Orang secara sengaja menghina agama orang lain jelas cari musuh, seperti kata 
Anda. Tinggal tergantung kita mau ngeladenin orang tak waras dan ikutan gila 
atau enggak. Kalo Tuhan sendiri, saya haqul yakin, bergeming dengan 
urusan-urusan sepele gini. Ibaratnya seperti ketemu orang mabok di jalan. 
Baiknya dicuekin aja. Kalo dilayani, saya jadi bertanya-tanya yang lebih mabok 
sebetulnya siapa. 

Pengecut? Ada bedanya antara pengecut dan waras. Mau belagak berani tapi kaya 
kebo kecucuk hidung, ini namanya bukan jagoan tapi konyol. Silakan pilih mau 
yang mana :))

manneke


-----Original Message-----

> Date: Fri Apr 27 01:01:20 PDT 2007
> From: "kamsari sari" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [mediacare] Re: Saya tidak marah kalau ajaran agama saya dihina
> To: [email protected]
>
> Agama dihina, jelas marah dong. Yang menghina  agama orang itukan namanya 
> cari musuh.  Jadi bukan yang membela agama yang harus dihujat, tapi orang 
> yang suka menghina agama orang lain yang harus di'lurus'kan. Tolong balik 
> logika berpikir Anda. Bagi saya, orang yang berdiam diri saat agamanya 
> dihina, itu masuk kategori pengecut. Jelas.
> 
> tks
> kamsari
> 
> manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Karena 
> manusia suka merasa lebih ngerti tentang Tuhan daripada Tuhan sendiri. Merasa 
> lebih sebagai pemilik agama daripada Tuhan yang mengadakan agama-agama. 
> Merasa kurang pede sama Tuhannya sehingga ke mana-mana sibuk membela Tuhan 
> (secara tak langsung, merasa dia lebih jagoan daripada Tuhannya). Semuanya 
> cuma perasaan, tapi jadinya ke-geer-an.
>  
>  manneke
>  
>  -----Original Message-----
>  
>  > Date: Thu Apr 26 13:59:12 PDT 2007
>  > From: "Adiati" <[EMAIL PROTECTED]>
>  > Subject: Re: [mediacare] Saya tidak marah kalau ajaran agama saya dihina
>  > To: [email protected]
>  >
>  > kenapa ya..kadang atau mungkin bahkan sering,manusia suka membuat suatu 
> statement
>  >   atau pandangan yang bertolak belakang dengan ajaran2 agama (apapun 
> agamanya)
>  >   Bahkan melebih lebihkan dan mengada adakan hal yang sebetulnya TIDAK Di 
> ajarkan oleh agama masing2
>  > 
>  > loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  >           Saya ini ndak pernah marah kalau ajaran agama saya dihina, 
> paling2 
>  > berpikir yang menghina itu nggak tau aja. 
>  > 
>  > Sebab sangat mungkin dan wajar kok orang yang nggak tau ajaran agama 
>  > saya akan menjelek2-an keyakinan saya, walaupun mungkin cara 
>  > menghina dan men-jelek2-kannya cuma lewat dalam hati. 
>  > 
>  > Kalau ada orang yang menghina keyakinan saya secara terang2-an 
>  > (tidak disimpan dalam hati) lewat milis ini, wah saya malah seneng. 
>  > Sebab isi tanggapan penjelasan saya malah bisa dijadikan kesempatan 
>  > langka buat 'dakwah' ajaran saya di milis publik, he, he, he.
>  > 
>  > Ttp kalau ada yg mau marah karena keyakinannya dihina, silakan aja 
>  > marah2 :-). Cuma caranya yg bener: penghinaan dibalas penghinaaan 
>  > dong. Masak penghinaan dibalas pakai pisau dapur atau pake cllurit 
>  > rumput, 'kali ingin cabut nyawa orang lain dg mengatas-namakan Tuhan.
>  > 
>  > Gitu aja kok repot2.
>  > 
>  > Salam
>  > 
>  > --- In [email protected], Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  > >
>  > > Dasar orang Indonesia yg sdh dimetrai dgn Pancasila dan sila I. 
>  > Yang 
>  > > ngaku bukan siapa-siapa ini, ternyata penganut satu agama, tapi si 
>  > Mus 
>  > > itu ngakunyaNGAK beragama gitu lho. lalu anda yg merasa agamanya 
>  > dihina 
>  > > mau hina agama mana nih!!! Masih banyak orang dewasa tapi tdk 
>  > realistis 
>  > > nampaknya. Orang tak percaya itu ada dimana-mana, bukan hanya di 
>  > Amerika 
>  > > dan Eropa, di Indonesia dan di Mekahpun ada. Hanya di Indonesia 
>  > selain 
>  > > munafik, orang diharuskan mencantumkan agamanya di KTP di negara 
>  > > demokrasi ngak demikian. Di Indonesia orang yg ngaku beragama itu 
>  > belum 
>  > > tentu menjalankan ibadahnya, tapi juga ngak mau mencari kebutuhan 
>  > > rohaninya apalagi di agama lain. Orang seperti ini bisa fanatik 
>  > juga. 
>  > > Asal mendengar agama yg diwarisinya itu dicela dia langsung merasa 
>  > > terhina, padahal dia sendiri ngak pernah tahu isi ajaran itu sebab 
>  > dia 
>  > > ngak pernah merasa tertarik hal-hal rohani. Dia jadi fanatik hanya 
>  > > karena agama itu sdh menjadi identitasnya dan identitas 
>  > keluarganya 
>  > > turun temurun.
>  > 
>  > 
>  > 
>  >          
>  > 
>  >        
>  > ---------------------------------
>  > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
>  >  Check outnew cars at Yahoo! Autos.
>  
>  
>      
>                        
> 
>        
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
>  Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke