Yeee...dudul....masak lu gak tau sih riwayat Bung Satrio. kalau jaman dulu, waktu Orde Baru lagi kuat2nya, menjadi anggota AJI adalah sikap berbahaya, apalagi Bung Satrio (seingat saya) waktu itu menjabat sekjen AJI. Mau gak mau JO ya manut2 aja lah sama Soeharto dan Harmoko, kalau gak mau korannya ikut2an ditutup.
Beberapa koran lain seingat saya masih ada yang berani nekat: wartawan2 yang ikutan AJI gak lagi ditulis dalam credit box tapi masih boleh ngantor, kerja, dan terima gaji. Tapi itu gak banyak. Yang lain ya ikut2an kayak JO. -tri- On 11/12/06, godamlima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
GODAM TERUS JADI PEMBURUH WARTAWAN IJOH? hehehe,ternyata kau inih wartawan pecatan kompas tokh? nah..luh,barulah ketaukkan belangnyah, mengapah dikau memblow up, sesama manungsa yang kena pengcat??? tambah jeblog ajah..ente inih mas!! --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "Tri Laksmana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rupanya Kompas gak banyak berubah ya semenjak Bung Satrio dipecat 11 tahun > lalu karena bergabung dengan AJI? Karyawan yang "membandel" ya dipecat saja. > Kalau dulu diancam sama Harmoko dan Rezim Orde Baru ya kita mungkin bisa > mengerti lah, lha yang ini gak ada yang mengancam kok. > > -tri- > .
-- "Beneath this mask there is more than flesh. Beneath this mask there is an idea, and ideas are bulletproof." -V for Vendetta (2005 movie)
