On Thu, 12 Jun 2003, bho wrote: > > Dan satu lagi, Anda melihat diskusi ini dalam posisi dikhotomi > > "pro-kontra" apalagi anda menganggap seperti pencapaian suatu kemenangan > > (win-win, win-loose dsb). Sehingga menyebabkan, setiap komentar yg tidak > > cocok (atau tidak yg seperti Anda harapkan) dianggap sebagai kontra. > > > > Ini bukan diskusi politik demi kemenangan partai khan. Saya lebih melihat > > diskusi seperti "brain storming" masing-masing pihak melengkapi cara > > pandang keseluruhan (jadi belum tentu tidak sama dg yg kita harapkan > > berarti kontra dg kita). > ---------------------------------------------------- > menurut F.Covey dalam bukunya, setiap orang memiliki paradigma yg berbeda > berdasarkan latar belakangnya masing2x,
Latar belakang ini termasuk kepentingan, kesepakatan nilai, dan social construction yg ada termasuk "simbol dan bahasa" yg digunakan. BTW paradigma itu sendiri tidak selalu tetap (Kuhn) ada istilahnya paradigm shift. Dalam hal ini saya menggunakan definisi paradigma sebagai : yaitu pola pandang menyeluruh secara konseptual, yang terdiri dari teori formal, eksperimen klasik, dan metoda yang dapat dipercaya. Ilmuwan biasanya menerima suatu paradigma dan mencoba memperluas jangkauan dengan cara memberbaiki teori, menjabarkan data penelitian, membuat pengukuran lebih akurat, Seringkali hal ini menghasilkan anomali yang mendorong keterbatasan dari paradigma yang digunakan atau bahkan menimbulkan kontradiksi. Pergantigan dari kosmologi Ptolemaic yang heliosentris dan perubahan dari mekanika Newton menjadi mekanika kuantum merupakan contoh dari pergeseran paradigma ini. Setiap paradigma menjadikan seseorang memiliki cara melihat masalah, cara memecahkan masalah yg berbeda. > namun ada satu yg menarik yg dikatakan oleh Covey, yakni mengenai Circle of > Concern and Circle of Influence, Ada satu hal yg menjadi kendala dalam pemikiran "Covey" ini yaitu yg dalam bahasan filsafat disebut "resolution problem", yaitu sampai di batas mana seseorang termasuk Circle of Concern dan Circle of Influence. Sebagai contoh, ketika terjadi suatu perubahan di masyarakat yg sifatnya "morphogenesis" (bersumer dari chaotic), antara circle of concern dan circle of incluence menjadi berhimpitan. > nah dari diskusi ini saya melihat, kita berbicara semuanya (sampe emosional > bijini..) dalam circle of concern, dimana di ruang itu kita tidak bisa > mempengaruhi (dalam hal ini mahasiswa), sehingga semua hanya fokus ke sini > tanpa bisa membenahi... > kecuali... Ya Mahasiswa itu sendiri (siapa mereka,... saya 18100018 dan > lain-lain...), tapi disinipun saya hanya bisa fokus ke circle of influence > saya, dimana lebih ke hal pribadi... bukan seluruh mahasiswa... > Pertanyaan saya kenapa kita lebih fokus ke Circle of Influence kita, misal > sebagai dosen, administrasi... (silahkan explorer sendiri apa yg menjadi > circle of influence.. karena kisanaklah yg lebih tahu..), Saya pribadi dalam perubahan masyarakat lebih menyukai perubahan ala "morphogenesis" (istilah ini seingat saya dikeluarkan pertama oleh Turing, dan makin sering digunakan oleh Steven Johnson di bukunya Emergence, dan oleh Rushkoff). Sehingga kita tidak terkungkung oleh batasan saya berada di pihak "Influence" atau saya di pihak "Concern". > mungkin analoginya kalo Pemerintahnya sering mengeluhkan rakyatnya karena > malas membaca, malas bekerja, bodoh dst... > dan rakyat mengatakan pemerintah hanya bisa narik pajak tapi nggak pernah > merhattin kita... > dilain hal membandingkan ketika pemkot (mis DKI) ke Jepang, dan > membandingkan kalo "hebatnya" rakyat disono spt ini, dst ; dimana fokus > mereka hanya pada Circle of Concern, sampe kapanpun nggak bakalan dech > begune tuch hasil studi banding, dan malahan ngabisin duit gue (kata rakyat > yg rajin bayar pajak..:-p).. Kalau saya lebih suka membandingkan antar dua negara ketika mereka sedang dalam tahapan yg sama (artinya bukan Jerman saat ini, tapi ketiak Jerman akan maju dan dalam situasi seperti Indonesia). Kalau kita hanya membandingkan saat ini, maka kita hanya bisa "ngiler" dengan fasilitas mereka) Nah bagaimana mereka itu bisa menjadi kondisi saat inilah yang perlu dipertimbangkan. MElakukan studi banding saat ini tanpa melihat ke "sejarah" bagaimana mereka mencapai kondisi saat ini sama aja boong, makanya banyak "studi banding" yg kurang memberikan hasil IMW * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
