Saya setuju dengan pelarangan film Xanana diputar di
JIFFEST itu. Dan sangat mengutuk penayangan Xanana di
Metro TV yang seolah-olah difigurkan sebagai
pahlawan..
Xanana memang (mungkin) pahlawan bagi sebagian orang
Timor-Timur. Tapi, ia tetap bekas PEMBERONTAK bagi
Indonesia. 
Cukup Indonesia mengakui kemerdekaan Timor Leste,
BUKAN terus memuja-mujinya. Bukankan itu sama saja
melempar kotoran ke muka sendiri, dan METRO TV sudah
melakukannya.  
Kenapa bukan dokumentasi para Tentara Indonesia yang
ditampilkan di layar kaca untuk sebuah penghargaan
bagi mereka, bagi anak, istri, orang tua yang
ditinggalkan mati saat menumpas pemberontak.
Ini bukan melulu membela tentara, tapi adakalanya
sebagai bangsa kita harus memiliki sedikit keguyuban.
Kesalahan tentara yang menyangkut pelanggaran HAM,
tetap harus dusut tuntas.
Keanehan bangsa ini laiinya adalah ada bekas
pemberotak/GAM yang jadi gubernur...ANEH!!!!

Adi.

 

--- radenayu asli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Aneh kalau Film mengenai Xanana dilarang diputar di
> JIFFEST. Kalau itu fakta, mengapa tidak?!
> Jangan-jangan ada unsur Orde Baru yang melarang.
> Bukankah Indonesia sebenarnya waktu itu menjajah
> Timor
> Timur? Karena menurut hukum dan sejarah, wilayah RI
> adalah semua wilayah Hindia Belanda, atau wilayah
> bekas jajahan Belanda. Padahal Belanda tidak pernah
> menjajah Timor Timur.Ini berarti Pemerintah Orde
> Baru
> sudah melanggar UUD 45 yang tidak membenarkan adanya
> penjajahan di muka bumi.
> 
> --- nini_sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > Xanana: Dibalik Sosok Sang Presiden
> > 
> > Film dokumenter A Hero Journey menimbulkan
> > kontroversi. Beredar rumors
> > bahwa film tentang Xanana Gusmao ini dilarang
> > diputar di acara JIFFEST,
> > karena beberapa adegan dan pernyataan di dalam
> film
> > itu dinilai
> > mendiskreditkan Indonesia.
> > 
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke