Memang kalau berdiam diri kala agama atau kepercayaannya dikritik (lebih dewasa daripada kata "menghina"), adalah kontraproduktif. Dia harus menjelaskan dengan sabar dan mendasar, mengapa ia percaya pada agamanya itu. Tak perlu marah. Umat Kristen yang dikritik "Menuhankan manusia" juga tak perlu marah, tetapi seyogyanya menjelaskan dengan sabar, mendasar, rational, mengapa dia mempercayainya itu.
Kalau umat Islam dikritik menyukai kekerasan, menebar kematian melalui teror, harus menjelaskan, bahwa adalah tidak benar yang dikatakan ini. Bahwa mereka yang memakai kekerasan, suka sweeping, tukang ledakkan bom, menutupi tempat ibadah umat lain, bukanlah umat Islam (entah umat apa ini). Apa yang dikatakan sdr Manneke adalah tepat. Tuhan yang menciptakan se-gala galanya (bagi yang mengimani ini), adalah diatas segalanya. Dan dengan sangat mudah mengatasi hinaan ataupun cercaan. Sang Pencipta yang akan membela ciptaanNya, bukan sebaliknya! Kalau anda marah, kalau kepercayaan anda dicerca, pada dasarnya, anda marah karena anda - melalui apa yang anda percaya - merasa dicerca. sama dengan kalau anda memiliki mobil usang yang mati mati terus, mogok, tak karuan, lalu dicerca orang lewat, anda akan marah. Mengapa? Karena ada keterkaitan antara mobil busuk itu dengan anda, coba kalau mobil busik yang dicerca adalah mobil orang tak dikenal yang tergelatak dipinggir jalan, lalu dicerca. Anda akan perduli? Jadi kemarahan anda, adalah dampak dari rasa ego anda, bukan kepahlwanan anda dalam membela kepercayaan anda. Sering terdengar ejekan pada patung Yesus: "Kok Tuhan pakai cawet, dan gak bisa apa apa disalib". Umat Kristen yang kebetulan mendengarnya akan merah kupingnya, tetapi, apakah Yesus sendiri kalau mendengar ini, akan marah? kalau dia marah, maka dia sama saja dengan manusia biasa, kalau dia memang layak diTuhankan, dia akan berada diatas kesemuanya ini.. Jelas? --- In [email protected], kamsari sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Agama dihina, jelas marah dong. Yang menghina agama orang itukan namanya cari musuh. Jadi bukan yang membela agama yang harus dihujat, tapi orang yang suka menghina agama orang lain yang harus di'lurus'kan. Tolong balik logika berpikir Anda. Bagi saya, orang yang berdiam diri saat agamanya dihina, itu masuk kategori pengecut. Jelas. > > tks > kamsari > > manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Karena manusia suka merasa lebih ngerti tentang Tuhan daripada Tuhan sendiri. Merasa lebih sebagai pemilik agama daripada Tuhan yang mengadakan agama-agama. Merasa kurang pede sama Tuhannya sehingga ke mana-mana sibuk membela Tuhan (secara tak langsung, merasa dia lebih jagoan daripada Tuhannya). Semuanya cuma perasaan, tapi jadinya ke- geer-an. > > manneke >
