Kalau "rekonsiliasi" diartikan sebagai mengubur kesalahan, saya juga pasti
akan menolak dong!
Persepsinya apa dulu, dan perspektifnya juga dari mana.
Bukan hanya 'gate-gate' yang berurusan dengan duit yang harus diungkap,
tetapi juga semua pelanggaran dan kejahatan kemanusiaan harus dibuka, dicari
kebenaran, ditegakkan keadilan dan dilakukan rekonsiliasi. Jadi, jangan cuma
fokus ke persoalan uang.
Rekonsiliasi harus dimulai dari pengungkapan kebenaran, pengakuan kesalahan,
penegakan keadilan (melalui kompensasi pada korban) dan baru
ber-rekonsiliasi. Tanpa proses itu, rekonsiliasi tak lebih dari
persekongkolan.
Jadi, rekonsiliasi itu harus! Masa' kita mau gontok-gontokan terus. Tetapi,
pengungkapan kebenaran dan penegakan keadilan itu adalah kondisi penting
(necessary condition) untuk melakukan rekonsiliasi.
Mengenai "anak-anak", Pak Abdullah jangan lupa; arogansi orang-orang yang
tua itu lah kadang-kadang yang membuat mereka bertingkah laku seperti
anak-anak, ABG pula. Jadi, hati-hati Pak, nanti ketularan tingkah laku ABG,
padahal sudah tua umurnya. Malu kan?
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.
My religion is very simple,
my religion is kindness
-- Dalai Lama
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 07, 2000 8:08 pagi
Subject: Re: [Kuli Tinta] ELIT POLITIK REKONSILIASILAH ! : MMA
> Salam,
> Pak Mashuri,
> Puyeng saya agak sirna, melihat masih ada orang yang perspektifnya soal
> Rekon mirip dengan saya. Alhamdulillah. Mudah2an bisa jadi wabah menulari
> banyak orang.
>
> Sedikit komentar :
> From: "M. Mashuri Alif" <[EMAIL PROTECTED]>
> "...Lalu saya bertanya kepada anda sekalian apakah
> ada yang baik dari para elit politik kita?...."
> =====================================
> Seperti dalam bisnis, kita berusaha memilih ( rekrut ) orang yang baik
buat
> perusahaan. Walaupun demikian, segala sistim kontrol yang kita punya yang
> harus ada, mesti dijaga baik supaya tetap jalan. Secara kasar, segala
sistim
> mesti melihat manusia seperti setan. Tidak begitu relevan kita bertanya
> terus : apakah orang kita orang baik ? Audit yang tajam bertugas mencium
> tikus dalam lemari. Rapat komisaris bertugas menilai kebijaksanaan yang
> dibuat eksekutif. Tidak usah tunggu lima tahun masa jabatannya, komisaris
> bisa mengganti nakoda. Sebelum kapal mencang-mencong, menabrak karang, dan
> tenggelam.
>
> Ha, ha, ha....Para Komisaris .... rekonsiliasilah dengan nakoda....itu
> sesuai dengan nurani dan agama...jangan eker-ekeran...maksud nakoda
> mengembat duit pasti baik , mau dibagi kepada fakir-miskin....
>
> Ganti saya ikut-ikutan anak-anak main gundu : "Plok..Plok..Plok..! Bravo
MMA
> !".
>
> Wassalam.
> Abdullah Hasan.
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com