On 5/4/06, mantari_sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Buat anda iya gampang, buat saya tidak.  Memang, buat bisa
> berkomunikasi standar kita hanya butuh 1000 entri kosakata.  Tapi
> kalau tujuan kita untuk mempelajari sesuatu lebih mendalam, 1000
> kata sangat jauh dari cukup.  Apalagi untuk mempelajari agama, yang
> tentu saja penuh terminologi-terminologi yang rumit.  CUkup
> segeilintir saja orang yang ahli berbahasa arab, namun dia yang
> harus menyampaikan kepada kita-kita ini.  Menjadikan pemasalan
> belajar bahasa arab secara formal, hanya menambah beban kita semua.
>

Wah, Pak. Bagi saya juga susah sekali. Yang mudah belajar bahasa itu
adalah anak-anak. Kemampuan anak di bawah umur 10 tahun belajar bahasa
bisa bikin iri orang dewasa.

Yang saya bawakan juga bukan kasus-kasus khusus. Anak-anak orang
Indonesia di sini juga lancar-lancar saja komunikasi pakai Bahasa
Inggris misalnya karena mereka sekolah di sekolah internasional yang
bahasa pengantarnya Bahasa Inggris. Kalau sekolah di sekolah yang
bahasa pengantarnya Bahasa Arab ya tentu Bahasa Arab yang lancar.

Di sini juga perlu dirinci bahwa tidaklah yang dituntut bahwa setiap
orang harus ahli dalam Bahasa Arab sampai menguasai semua detailnya
sampai masalah kesusastraan. Sama halnya yang belajar Bahasa Inggris
untuk belajar teknologi kan juga belum tentu paham kalau baca
kesusastraan berbahasa Inggris.

Begitu juga menggiatkan belajar agama kan bukan berarti bilang bahwa
semua orang harus jadi mujtahid, harus hafal semua matan, harus paham
semua terminologi, dan lain-lain. Namun masing-masing harus berusaha
belajar sesuai kemampuan dan apa-apa yang telah jadi kewajibannya.
Kalau mau dagang ya harus paham hukum-hukum dagang dalam Islam; kalau
mau pergi haji, harus belajar manasik haji; kalau sudah umur 7 tahun,
harus diajari shalat, dan lain-lain.

Dalam masalah ini, jika kita giat belajar Bahasa Inggris untuk belajar
teknologi, kenapa kita tidak giat belajar Bahasa Arab untuk belajar
agama? Di sini saya juga kena lho, Pak, makanya sekarang berusaha
belajar Bahasa Arab dikit-dikit. Mumpung lagi jadi "TKI" di Arab.

Kalau dikatakan "cukup segelintir", kok jarang ya orang Indonesia yang
bilang "cukup segelintir saja yang belajar Bahasa Inggris". Bagaimana
pula jika dikatakan "cukup segelintir saja yang belajar Bahasa
Minangkabau"?

> Penterjemahan dari orang yang paham dan mengertilah yang kita
> perlukan.  Jangan perberat dengan teori-teori psikolanguage
> dsb..dsb..
>

Hmm, saya menukil dari buku bukan untuk memperberat atau gaya-gayaan
kok, Pak. Hanya ingin menukilkan dari "orang yang paham" alias ahlinya
dan telah melakukan penelitian tentang pengaruh multilingualisme pada
anak-anak. Dalam diskusi kan tidak cukup hanya pakai "menurut saya".
Kalau begitu caranya yang yang dituruti diri sendiri saja.

Namun jika dikatakan bahwa beban anak sekolah di Indonesia berat, saya
cukup setuju. Kayaknya sekolah jadi kurang menyenangkan karena
seringkali pulang sekolah si anak langsung pergi les. Berarti yang
jadi masalah kan harus dipilah mana yang penting, mana yang kurang
penting. Sepanjang yang saya tahu, Bahasa Arab itu penting karena
untuk belajar agama.

> Wassalam dan mohon maaf, saya sedikit ngotot dan ngeyel.  Tak ada
> niat macam-macam, hanya sekadar mengajak melihat dari sisi lain.
> Semoga ALLAH SWT berkenan dengan diskusi ini.
>

Amiin. Mohon maaf juga jika ada kata yang kurang berkenan. Semoga
dapat berbuah manfaat.

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke