Ibu Rahima yang saya hormati, Sungguh kita harus menyadari dulu bahwa setiap orang memiliki kemampuan otak yang berbeda-beda. Tak semua orang bisa seperti Pak Agus Salim, Imam Bukhari, atau dan lainnya dalam soal kemampuan berbahasa dan bermemori. Apalagi buat kita yang dibesarkan dan memiliki bahasa nasional bukan bahasa ibu. Sungguh kasihan sekali jika bahasa arab harus menjadi kurikulum wajib di sekolah kita. Belajar islam Yes! Belajar bahasa arab juga yes, karena merupakan pintu buat masuk ke studi-studi islam. Belajar ke Jepang adalah metode yang paling pas dalam hal ini. Mereka menterjemahkan semua buku acuan ke dalam bahasa Jepang agar dimengerti oleh masyarakat mereka. Persentase yang menguasai bahasa asing penduduk Jepang tidaklah terlalu besar. Demikian dulu Ibu Rahima , mohon maaf atas kelancangan saya bersuara DB Mantari Sutan
Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda : " Sesungguhnya segala amalan itu dimulai dari niat, dan segala sesuatu itu diperdapat sesuai dengan niatnya, maka barang siapa hijrahnya karena atau untuk jalan Allah, maka kelak ia akan mendapatkannya, maka barang siapa yang niat hijrahnya untuk perempuan yang akan ia nikahi, maka kelak ia akan mendapatkan perempuan itu". Jadi dalam hal ini, da Sutan Sinaro tidak salah dalam mengingatkan secara tak langsung kepada kita semua, juga kepada "Bapak presiden kita SBY".Bukan kategori berburuk sangka, karena saya percaya sekali, apa yang disampaikan oleh Bapak SBY sudah cukup jelas akan niat beliau dalam memahami belajar bahasa Arab tersebut. Berburuk sangka itukan, mengatakan sesuatu yang tidak dikatakan, atau dilakukan oleh orang itu sendiri. Yang tidak jelas bagi kita, kita katakan jelas, begini dan begitu. Namun, apa yang disampaikan oleh mak Asmardi, juga mak Darul, benar juga. Yah,..terkadang kita secara"terpaksa" memberikan anak kecil mainan agar ia begini dan begitu, memberikan seseorang hadiah, atau membiarkan ia melakukan apa yang dia inginkan dahulu, ikuti dulu kemana arahnya melangkah, tanpa sedikitpun kita terlena dalam mengawasinya. Dulu juga pertama sekali belajar, kita seakan-akan dipaksakan untuk menghafal AlQuran, Fhisika, Biologi, dst. Namun lama kelamaan kesadaran itu datang dengan sendirinya. Bila hidayah Allah akan datang, tiada siapapun dapat menghalanginya. Niat itu bisa berubah dipertengahan jalan, dan itu sah-sah saja. Asal jangan bermula dari niat yang baik, kejelek, sebaiknya niatnya tujuan duniawi, bisa sekaligus ukhrawi. Sekali berjalan dua tiga pulau terlampaui. Sama saja dengan kita bila mengucapkan : "Selamat pagi", " good morning", "Shabahal khairi".Kalau kita ucapkan ini, maka sah-sah saja, namun pahala ibadahnya buat akhirat kagak ada. Lain bila kita ucapkan "Assalamu'alaikum", dapat duania dan akhirat,dapat pahala juga. Begitupun seseorang suami atau siapa saja, bila bekerja hanya dengan niat buat cari uang, buat makan,buat kaya, buat jadi termashur, dsbnya.. bukan untuk niat memenuhi perintah Allah, karena nafkah adalah tanggung jawab yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala, maka duit, jabatan, harta akan dia dapatkan, namun pahala untuk akhiratnya tidak didapatkannya. Jadi bapak Prisiden atau kita sendiri mau yang mana dalam setiap langkah yang kita gerakkan? Semua tergantung keinginan dan niat masing-masing. Ingat hadist diatas, Allah akan memberikan sesuai dengan niat kita. Mohon maaf kalau ada kesalahan kata. Maklum saya masih terlalu muda dan kecil untuk banyak hal, baik ilmu, maupun pengalaman saya. Nb. Saya sangat mendukung sekali usulan kanda Arnoldison adanya kewajiban belajar bahasa Arab disetiap sekolah. Kenapa? Karena bahasa Arab dan Inggris untuk zaman sekarang sangat dibutuhkan. Orang Eropah, terutama Jepang, Amrika, dllnya banyak yang sengaja datang belajar bahasa Arab ke Mesir ini, mereka banyak mempelajari sejarah, bahasa Arab dllnya. Dapat dibayangkan, bagaimana kelak, kalau Eropah , Amrika, banyak menguasai bahasa Arab ketimbang kita ummat Indonesia, yang mayortitasnya Islam. Apakah mau kalah dari mereka? USA , Jepang dllnya itu kalau belajar bahasa Arab itu benar-benar serius sekali, dan sekarang ini pengunjung perpustakaan di mesir, cukup banyak dari kalangan mereka. Kenapa mereka non Muslim, mau dengan susah-susah, datang jauh-jauh, mengeluarkan biaya begitu besar demi belajar bahasa Arab, meneliti Islam, sementara kita ummat islam sendiri kurang berniat atau kurang punya keinginan dalam hal ini? Nantik, kalau ada penemuan ilmiyah yang baru mereka dapatkan dari AlQuran, lantas apakah kita mau tinggal gigit jari saja, dimana letak ulama sains ummat Islam? Wassalamu'alaikum. Rahima. --- darul wrote: > > ----- Original Message ----- > From: "Sutan Sinaro" > > > Kok kepentingan bahasa Arab hanya untuk me "laku" > kan "galas" tenaga kerja, > bukannya mendalami ayat-ayat Allah ?. Bila pula akan > dapat "baldatun > thayibaatun wa rabbun ghafuur" ?. Hendak di bawa > kemana ummat ini ?. > "Kullukum ra'in, wa kullukum mas-uulun 'an > ra'yatihi" > > Wassalam > > St. Sinaro > > Assalamu'alaikum WW > > Malangkah kan iyo salangkah-salangkah mak St. > Sinaro, kalau indak bisa > tabudua dekno. Naiak janjang dari anak tangga > paliang bawah, kalau indak > bisa cabiak pisak sarawa beko. > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

