hehehhee.. ada baiknya kalau saya tidak jawab satu per satu email yg kontra
dengan pendapat saya, karena hanya akan membuat lingkaran "setan" yg gak
akan ada habisnya, tapi saya akan coba membuat kesimpulan dari diskusi ini,
disertai oleh quote2 dari thread ini dan pertanyaan2 hanya untuk
memastikan... setelah pertanyaan2 tersebut dijawab, kita nyatakan bahwa
trhead ini telah selesai dengan hasil email terakhir tersebut.


1. Mahasiswa "dianggap" lebih dewasa, tapi kenyataannya mahasiswa
(Gunadarma) = siswa.

Quote:
>"Menurut saya ya karena memang masyarakat memang belum meletakkan
>mahasiswa sebagai makhluk yg dewasa, yg bisa menentukan dirinya sendiri.
>Masyarakat (termasuk mahasiswa)"

Lalu bagaimana dengan binus yg dapat menerapkan perpustakaan terbuka? Apakah
mahasiswa binus lebih dewasa dari pada mahasiswa gunadarma, sehingga binus
berani mengambil risiko untuk membuka perpus terbuka?

Lalu bagaimana kita menanggulangi hal ini, yaitu menjadikan mahasiswa
Gunadarma menjadi "dewasa"... Apakah kita berdiam diri dan "let the
nature takes its course"?

Apakah ini jawaban untuk pertanyaan diatas?
>Yang bisa merubah itu hanya mahasiswa itu sendiri (plus akibat dorongan
>masyarakat). Itu resep satu-satunya 8-)
>Salahnya yg tak mau berubah ,lha udah dewasa 8-) nanti toh mereka sadar
>sendiri.

2. Pihak kampus (Gunadarma) tidak bertanggung jawab atas qualitas pendidikan
yang diterima oleh mahasiswanya.

Quote :
>Selama kita masih menitik beratkan bahwa hasil pendidikan itu adalah
>"tanggung jawab kampus", maka kita masih meletakkan mahasiswa=siswa, lha
>sekarang aja siswa level SMK udah mulai dididik ala "belajar mandiri",
>masak mahasiswa masih mengharap dididik tidak secara mandiri.

Lalu dimana peran kampus dalam memberikan pendidikan yg baik dan
berkualitas?

3. Pihak kampus tidak dapat merubah budaya membaca mahasiswa.

Quote:
>Mengharap sekolah, KepPres, UU, dsb utk merubah budaya membaca, itu adalah
>hal mustahil.  Kalau anda berharap budaya baca itu timbul karean telah
>banyaknya buku, ini sama dengan yg disebut dg "Mitos Guttenberg" 8-)


4. Pihak kampus tidak dapat merangsang mahasiswa untuk pergi ke
perpustakaan.

Quote:
>Nggak janji deh, lha udah dikasih paper, siap difoco copy, buku ada aja
>masih sedikit yg ngejalanin tugas 8-) Memberi tugas, yg bukunya ada di
>perpus, akan membuat mahasiswa ke perpus ?? ilusi deh kayaknya.
>Memang sepertinya sadis banget kedengarannya, tapi itu kenyataan.  Saya
>sudah mengajar di GD lebih dari 10 tahun khan 8-)

Apa betul dosen tidak mempunya peran sama sekali?

5. Pihak kampus tidak dapat memberi "pecutan" (rangsangan untuk belajar)
untuk mengembangkan diri mereka.

Qoute:
>Membiarkan sistem seperti "pecutan" berarti membiarkan mahasiswa terlena
>tidak untuk menjadi dewasa, ini sebetulnya lebih berbahaya.

Berarti lebih baik kampus (Gnadarma) tidak memberi pecutan kepada
mahasiswanya karena "berbahaya", begitu?

6. Alumni adalah bagian dari sistem kampus.

Quote:
>Alumni sendiri dalam konsep sivitas akademika termasuk dalam komponen
>sistem pendidikan tinggi.  Lha UI saja sering dibantu oleh ILUNI-nya
>(dalam hal dana, proyek dsb), ITB juga begitu (berapa proyek yg diberikan
>oleh alumni ke ITB).

Pertanyaannya adalah seberapa jauh alumni "masuk" dalam sistem kampus? Kalau
saya jutawan saya juga bisa ngasih uang dan saran (sebagai bagian dari
sistem kampus)... tapi bukan berarti ikut ke lapangan dan "angkat pacul"
kan?.. :)).... atau nanti malah dibilang... "ahhh.. bisanya cuma ngasih
duit/proyek doank... tapi gak ikut bantu ke lapangan..." :))

Comment dikit nih... hihihihihi... kaya Bapak ngga tau aja... kalo yg
namanya proyek itu sudah melibatkan uang, dan kata uang itu mempunyai arti
yg lebih luas dari sekedar alumni, sistem, Uni. dll... :))

Pertanyaan terakhir adalah, apa sebenarnya misi dan visi Gunadarma, dari
sini kita bisa tau semua... jika memang "kondisi Gunadarma yg sekarang ini"
sesuai dengan misi dan visi nya, ya apa boleh buat... :)


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke