mengenai NSI, kalau tidak salah untuk semua Budhisme aliran Jepang sanghanya boleh menikah ya? kalau tidak salah peraturan ini dibuat oleh Kaisar Jepang untuk melemahkan budhisme di Jepang...bener gak sih?
--- In [email protected], "Mr_Five WenZ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Berarti dengan kata lain sudah waktunya aliran Maitreya (Yi Kuan Tao) dan NSI ditendang dari WALUBI dan tidak diakui lagi sebagai > bagian dari agama Buddha di Indonesia ? > Baguslah kalo begitu.... kalo gak berarti YM SHM just talking bullsh*t > hehehehe... :D > > > Best Regards, > > > YUNARTO GOH | Mr_Five `WenZ | > K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero > Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel.vithost.com/k-ayurveda > www.wenz.web.id/myblog/ | www.virtual-dalnet.com | www.sic.or.id > > > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, 21 December:39 AM > Subject: [MABINDO] Walubi: Anggota Sangha Tidak Boleh Menikah > > > Ketua Umum Walubi, SHM, dalam konferensi pers menyatakan bahwa seorang > bhiksu adalah harus menjalani kehidupan celibat yakni tidak berkelurga. > Dengan demikian, maka Ferry Surya Prakasa disimpulkan bukan seorang bhiksu > karena Ferry walau bergelar Rinpoche, telah beristri dan mempunyai anak. > > Demikian pula pernyataan dari Bapak Ponijan Liaw dalam konferensi pers > Forum Solidaritas Umat Buddha kemaren. Seroang bhiksu menjalankan Vinaya > 253 (sesuai vinaya Tantrayana) yang salah satunya adalah tidak menikah. > Walau bergelar Rinpoche, Rinpoche bukanlah harus seorang bhiksu. > > Ini bagus sekali. > Hal seperti ini dijelaskan dengan baik untuk mengklarifikasi > kesimpangsiuran yang ada. > > Pernyataan dari kedua organisasi ini adalah sama, yakni: ANGGOTA SANGHA > TIDAK MENIKAH. > > Tetapi apakah perbedaan dari kedua pernyataan tersebut? > > Pernyataan dari Forum Solidaritas Umat Buddha itu adalah kebenaran, > sedangkan pernyataan dari Walubi itu adalah mencari pembenaran. > > Untung bagi SHM bahwa ketika membuat pernyataan pers itu, tidak ada > wartawan yang paham soal Buddhism, sehingga mereka tidak bertanya lebih > jauh, "apakah benar bhiksu (anggota Sangha) dalam azas yang dipegang oleh > Walubi, tidak menikah?" > > Bukankah Walubi sendiri mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang anggotanya > menikah seperti Sangha aliran Maitreya dan juga Sangha-nya NSI? > > Kiranya dapat disimpulkan bahwa Walubi tidak taat azas. Untuk selamat dari > kasus Ferry ini, akhirnya Walubi menyatakan bahwa bhiksu (baca: anggota > Sangha) tidak menikah, dan jika menikah Walubi tidak mengakuinya. Akan > tetapi dibalik itu, Walubi mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang > anggotanya (baca: bhiksu) menikah. > > Bagaimana Walubi akan menjawab itu? >
