Manuruik  ambo,  pertama yang harus dibangun dalam mempelajari
        sesutau   adalah   kepercayaan  pada  diri  sendiri,  perasaan
        ketidakmampuan  sama  artinya membangun tempok dihadapan jalan
        kita.

        Otak kita sebenarnya lebih dari cukup untuk menguasai beberapa
        bahasa, menyabet beberapa gelar doktor dan professor, tinggal
        bagaimana mengoptimalkan kemampuan tersebut.

        Dalam suatu sindiran joke tentang lelang otak manusia,
        ternyata harga otak orang Amerika dan Yahudi paling murah,
        justeru yang paling mahal adalah otak orang Indonesia,
        alasannya  karena otak orang Indonesia jarang dipakai.

        Mungkin permasalahannya adalah pada metode pengajaran, dalam
        sekolah umum pada kelas bahasa, siswa banyak yang tidak
        tertarik dan bahkan banyak yang bolos (di jaman saya sekolah),
        dikarenakan siswa dihadapkan pada grammatika bahasa, sekarang
        saya lihat pada kursus-kursus bahasa maka penekanan grammatika
        dipelajari belakangan, yang pertama adalah memberi kesan
        menyenangkan dan mudah dipelajari.
        
        Begitu pula dengan mengajarkan pada anak-anak,  kalau
        anak-anak belajar bahasa dihadapi dengan keharusan memahami
        grammatika terlebih dahulu sudah pasti mereka akan lari.

        Saya kira dengan metode pengajaran yang canggih dan ilmu
        pendidikan yang sudah berkembang pesat pada saat ini,
        pengajaran dengan tekanan yang menyebabkan 'learning fatique'
        pada anak-anak sudah menjadi acuan pokok dalam dunia
        pendidikan anak-anak untuk dihindarkan.
        Learning by game merupakan hal yang sudah umum diterapkan.

        Saya sendiri menganut faham anak sebaiknya diajari sedini
        mungkin, tapi sekali lagi tidak mengesampingkan faktor
        psychologis anak yang pada usia saat itu senang bermain.
        
        Translasi buku-buku bahasa asing yang telah pernah dilakukan
        oleh Jepang secara massal, bisa dilakukan namun untuk keadaan
        yang sementara sifatnya, sekarang generasi muda Jepang
        berbondong-bondong untuk belajar bahasa asing.

        Sewaktu  saya  kuliah dulu seluruh 'text book' berbahasa asing
        kecuali  pelajaran  Pancasila,  disamping pada saat itu jarang
        ada  terjemahannya  juga  dosen  yang tidak sepenuhnya percaya
        pada  kualitas  terjemahan,  alasan lainnya juga adalah membiasakan
        diri pada membaca kitab bahasa asing.

        Sekarang sudah banyak penerbit buku agama yang melakukan
        penterjemahan dari bahas aslinya ke bahas Indonesia, namun
        tetap saja kebutuhan bisa langsung membaca sangat diperlukan


        Wassalam

        Arnoldison


Thursday, May 4, 2006, 6:24:13 AM, you wrote:

DB> Bapak Arnoldison yang saya hormati,
   
DB>   Tidak semua kita bisa memiliki kemampuan verbal seperi Bung Hatta dan 
sebagainya.  Terutama saya, buat berbahasa Inggris saja saya sudah tidak mampu. 
 Saya tidak menganjurkan orang untuk tidak
DB> belajar bahasa arab kok.  Yang saya inginkan hanyalah buku-buku acuan 
keislaman diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.  
   
DB> Soal   di   beberapa  sekolah  dasar  diajarkan  beberapa  bahasa,
DB> sebenarnya  masih bisa diperdebatkan. Konon, semakin banyak subjek
DB> yang  diajarkan di SD, malah membikin keletihan pembelajaran murid
DB> (Learning  Fatigue).Kecuali  di  sekolah  dasar tersebut disiapkan
DB> sebagai  sekolah  dasar  untuk  memsuki MTsN atau untuk sekloah di
DB> Mesir sana.
   
DB>   Mother Tongue: Minangkabau
DB>   Official Language: Indonesia
DB>   Third Language: English
DB>   Fourth Language: Jawa/Sunda
  
DB> Ampun Pak....  Utak ambo indak sahebat Pak Agus Salim do...
   
DB>   Ancak ahli bahaso arab jo ahli ugamo, manterjemahkan sajo buku-buku 
keislaman ka kami-kami ko...
   
   
DB>   Mohon Maaf,
   
DB>   DB Mantari SUtan
DB> Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
DB> Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke