- Original Message -----
> From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, 23 November 2000 7:47 WIB
> Subject: [Kuli Tinta] Siri-Sori-Siri-Sori- Uneg-Uneg-Sorry
>
> > From: "Ediwanto" <[EMAIL PROTECTED]>
> >  From: Ali Martono<[EMAIL PROTECTED]>
> > From: y@p <[EMAIL PROTECTED]>    GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
> > From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>  From: y@p <[EMAIL PROTECTED]>
> > From: y@p @telkom.net >   From: Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
> > From: "Brahmanta" <[EMAIL PROTECTED]>  From: y@p @telkom.net >
> > From: "Slax Rakumanan" <[EMAIL PROTECTED]>  From: y@p
<[EMAIL PROTECTED]>
> > From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>  From: Ali Martono
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > ( dan lain-lain , dan lain-lain).
> > ==============================================================
> > Saya kira kira kita semua sudah tahu siapa yang mulai bikin gara-gara
main
> > sabet pedang disana. Saya sama sekali nggak keberatan untuk mengingatkan
> > yang lupa : Kelompok Kristen membantai kelompok Muslim yang sedang
> > sembahyang Idul-Fitri.
> >
> > Untuk membuat perdamaian ( ini menurut pendapat saya ) diperlukan
> keadilan,
> > paling tidak keadilan nurani : Pihak yang bikin gara-gara itu dengan
tulus
> > ngaku salah. Yang seperti itu dilakukan orang-orang di Afrika Selatan
> sana.
> > Setelah itu diperlukan kelapangan hati dan saling-memaafkan dan saling
> > mengubur dendam.
> >
> > Bagaimana bisa ada damai kalau yang diributkan cuma Laskar Jihad. Suatu
> > kreatifitas amat kepepet dari pihak Muslim setelah ribuan anak-anaknya
> > dibantai kaya kecoa. Di Poso umpamanya ?
> >
> > Ngomong-ngomong apakah ada indikasi pengakuan seperti itu dari pihak
> > Kristen?  Diluar itu , kayanya kok males ngomong soal itu. Nurut Gus Dur
> > saja: Biarkan "kreativitas" kedua belah pihak berkembang......(?)
> >
> > Ataukah saya memang lupa bahwa pihak Islam adalah yang membuat
> > gara-gara dengan  pembantaian masal pada ummat Kristen di Ambon sana ?
> > Saya sama sekali tidak keberatan buat diingatkan....
> >
> > =========================================================
> > Salam,
> > Kawan-Kawan Sekalian,
> > Bila seseorang punya uneg-uneg seperti diatas itu, sebaiknya bagaimana,
> ya?
> > Katakanlah di Milis ini. Di bungkus rapat-rapat didalam dada, atau
> > dimasukkan dalam lemari saja. Atau dikeluarkan saja nekad-nekadan.
Dengan
> > dikeluarkan apa ada efek positifnya ? Yang terang pasti digebugi
> ramai-ramai
> > seperti WAM sobat seiman saya yang teteg itu. Dan dianggap miring
sedikit
> > karena maju tanpa konco yang cukup ? Apakah manusia lain yang membaca
itu
> ,
> > umpamanya yang beragama Kristen, bisa mendapat suatu wawasan lain
> umpamanya
> > ? Atau cuma memperburuk situasi, memperkuat stereotip menyesatkan bahwa
> > Muslim beneran itu mayoritasnya  punya adab dibawah standar? Atau
> masa-bodo,
> > biarkan semuanya terjadi saja begitu saja. Biarkanlah kenyataan
mengajari
> > kita semua. Bag-Bug-Bag-Bug-Bag-Bug. Pastilah semua ada akhirnya........
> >
> > Kengganan berkomunikasi , keengganan mengeluarkan isihati , seringkali
> saya
> > rasakan. Hal itu dengan lugu tapi menarik sekali penah diungkapkan oleh
> Mas
> > Gigih dulu: Milis ini tidak bisa mengubah apa-apa. Tapi, kalau semuanya
> > tetap disimpan dalam hati, apakah kita pernah bisa saling mengerti ?
> Secuil
> > ideal seperti itulah yang selalu saja mendorong saya untuk terus bicara
> > apa-adanya. Bicara bukan yang harum macam Y@p yang santun itu, tapi
sering
> > pedas dan pahit seperti diatas.
> >
> > Tapi apakah mungkin ada gunanya ?  Apakah kita sudah siap saling kenal ?
> > Apakah kita siap melihat diri kita dan diri lain dari bermacam-macam
arah
> ?
> >
> > Wassalam.
> > Abdullah Hasan.
>
>
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke