>
> > disertai oleh quote2 dari thread ini dan pertanyaan2 hanya untuk
> > memastikan... setelah pertanyaan2 tersebut dijawab, kita nyatakan bahwa
> > trhead ini telah selesai dengan hasil email terakhir tersebut.
>
> Menjadi memutar.mutar karena pada dasarnya anda tetap tak menerimabahwa
> salah satu penyebab policy itu adalah kondisi mahasiswa, simple koq.
> Kalau Anda menerima hal ini, mungkin tidak menjadi mutar-mutar
>
> Dan satu lagi, Anda melihat diskusi ini dalam posisi dikhotomi
> "pro-kontra" apalagi anda menganggap seperti pencapaian suatu kemenangan
> (win-win, win-loose dsb).  Sehingga menyebabkan, setiap komentar yg tidak
> cocok (atau tidak yg seperti Anda harapkan) dianggap sebagai kontra.
>
> Ini bukan diskusi politik demi kemenangan partai khan. Saya lebih melihat
> diskusi seperti "brain storming" masing-masing pihak melengkapi cara
> pandang keseluruhan (jadi belum tentu tidak sama dg yg kita harapkan
> berarti kontra dg kita).
----------------------------------------------------
menurut F.Covey dalam bukunya, setiap orang memiliki paradigma yg berbeda
berdasarkan latar belakangnya masing2x,
namun ada satu yg menarik yg dikatakan oleh Covey, yakni mengenai Circle of
Concern and Circle of Influence,
nah dari diskusi ini saya melihat, kita berbicara semuanya (sampe emosional
bijini..) dalam circle of concern, dimana di ruang itu kita tidak bisa
mempengaruhi (dalam hal ini mahasiswa), sehingga semua hanya fokus ke sini
tanpa bisa membenahi...
kecuali... Ya Mahasiswa itu sendiri (siapa mereka,... saya 18100018 dan
lain-lain...), tapi disinipun saya hanya bisa fokus ke circle of influence
saya, dimana lebih ke hal pribadi... bukan seluruh mahasiswa...
Pertanyaan saya kenapa kita lebih fokus ke Circle of Influence kita, misal
sebagai dosen, administrasi... (silahkan explorer sendiri apa yg menjadi
circle of influence.. karena kisanaklah yg lebih tahu..),

mungkin analoginya kalo Pemerintahnya sering mengeluhkan rakyatnya karena
malas membaca, malas bekerja, bodoh dst...
dan rakyat mengatakan pemerintah hanya bisa narik pajak tapi nggak pernah
merhattin kita...
dilain hal membandingkan ketika pemkot (mis DKI) ke Jepang, dan
membandingkan kalo "hebatnya" rakyat disono spt ini, dst ; dimana fokus
mereka hanya pada Circle of Concern, sampe kapanpun nggak bakalan dech
begune tuch hasil studi banding, dan malahan ngabisin duit gue (kata rakyat
yg rajin bayar pajak..:-p)..

jadi balik lagi fokus ke Circle of Influence, selanjutnya kembangkan terus
sampai Circle of Concern menjadi bagian dari Circle of Influence kita... ;
walhasil jadi ada dech gunenye kita sekolah tinggi2x, bisa belajar
menghargai hal yg terkecil sekalipun, positive thinking, dst... (mohon
mangap kalo ada yg kesindir... namanya juga iseng2x nungguin maen bola
dikantor)


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke