MMA:
Bung Martin Yth,
Saya ingin jawab nih, keinginan anda mungkin kita semua yang masih yakin
rekonsiliasi bisa berjalan!
----- Original Message -----
From: H.P. Martin Y. Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 07 Desember 2000 12:18
Subject: Re: [Kuli Tinta] ELIT POLITIK REKONSILIASILAH ! : MMA
> Kalau "rekonsiliasi" diartikan sebagai mengubur kesalahan, saya juga pasti
> akan menolak dong!
> Persepsinya apa dulu, dan perspektifnya juga dari mana.
> Bukan hanya 'gate-gate' yang berurusan dengan duit yang harus diungkap,
> tetapi juga semua pelanggaran dan kejahatan kemanusiaan harus dibuka,
dicari
> kebenaran, ditegakkan keadilan dan dilakukan rekonsiliasi. Jadi, jangan
cuma
> fokus ke persoalan uang.
MMA:
Bung; mungkin kita tahu, negara ini sedang punya PR besar. Tetapi orang yang
seharusnya menyelesaikan PR malah menyontek, rusaklah PR tersebut. Dan orang
berlomba-lomba deh mencari kesalahan orang itu, bukan lagi masalah benar
atau salah dari PR tadi.
>
> Rekonsiliasi harus dimulai dari pengungkapan kebenaran, pengakuan
kesalahan,
> penegakan keadilan (melalui kompensasi pada korban) dan baru
> ber-rekonsiliasi. Tanpa proses itu, rekonsiliasi tak lebih dari
> persekongkolan.
MMA:
Nah, akhirnya yang terjadi adalah ini. Dalam jiwa kita yang bersih, dan
moral yang bersih tidak menghendaki adanya konspirasi dalam politik tidak
demikian bung, sedikit-sedikit bung refresing nonton film "conspirasi"
(persekongkolan) mungkin bisa mengendorkan urat dikepala kita. Jadi bukan
lagi masalah kasus dan hukum, yang diutamakan. Bung harus diingat
Rekonsiliasi itu bahasa politik, sama dengan konspirasi (pesekongkolan)
karena dia berhubungan dengan aspek sosial.
> Jadi, rekonsiliasi itu harus! Masa' kita mau gontok-gontokan terus.
Tetapi,
> pengungkapan kebenaran dan penegakan keadilan itu adalah kondisi penting
> (necessary condition) untuk melakukan rekonsiliasi.
MMA:
Yes, OK Rekonsiliasi, OK Berdamai (bahasa kasarnya), begitukan tujuan kita
terhadap kemelut Aceh, Ambon dan Irian, dll. Tetapi Tegakan dulu sistem
Ekonomi-politik dan Hukum seadil-adilnya (masalahnya bisa tidak kita adil?).
Jadi mari kita yang utama lakukan adalah rekonsiliasi sistem Ekonomi-Politik
dengan melibatkan seluruh elemen idiologi dan kekuatan politik. Baik yang
ber-idiologi Agama, Sosialis, Sosdem dll. Jika ini saja tidak bisa berjalan,
seperti tindakan yang dilakukan terhadap mobilisasi masa (yang
mengatasnamakan islam) dalam mengecam komunisme, jangan lagi bicara
rekonsiliasi Hukum, kubur saja keinginan itu sambil menyimpan borok kita.
Rekonsiliasi prinsipnya tidak mengenal diskriminasi, bagaimana dengan
orang-orang Kominis yang masih banyak di luar negeri dan takut untuk pulang
ke Indonesia?
Jika hal diatas bisa dipecahkan, baru kita bicara rekonsiliasi hukum atau
rekonsiliasi dosa-dosa (bukan berbaikan dahulu), tetapi mari dan saya
mengharapakan millis ini menjadi pelopor untuk mengungkap dosa-dosa itu
mungkin sejak masa kolonial sampai sekarang, baru kita bicara keadilan.
Libatkan seluruh komponen masyarakat, tanpa membeda-bedakan Ras, Idiologi
dan kepercayaanya. Islam, Kristen, Cina, Budha, konghucu, cina, ambon.
irian, aceh, Kapitalis, komunis, sosialis, Sosdem, Pancasilais, Marhain,
humanis, Murbais dll. Baru bisa adil tanpa itu jangan bicara REKONSILIASI.
Bukan hanya dosanya tetapi juga jasanya, setelah itu mari kita sama-sama
REKONSILIASI tanpa ada ketakutan datangnya bahaya Leten (bahaya yang memang
sebenarnya tidak ada). Coba bung buka lagi hasil/rekomendasi beberapa
rekonsiliasi dari di Ciganjur, BALI dan Jogja terutama yang di BALI setahu
saya datanya masih tersimpan di data base Ditikcom, rasanya hasil-hasil
tersebut saja belum dijalankan.
setelah itu bicaralah tentang pemerataan ekonomi atau REKOMENDASI EKONOMI.
Saya pikir REKONSILIASI yang sebenarnya hanya ada di INTERNET.
Sekian.
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com