> Latar belakang ini termasuk kepentingan, kesepakatan nilai, dan social
> construction yg ada termasuk "simbol dan bahasa" yg digunakan.  BTW
> paradigma itu sendiri tidak selalu tetap (Kuhn) ada istilahnya paradigm
> shift.
----------------------------------------------------
kang mas Franklin Covey, emang menyinggung kok, dan bahkan dia menyarankan
sekali utk mengembangkan setiap paradigma, jadi tidak membuat kita "diam"
dng paradigma kita terus...(dalam versi trainingnya disitu dia memberikan
secara details bijimane bahkan dalam versi gamesnya.. jadi menurut saya si
Covey itu emang tidak sempit kok paradigmanye),
ato emang saya salah baca... sambil garuk2x kepala, wah mohon mangap
kalo-kalo saya malah salah bacanya... abis basa ing gris sik, jadi mis
anderstud dech..,

> > namun ada satu yg menarik yg dikatakan oleh Covey, yakni mengenai Circle
of
> > Concern and Circle of Influence,
>
> Ada satu hal yg menjadi kendala dalam pemikiran "Covey" ini yaitu yg dalam
> bahasan filsafat disebut "resolution problem", yaitu sampai di batas mana
> seseorang termasuk Circle of Concern dan Circle of Influence.
---------------------------------------------------------------------
IMHO, saya tidak ingin membatasi "covey" dng memberikan batasan circle of
concern & influence sampe berhimpitan spt di KRL, namun saya akan lebih
cenderung memperlebar circle of influence saya dengan segala sesuatu yg
"dapat" saya lakukan, dan kembali fokus ke influnce ketika "sangat jelas"
pada diri saya bahwa saya tidak bisa mempengaruhi circle of concern (contoh
nyata, proses pemilu Sutiyoso yg menjadi circle of concern saya, dimana saya
tidak memiliki satu kekuatanpun utk menghentikan proses itu, kecuali ;
Demo... krn saya memiliki circle of influence utk menciptakan demo disini).
Imho satu hal yg positp, kita diminta utk focus ke circle of influence kita
shg menjadi lebih produktif, dng tidak "menjudge" org dng pikiran kita shg
tidak mudah frustasi bijitu...
covey, mengatakan 1+1 tidak = 2, namun 1+1 = 3, makanya win-win solutions
(salah satu yg disinggung) memang bertujuan
utk "mari-mari kita sama2x membangun", artinya 1 kepala+1 kepala = bisa
muncul 3 ide ataw bahkan puluhan ide..
samalah dng konsep si Linus yg ngebuka sourcenya..

>
> Saya pribadi dalam perubahan masyarakat lebih menyukai perubahan ala
> "morphogenesis" (istilah ini seingat saya dikeluarkan pertama oleh Turing,
> dan makin sering digunakan oleh Steven Johnson di bukunya Emergence, dan
> oleh Rushkoff).  Sehingga kita tidak terkungkung oleh batasan saya berada
> di pihak "Influence" atau saya di pihak "Concern".
------------------------------------------------------
wah saya justru tidak merasa dibatasi tuch dng pihak2x influence ataw
concern..
malah memudahkan saya utk dpt lebih fokus, dan nggak cepet frustasi...
karena diluar wewenang...

ps; moga2x saya bukan termasuk mahasiswa yg ngeyel yak... :))




* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke