anak-anak bisa ngomong apa saja
dan saya yakin baik anak-anak PMKRI
maupun saya sendiri, tidak ada yang menyuruh!
Tuhan tahu semua yang ada di hati kita;
kebencian, dengki, iri, dendam,
maupun ketulusan, kebaikan, dan kesungguhan kita
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.

----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, December 06, 2000 10:57 pagi
Subject: Re: [Kuli Tinta] ELIT POLITIK REKONSILIASILAH !


> From: "Brahmanta" <[EMAIL PROTECTED]>
> . Mudah-mudahan dengan rekonsiliasi kita dapat mencegah eker-ekeran yang
> tidak berguna dan segera mengatasi masalah bangsa yang penting secara
> bersama-sama.
> Atau adakah usaha yang lebih baik dari rekonsiliasi/perdamaian? barangkali
> ditingkatkan
> saja eker-ekeran selama ini?
> =====================================================
> Salam,
> Anda benar sekali , eker-ekeran asal eker-ekeran adalah tidak berguna dan
> harus dicegah.
>
> Tapi mudah-mudahan kita pun bisa ingat , tidak semua eker-ekeran itu tidak
> berguna. Eker-ekeran antara pembela dan jaksa penuntut adalah eker-ekeran
> sehat. Yang satu tugasnya mencari kesalahan, yang lain tugasnya cuma
> menunjukkan betapa tidak berdosanya yang dituduh itu. Dua-duanya
diciptakan
> oleh adab budaya. Dan dibayar mahal.
>
> Apa yang bisa anda katakan kalau seseorang menghimbau agar eker-ekeran
> semacam itu dihapuskan saja. Sebaiknya pembela dan penuntut umum
> rekonsiliasi saja!? Apakah anda tidak mengelus dada ?
>
> Dalam konsep peradaban yang modern pun telah kita kenal sistim trias
> politika. Disana ada parlemen, disini ada eksekutif. Jaman sekarang ada
pers
> pula.  Tugas parlemen antara lain untuk selalu kritis pada pemerintahan (
> entah kalau sistim pancasila, apakah ada perbedaan?, mohon pencerahan).
> Pada sisi mana kitacondong, kita tidak bisa bilang bahwa seorang pembela
> atau jaksa adalah seorang malaikat yang tidak melakukan kesalahan atau
> kecurangan. Eker-ekeran dibudayakan untuk mengungkap kebenaran sejauh
> mungkin. Kemudian ada yang namanya Hakim atau Juri.
>
> Demikian pula bisa dilihat dimana-mana, terutama yang demokrasinya sudah
> lebih matang.  Budaya eker-ekeran antara parlemen dan pemerintahan
> dibudayakan. Kita pun tentunya tidak bisa buru-buru bilang sesuatu pihak
itu
> adalah malaikat. Justru ada baiknya kita melihat semuanya sebagai
> setan-setan. Paling sedikit memandang mereka sebagai manusia-manusia lemah
> biasa. Yang terikat pada kepentingan sempit mereka masing-masing. Justru
> disitulah mungkin rahasianya!, pada eker-ekeran mereka yang mungkin jelek
> dilihat, kita mengharap kebenaran dapat terungkap sejauh mungkin.
>
> Mudah-mudahan anda semua bisa melihat perspektif saya dengan lebih jelas.
> Adalah sulit bila seorang yang dituduh maling punya siasat jahat.
> Rekonsiliasi. Rekonsiliasi yang biasa memang sesuai dengan agama.
> Yang jahat juga ada. Keras pada tempatnya, pada kriminal adalah
> malaikat. Tapi Lemah lembut pada kriminal adalah Setan.
> ( Kata Asmuni : Syaiton!)
>
> Mudah-mudah ada paham kenapa saya puyeng kemarin.
> Kanak-kanak yang digunakan dengan memelas menghimbau : Sudahlah..
> apakah pak jaksa dan pak pembela tidak bisa berdamai saja... Bukankah itu
> yang dianjurkan agama mana saja ? Masyaallah !....
>
> Wassalam.
> Abdullah Hasan.
>
> ( Note: ada kanak-kanak yang ngomong begini:
> "hanya yang buta nurani saja yang tidak mau eker-ekeran dihentikan"
> jawab saya: " Nak! , nurani itu apa sih, nak? Belajarlah membaca dengan
> baik, dengarkan petuah guru dan orang tua, kemudian bacalah dunia ini.
> Niscaya kamu akan punya nurani yang terasah baik. Tidak yang tumpul
> yang mudah ditipu orang jahat...! )


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke