Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum Wr.Wb.
2 ) Kunci Sukses kedua adalah " TAQWA " ( Pada sambungan ayat selanjutnya disebutkan : " Wattaqullaaha,Innallaaha samii'un 'aliim " Dan bertaqwalah kamu pada Allah,sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.". Apa itu taqwa,dan siapakah mereka yang disebut orang-orang yang bertaqwa ?Dan bagaimana caranya,agar kita sampai pada derajat tingkat taqwa tersebut.lantas,apa balasan,atau hadiah apa yang kita raih dari ketaqwaan tersebut ?. Pembahasan inipun akan memakan waktu yang cukup panjang juga,kita coba meringkas sebisanya. Kata taqwa menurut Syara' memelihara dari sesuatu yang merusak,atau melukai. Ada bait Arab, yang kira-kira artinya begini : " Menjaga ( memelihara ) dari jatuh sakit,jauh lebih baik ketimbang mengobatinya dengan susah payah,walaupun dokter yang akan mengobatinya cukup canggih dan selalu ada siap sedia di samping kita ". == Beberapa defenisi taqwa menurut para ulama. Sangat banyak sekali para sahabat dan ulama mendefenisikan arti kata taqwa ini.Dan pada hakikatnya,setelah penulis teliti,hampir keseluruhannya benar,karena,betapa banyaknya kata taqwa ini tercantum dalam al Qur'an,dan mengandung makna yang berbeda,tetapi masih tetap dalam satu akar kata yang tujuannya tetap sama.Mari kita lihat beberapa pendapat saja. 1 ) Menurut Imam Ali ra : " Taqwa adalah,suatu bentuk ketakutan pada Allah SWT,dan dengan berbuat segala amalan yang disuruh dalam AlQur'an,menjauhi larangannya,serta Ridha dengan ketetapan Allah yang diberikan pada kita,meskipun sangat sedikit nikmat yang diberikan itu,juga mempersiapkan diri untuk bekal di hari akhirat kelak ". 2 ) Ibnu Abbas mengatakan : " Orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang selalu mawas diri pada Allah SWT beserta iqab ( balasan-balasannya ),dengan meninggalkan segala laranganNya,mengharapkan rahmat Allah,dan selalu membenarkan apa saja yang datang dariNya ". 3 ) Imam Al Hasan Al Basri mengatakan : " Orang-orang yang bertaqwa adalah ,mereka yang selalu memelihara diri dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah ta'ala,dan selalu menunaikan kewajiban yang diperintahkanNya,dan senantiasa,orang yang bertaqwa itu,selalu dalam ketaqwaannya,sehingga ia selalu meninggalkan kebanyakan yang halal ( mubah ) sekalipun,karena takut jatuh kepada haram.". Mungkin yang dimaksudkan disini,segala sesuatu yang mubah,atau boleh kita makan,kita pakai,dan sebagainya itu,namun jangan sampai berlebih-lebihan,karena berlebihan itu dilarang oleh agama , seperti makan durian hukumnya halal , tapi kalau kebanyakan bisa membuat mabuk,dan kita lupa diri,lupa shalat,dan lupa mengingat Allah. Berdiskusi itu baik,tapi kalau sudah jatuh pada saling mencerca,menghina,mengejek,berburuk sangka ,dan sebagainya itu justru akan merusak persaudaraan sesama muslim,maka akan jatuh pada dosa dan hal-hal yang dilarang oleh Allah begitulah selanjutnya segala amalan,perkataan ,atau apa saja,kita di tuntut untuk bersikap sederhana,khawatir akan jatuh pada hal-hal yang justru dilarang oleh Allah ta'ala. Ingat kisah tiga orang sahabat yang ditegur oleh Rasulullah,karena sibuk beribadah sepanjang waktu,sementara lupa akan kewajibannya pada manusia lainnya ,lupa bahwa di diri kita,di harta kita ada hak-hak orang lain pula terhadap kita ". jangan keasyikan belajar, beribadah ,lupa bahwa didiri kita ada hak-hak orang lain,yang butuh perhatian kita, ilmu kita , siraman kasih sayang kita. Keasyikan makan enak, bangun rumah, bisnis sana � sini,lupa bahwa di harta kita ada hak-hak fakir miskin. Dan begitulah seterusnya,selalulah ingat dimana saja dari anggota tubuh kita ada haknya. Mata,telinga,kaki, haknya juga diberi istrirahat dan tidur. Hati,ruhani , jasad , kita haknya juga diberi siraman agama. 4 ) Imam Abdullah bin Mas'ud mengatakan : " Taqwa adalah,mematuhi Allah ta'ala ,dan tidak mengingkariNya,selalu mengingatNya,dan tak pernah lupa,selalu bersyukur padaNya,dan tidak pernah Kufur, segala macam kufur,apakah itu kafir beneran,atau kafir,atas nikmat Allah SWT ". Masih ada puluhan pendapat lagi,tapi kita cukupkan beberapa pendapat diatas saja. Kalau begitu , apa sebenarnya hakikat taqwa itu ? Setelah kita lihat beberapa defenisi diatas,ada bayangan di otak kita.mari kita lihat hakikat taqwa yang lebih dekat lagi,sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda : " Tidak akan sampai derajat seorang hamba itu pada " orang-orang muttaqin ",sampai ia benar-benar meninggalkan , " apa-apa yang tidak apa-apa " dan sangat sederhana dalam hidupnya,pantulan mawas diri,jatuh pada apa yang melalaikannya ". Hakikat taqwa,tergantung dari mengerjakan segala sesuatu, hendaklah mengerjakannya dengan ilmu, bukan sekedar beramal,tanpa berilmu.Atau beramal,tapi tergesa-gesa . Oleh sebab itu,orang-orang yang bodoh,tidak akan pernah mengetahui,apa itu hakikat taqwa,dan bagaimana agar sampai derajat taqwa pada Allah SWT,karena apa ?. karena kejahilannya pada apa-apa yang diperintahkan oleh Allah ta'ala,serta apa-apa yang dilarangNya ,apa yang dimaksud syaria't agama ini. Betapa banyaknya manusia jatuh pada sikap terlalu ekstrim pada agama,pandangan terlalu sempit, bahkan banyak pula yang terlalu menganggap agama ini enteng dan ringan sekali, padahal maksud agama itu belum ia ketahui benar.Biasanya,orang-orang seperti itulah yang beramal tanpa berilmu.Padahal Allah sudah jelas-jelas menegaskan dalam kitabNya : " Dan kami jadikan kamu suatu ummat yang bersikap pertengahan ". __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

