Ha...ha...ha..... (munafik)
Kasus gade-2-an
kasus suharto,
Kasus ORBA,
Kasus BANK BALI akhirnya cuma melepaskan Sahril dan menutup pengadilan
dengan lepasnya para maling
(apa ini juga dampak Rekonsiliasi?)

kasus..kasus..kasus...1000 X
pembunuhan...pembantaian...pencurian....perampasan...perkosaan
pemerasan..penghisapan...penganiayaan...monopoli...
korupsi........ akhirnya KOLUSI

dengan REKONSILIASI....
Rekonsiliasi CIGANJUR, Rekonsiliasi BALI, Rekonsiliasi JOGJA, Rekonsiliasi
SIDANG ISTIMEWA, Rekonsiliasi-Rekonsiliasi, miskin-miskin-miskin,
dollar-dollar-dollar, utang-utang ....amien
(maksudnya bukan amin rais lho, ha..ha..).

Bosen dengar kata REKONSILIASI, biar ngak dikatakan "buta nurani "
sama moderator jawab aja BOSEEEEN atau siapa sebenarnya yang tidak punya
NURANI?.
Ataukah kita hanya jadi bebek dari para elit politik ha...ha...
Sayang manusia di lahirkan kedunia punya otak tetapi ngak pernah dipakai,
mendingan ngak pada sekolah dan belajar aja sama rakyat kecil mungkin itu
lebih baik. Daripada sekolah di kepala kesimpulanya hanya ada satu jawaban
RERKONSILIASI. Atau mulai sekarang mari kita ramai-ramai berkata tutup saja
sekolah SOSPOL seperti orde baru dulu, jika kesimpulannya cuma kata
REKONSILIASI. Apakita harus belajar lagi berdemokrasi belajar berbeda,
belajar menerima kekalahan (kalah angka, "kalah taktik", lalu belajar untuk
menang dll) Ha..ha..ha...

Belajarlah anda sekalian dari perpecahan PDI? Ingat perpecahan akan
mengasilkan dua baik atau buruk dan akan terus seperti itu adanya. Bisa baik
tetapi bisa juga buruk. Seperti layaknya BISUL (kasus PDI mungkin bisul
kecil), BISUL BESARNYA lihat Indonesia sekarang ini selama di bawah
kekuasaan ORDE BARU inilah sisa-sisa peningalannya yang terus dipertahankan
oleh sisa-sisa ORBA sampai sekarang dan entah kapan akan meletusnya, ataukah
akan terus kita kompres yang juga tidak akan memecahkan penyakit tersebut,
karena kumannya banyak terdapat didalam bisul tersebut.

Dengan rekonsiliasi kita berusaha mendamaikan yang buruk dengan yang baik,
atau yang buruk dangan yang buruk (mungkin ini yang terjadi di Indonesia)
menyimpan maling dalam satu rumah, memelihara tikus dalam satu rumah, itulah
gambaran dari REKONSILIASI. Lalu saya bertanya kepada anda sekalian apakah
ada yang baik dari para elit politik kita?

MMA


----- Original Message -----
From: H.P. Martin Y. Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 06 Desember 2000 16:24
Subject: Re: [Kuli Tinta] ELIT POLITIK REKONSILIASILAH !


> Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi
> komentar ini bagus banget! bravo!
> ____________________________________________
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> Faculty of Economics, University of Indonesia.
>
> ----- Original Message -----
> From: Brahmanta <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, December 06, 2000 9:31 pagi
> Subject: Re: [Kuli Tinta] ELIT POLITIK REKONSILIASILAH !
>
>
> > Rasanya usaha rekonsiliasi ditengah kemelut pertikaian elit politik dan
> situasi
> > bangsa yang tidak menentu ini adala suatu
> > tindakan yang tepat dan bijaksana. Semangat dari rekonsiliasi adalah
> perdamaian,
> > membicarakan dan mendudukkan masalah dengan rasa perdamaian dan
> persaudaraan,
> > jadi bukan berarti membiarkan kejahatan atau ketimpangan terus
berlangsung
> di
> > negri ini.
> > Situasi yang sekarang terjadi sangatlah kabur antara benar dan salah,
> jahat
> > dan baik. Pertikaian di elit politik telah menunjukkan rasa ketidak
> sukaan,
> > kebencian, dan seonggok nafsu kekuasaan, serta etika berpolitik yang
> buruk.
> >
> > Kasus-kasus Bruenigate, Buloggate, dan gate-gate yang lain bukan sekedar
> alat
> > untuk menilai atau mengkritik presiden tapi cenderung sebagai alat untuk
> menggulingkan
> > pemerintahaan yang syah oleh sekelompok tertentu.
> > Siapapun yang menang tidak akan membuat bangsa ini menemukan kebenaran
dan
> hidup
> > tenang, karena pihak yang kalah akan balik menyerang dengan segala
caranya
> yang
> > dianggap benar.
> > Jadi, cara terbaik/bijaksana adalah mulai dengan membuka hati kita
> masing-masing,
> > mari tinggalkan segala kebencian, dan nafsu kekuasaan, dan mulai
> menyelesaikan
> > masalah dengan hati yang jernih dan damai. Karena dalam kebencian dan
hawa
> nafsu
> > tidak akan pernah melihat kebenaran, dan dalam setiap perikaian elit
> politik
> > maka rakyat kebanyakan yang akan menjadi korbannya. Mudah-mudahan dengan
> rekonsiliasi
> > kita dapat mencegah eker-ekeran yang tidak berguna dan segera mengatasi
> masalah
> > bangsa yang penting secara bersama-sama.
> > Atau adakah usaha yang lebih baik dari rekonsiliasi/perdamaian?
barangkali
> ditingkatkan
> > saja eker-ekeran selama ini?
> >
> > Salam,
> >
> >
> > http://www.link.net.id
> >
> > ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke