Ass. wr. wb

Dunsanak Zulkifli yang saya hormati

> Dunsanak MII yang ambo hormati !
> Ambo indak parnah malarang urang untuk mamposting apopun bentuknyo salain
> yang isinyo mangarah kapado pelecehen agamo Islam, kalau memang ambo
> kamalarang indak ado pulo kuaso untuk itu diambo doh.

Syukurlah kalau begitu, berarti anda bukanlah orang yang ingin menang
sendiri, tidak menganggap orang lain dengan curiga dan selalu apriori. Kalau mengenai 
pelecehan
memang agak sulit untuk menghakimi apalagi secara sepihak. Buktinya antar
mazhab saja dalam satu agama, satu sama lain saling menyatakan berdosa.

>
> Adapun maksuik ambo untuak mangirimkan posting nan dikecekan pak Wady spam
> ko adolah dalam rangka mencari kebenaran yang sebenar-benar kebenaran,
> sasuai jo keimanan nan ambo yakini nan berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah
> Rasulullah SAW.
>
> Ambo manyukoi perdebatan !, tetapi perdebatan dalam rangka memecahkan
> masalah serta persoalan nan ambo lemparkan.

Tidak semua perdebatan selalu akan diakhiri oleh terpecahkannya persoalan,
ada banyak persoalan yang didiskusikan tapi solusinya tidak selalu dapat
diterima oleh kedua belah pihak. Kenyataan menunjukkan bahwa perdebatan
tidak selalu dapat diselesaikan dalam waktu sekejap malahan seringkali
memakan waktu beberapa generasi serta melibatkan begitu banyak pemikir yang
memiliki berbagai latar belakang. Jadi jangan harap dunsanak Zulkifli bahwa
perdebatan ini akan dapat diselesaikan dalam waktu hitungan hari atau bulan
dan juga harus diingat juga bahwa perdebatan ini tidak dapat kita selesaikan
berdua. Jangan sekali-sekali menganggap suatu perdebatan ada si pemenang dan
si kalah karena biasanya yang menang adalah hikmah yang muncul dari
perdebatan itu.

>
> Ambo meleparkan permasalah atau issue strategis setelah issue pemurtadan,
> yaitu issue JIL dan FLA, ambo alun mangklaim dan manyatokan kepadao urang
> palantako bahwa paham ko adolah sasek !, tetapi ambo mainginkan wacana
> terhadap paham ko dari urang palanta umumnyo atau wacana yang pro terhadap
> pahamko seperti MII, pak Wady dan dunsanak Yulmizar nan alah bereaksi
> terhadap posting ko, tapi disayangkan konter dan nadanya tidak enak, indak
> sarupo nan ambo harokkan, yaitu nan ambo harokkan adolah tanggapan dan
> penjelasan seperti tanggpan yang dilakukan oleh "Hartono Ahmad Jaiz dan
Agus
> Hasan Bashori" terhadap FLA ko.

Karena bantahan ini datang bukan dari diri dunsanak Zul seorang, maka jawaban yang
mungkin akan diberikan akan berupa tulisan-tulisan dari yang pro ke FLA
(yang menamakan dirinya muslim liberal)

>
> Marilah dalam hal ko kito bersikap dewasa, sehingga kita mendapatkan
> kebenaran yang hakiki !.
> Karena, sebagai seorang muslim adalah merupakan kewajiban untuk menjaga
> kemurnian dan sterilitas akidah Islam dari segala noda yang mengotorinya.

Mengenai yang ini kita berbeda dunsanak Zul, saya punya persepsi bahwa saya
tidak akan pernah merasa kapan saja dalam hidupku untuk menganggap bahwa
keyakinan saya akan sesuatu bersifat final. Saya selalu sadar bahwa
keyakinan-keyakinan saya harus selalu saya anggap sebagai bersifat tentatif,
selalu siap untuk direvisi dan direvisi lagi, sejalan dengan pertambahan
wawasan dan ilmu yang saya miliki serta dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

> Allah berfirman dalam Al-Qur'an "Kami yang menurunkan atau mewahyukan
> Al-Qur'an, dan kami pula yang memelihara atau menjaganya". Menurut tafsir
;
> dalam hal ini Allah mengatakan "kami", ini bermakna bahwa; Allah
menurunkan
> atau mewahyukan Al-Qur'an dengan melibatkan Jibril, sedang di dalam
> memelihara atau menjaganya Allah juga melibatkan manusia yang mukmin untuk
> menjaganya atau memeliharanya dengan izin dan kehendaknya. Mungkin inilah
> yang menyebabkan ambo untuk mempostingkan "Pembahasan FLA" ko, karena
> sedikit terganggu oleh cara-cara orang penyusun tersebut seolah-olah akan
> merevisi wahyu Allah atau Al-Qur'an. Memang usaha ini belum sampai kesitu
> tetapi fikih yang dibuat jelas-jelas tidak berdasarkan kepada Al-Qur'an
?!.

Disarankan kepada dunsanak Zul untuk lebih mendalami apa-apa yang ditulis
oleh para penyusun FLA untuk mencari maksud hakiki dari penulis dengan tidak
menyikapi diri dulu dengan rasa apriori, curiga serta merasa betul sendiri.
Itu hanya saran dari saya. Saya sendiri juga belum dapat menerima 100%
apa-apa yang disamapaikan oleh penulis FLA, tapi bukan berati tulisannya itu
bernilai 0 akibat saya yang tidak yakin 100% tsb. Mungkin waktu yang akan
dapt mengubahnya, menjadi 100% bulat atau malahan turun menuju ke 0%. Jadi
tidak bisa langsung kita ketahui hitam putihnya dalam waktu yang singkat
apalagi pengetahuan ke agamaan kita baru seumur jagung.

>
> Dunsanak MII !, Al-Qur'an diturunkan adalah sebagai dasar hukum untuk
> membuat hukum !, sekarang hukum yang dibuat berlawanan dengan dasar hukum
> (yaitu Al-Qur'an) !. Ini berarti Peraturan Pemerintah (PP) yang dibuat
> berlawanan dengan UUD pada suatu negara !.
>
> Adapun hukum yang boleh difatwakan atau dilakukan ijtihat adalah
hukum-hukum
> yang tidak tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadist. Dilihat sepentas lalu FLA
> telah membuat hukum yang telah ada hukumnya di dalam Al-Qur'an !. Ini kan
> sama dengan merevisi Al-Qur'an !.

Sepengetahuan saya ada banyak ayat-ayat dalam Al Quran yang tafsirnya masih
memakai pengetahuan yang dulu sehingga ada kemungkinan untuk direvisi jika
ada perkembangan ilmu pengetahuan.
Misalnya surah Ar Rahman ayat 37 yang berbunyi "maka apabila langit terbelah dan 
menjadi mawar merah seperti (kilapan) minyak"
Kalau kita memakai ilmu pengetahuan yang lalu (sebelum teleskop Hubble , yang dikirim 
NASA) kita akan meraba-raba arti dari ayat tersebut. Tapi setelah teleskop Hubble yang 
dapat memotret suatu gambar yang berupa mawar merah (kilapan minyak) nun jauh disana 
di luar angkasa yang menurut ahli fisaka Stephen Hawking, gambar yang berupa mawar 
merah itu adalah suatu ledakan terciptanya suatu bintang yang telah terjadi beberapa 
milyar tahun cahaya yang lalu. Ary Ginanjar seorang pakar pengajar ESQ (emotion 
spiritual quotient) yang banyak memakai ayat-ayat Al Qur'an dalam pengajarannya 
menghubungkan surah Ar Rahman ayat 37 dengan kejadian atau teori big bang Stephen 
Hawking.


Wassalam
MII

>
> Itu manuruik ambo ! Baa pulo manurut dunsanak !
> Z. Rangkayo Mulie
>
> ----- Original Message -----
> From: "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, October 17, 2004 11:48 PM
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Balaslampu - eh, Balaspemi!
>
>
> > Kalau dek ambo tabuka sajo, padialah inyo (Zulkifli) mangamukakokan
> pandapek
> > atau pandepak dari urang yang inyo satujui, tapi inyo indak buliah pulo
> > malarang urang mampostingkan pandapek yang barlawanan jo inyo.
> >
> > Jadi tingga dek si Wady mangumpuakan posting ya pro ka Paramadina.
> >
> > Salam
> > MII
> >
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke