--- Djalinus Burhan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ibu Rahima yang saya hormati, > > Sungguh kita harus menyadari dulu bahwa setiap > orang memiliki kemampuan otak yang berbeda-beda. > Tak semua orang bisa seperti Pak Agus Salim, Imam > Bukhari, atau dan lainnya dalam soal kemampuan > berbahasa dan bermemori. Dunsanak Djalinus Burhan yang juga saya hormati. Iyah, saya sangat mengerti sekali akan tingkatan "otak bawah sadar manusia", saya seorang guru sangat faham sekali tingkatan daya nalar, atau daya tangkap murid-murid saya, sehingga seumur hidup saya dalam hal mengajar, belum pernah saya marah sama anak yang otaknya rendah, bahkan saya sangat menyayangi dan memperhatikannya, dan lebih memperhatikannya dari anak-anak pintar lainnya. Namun, ini bukan berarti saya langsung pasrah, tidak berusaha dan mandeg sampai disitu saja. Saya yakin sekali, pisau tumpul, kalau diasah terus bisa tajam, bahkan bisa lebih tajam dari pisau yang asalnya tajam. dengan ketelatenan dan kesabaran mengajar, mendidik, dan keyakinan Allah pasti membantu, asalkan mau berusaha saja. > > Apalagi buat kita yang dibesarkan dan memiliki > bahasa nasional bukan bahasa ibu. Sungguh kasihan > sekali jika bahasa arab harus menjadi kurikulum > wajib di sekolah kita. Belajar islam Yes! Belajar > bahasa arab juga yes, karena merupakan pintu buat > masuk ke studi-studi islam. Belajar ke Jepang > adalah metode yang paling pas dalam hal ini. Mereka > menterjemahkan semua buku acuan ke dalam bahasa > Jepang agar dimengerti oleh masyarakat mereka. > Persentase yang menguasai bahasa asing penduduk > Jepang tidaklah terlalu besar. Tidak ada salahnya kita ambil metode Jepang, penterjemahan disetiap bahasa dari berbagai negara. Ok. Tapi alangkah baiknya, kalau kita berusaha mencoba sebagaimana Bpk Agus salim, dan bapak-bapak lainnya yang memiliki berbagai bahasa. Saya masih ingat, betapa mantan Presiden RI, Ibu Megawati saat berbicara didepan pemimpin-pemimpin disuatu konfrensi, beliau ngak lancar bahasa Inggrisnya, apalagi bahasa Arabnya. Apa yang terjadi saat itu? bisa dibayangkan. Oh yah, kalau saya tidak salah salah satu syarat jadi diplomat di Thailand sana adalah, harus menguasai tiga bahasa Minimal. bahasa negara itu, bahasa Inggris, dan satu lagi terserah pilih bahasa negara mana. Dan Deplu di Indonesia, akan memulai menerapkan sistem ini. Kalau mau jadi diplomat disuatu negeri, minimal yang dikirimkan adalah utusan yang bisa berbahasa dinegara yang akan dikirimkan itu, selain bahasa Inggris tentunya. > > Demikian dulu Ibu Rahima , mohon maaf atas > kelancangan saya bersuara Ngak papa, kitakan hanya sekedar diskusi, dan ini merupakan wacana.Ngak akan semua oranglah bisa berbicara banyak bahasa. Otak kita kan bukan komputer, otak kita kalau error, terkena virus dikit aja, sudah repot. Jangankan orang lain, saya sendiri bahasa Minang, kalang kabut mempelajarinya. bahasa Inggris saya, tidak selancar kalau saya memahami dan berbicara bahasa Arab koq. Itu dikarenakan "otak bawah sadar" saya, masih lemah. Tapi saya kan ngak mau pasrah. Bukankah usaha ada ditangan manusia, ketentuan ada ditangan Allah ta'ala. Manusia hanya mencoba berusaha sedikit demi sedikit dan semampunya koq, jangan dipaksakan. Wassalamu'alaikum. Rahima > > DB Mantari Sutan __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

