Buat anda iya gampang, buat saya tidak.  Memang, buat bisa 
berkomunikasi standar kita hanya butuh 1000 entri kosakata.  Tapi 
kalau tujuan kita untuk mempelajari sesuatu lebih mendalam, 1000 
kata sangat jauh dari cukup.  Apalagi untuk mempelajari agama, yang 
tentu saja penuh terminologi-terminologi yang rumit.  CUkup 
segeilintir saja orang yang ahli berbahasa arab, namun dia yang 
harus menyampaikan kepada kita-kita ini.  Menjadikan pemasalan 
belajar bahasa arab secara formal, hanya menambah beban kita semua.  

Penterjemahan dari orang yang paham dan mengertilah yang kita 
perlukan.  Jangan perberat dengan teori-teori psikolanguage 
dsb..dsb..

Wassalam dan mohon maaf, saya sedikit ngotot dan ngeyel.  Tak ada 
niat macam-macam, hanya sekadar mengajak melihat dari sisi lain.  
Semoga ALLAH SWT berkenan dengan diskusi ini.  

DB Mantari Sutan

--- In [EMAIL PROTECTED], "Ahmad Ridha" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Bismillahirrahmaanirrahiim,
> Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
> 
> Berkenaan masalah bahasa, alangkah baiknya jika Bahasa Arab menjadi
> salah satu yang diajarkan sejak sekolah. Jika dikatakan bahwa 
terlalu
> banyak bahasa terlalu berat, masalah ini telah dibahas dalam bidang
> psikolinguistik.
> 
> Kebetulan beberapa bulan lalu saya baca-baca buku 
Psycholinguistics:
> Language, Mind, and World (Steinberg, Nagata & Aline, Pearson ESL,
> 2001). Di dalamnya disebutkan - seingat saya - bahwa untuk 
menguasai
> bahasa ibu seorang anak butuh waktu sekitar 4-5 tahun. Setelah itu 
dia
> mampu menyerap bahasa baru dalam waktu setahun.
> 
> Dalam buku itu dijelaskan bahwa penguasaan bahasa lain tidak
> mengganggu bahasa ibunya. Sifat bilingual ini akan lebih efektif
> tercapai lewat orang tua, terlebih jika masing-masing orang tua
> konsisten dengan bahasa tertentu. Misalnya ibu pakai Bahasa 
Indonesia
> terus dan ayah pakai Bahasa Arab terus. Malah kalau ada pihak 
ketiga,
> misalnya nenek pakai Bahasa Minang, si anak ada menjadi 
multilingual.
> Penulis buku itu punya pengalaman sendiri dengan keluarganya.
> 
> Pengalaman seorang teman saya yang sedang di Jepang, putranya 
(masih <
> 4 tahun) suka nonton televisi sendirian. Suatu hari tiba-tiba, si 
anak
> berceloteh bahasa Jepang yang artinya mobil dan sedang ada gambar
> mobil di televisi.
> 
> BTW, kalau ada yang punya channel ke Presiden, tolong diminta agar
> mengupayakan ke pemerintah Arab Saudi kerja sama bidang pendidikan.
> Saat ini saya satu-satunya mahasiswa S2 yang aktif di King Fahd
> University of Petroleum and Minerals. Juga hanya ada satu 
mahasiswa S3
> dari Indonesia. Kebanyakan berasal dari India dan Pakistan.
> 
> Wassalaamu 'alaikum,
> --
> Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan 
konfigurasi keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>






--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke