Dahulu di tahun 90an, Perumka pernah mengimpor lokomotif dari eropa. Keceknyo untuak mengembangkan batubaro. Kini batubaro tu alah abih. Kereta api pun alah tutuik kini. Antah lai baliak antah indak, investasi loko baru dek ongkoih angkuik batu baro ntu.
Ambo satuju kereta api ko tingkek efisiensinyo tinggi. Tapi paralu diingek, bahwasanya kereta api hanyalah sebuah sub sistem dalam sebuah sistem besar ekonomi. Seharusnya kita bergerak dari strategi pengembangan kawasan, bukan dari kereta apinya. Ilustrasi sederhana jika kita hendak membuka kembali jalur Payakumbuh-Padang. Kawan-kawan yang mendalami ilmu pengembangan kawasan tentu bisa menduga berapa pergerakan masyarakat antar kota tersebut. Untuk sekali jalan dengan tingkat okupasi 70 persen, setidaknya dibutuhkan 500 orang di jalur tersebut. Kalau ini dimungkinkan, rasanya hanya akan ada dua kali pemberangkatan dalam sehari. Seandainya bisa dipenuhi, apakah sudah memperhitungkan orang dengan jadwal ketat. Kemudian jika kita hendak membuka jalur barang. Kita bisa menduga, apakah dengan hasil alam yang ada dari kawasan 50 kota dan sekitarnya cukup untuk memenuhi sebuah rangkaian gerbong. Jika sehari hanya ada 50 ton gambir dan 50 ton karet dan hasil bumi lainnya, itu hanya cukup untuk memberangkatkan satu gerbong saja. Belum biaya loading dan unloading dari dan ke stasiun yang harus diperhitungkan. Makanya tak heran Bapak-Bapak. Saat ini di kampung kita, banyak mobil sekelas L-300 saja membawa hasil bumi ke Padang. Soalnya untuk memenuhi satu bak oto prah apalagi Fuso, butuh waktu yang lama. Sekian dulu. Mudah-mudahan member yang lebih pakar bisa menanggapi sekaligus memberi pencerahan Wassalam Mantari Sutan/UBGB --- In [EMAIL PROTECTED], chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ann ronald dan para dunsanak > ass ww > Ado duo komentar ambo atas pikiran ann > 1. Yang tidak pernah diperhitungkan selamo ko adalah apa yang dinamokan " the social cost benefit analyses " Urang kito hanyo menghitung apo nan tampak Indak diperhitungkan bara kerugian minyak bumi nan dibaka percuma akibat kemacetan berjam jam dimano mano dinegri ini Bara nilai kerugian kesehatan anak mudo nan terpaksa naik speda motor kehujanan dll Negara maju maetong itu dan menterjemahkan pada social cost > 2. Nagari kito nan indak punyo pitih Hutang nan ado sajo alah melibatkan seluruh eakyat turun temurun > Itu makonyo palralu terobosan terbosan bukan wacana lagi Kembali ka nan ketek apo yang dapek dilakukan di Sumatra Barat > Ch N Latief Dt Bandaro 78 > > Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wa'alaikum Salam Wr..Wb > > Hmm saya belum sampai statement bahwa kereta api > merupakan transportasi ideal untuk sumatra barat. Saya > menemukan beberapa data bahwa secara umum indonesia > "belum mempunyai infrastruktur yang memadai terutama > transportasi". Dan berdasarkan data BPS 2003 > transportasi kereta api disumatra pergerakan cargo > melalui jalur kereta api dibandingkan oleh wilayah > jawa > sumatra masih unggul(silahkan cek dengan data bps > 2000-2003). > > Berdasarkan data pergerakan yang masih aktif, kereta > api memiliki infrastruktur yang sudah ada sejak jaman > dahulu, termasuk sumatra barat. Kita sama2 ketahui > membangun sebuah infrastruktur baik itu darat, laut > dan udara memerlukan cost yang sangat tinggi. > > Sebuah perbandingan pembangunan jalan darat seperti > toll lingkar luar jakarta Jati Asih - Cikunir, > permeter itu membutuhkan biaya 1.350.000 (berdasarkan > SK Walikota), belum lagi masalah lainnya dan kita > anggap pembebasan tanah disumatra barat membutuhkan > dana setengahnya atau 50%, sekarang kita kalkulasi > sendiri kita ingin membangun infrastruktur jalan > disumatra barat, pingin berapa kilometer kita bangun ? > dengan kualitas jalan seperti apa yang kita bangun ? > kalkulasi kira2 berapa dana yang dibutuhkan dan > bandingkan dengan dana Alokasi Umum yang dimiliki oleh > PemProv Sumbar. > > Sedang kita punya infrastruktur kereta api yang sudah > terbentang kenapa tidak dimamfaatkan. Masalah keretapi > akan menjadi tranportasi massal disumatra barat atau > primadona seperti dinegara2 maju lainnya yh biarkan > berkompetisi. Jangan menelantarkan infrastruktur yang > sudah dimiliki dan menanamkan cost yang besar untuk > membangun hal yang sudah ada. > > Data membuktikan bahwa transportasi yang sudah > dimiliki oleh indonesia dan sudah berjalan adalah > "Kereta Api". Silahkan lihat data pergerakan baik itu > penumpang maupun cargo yang dilakukan oleh kereta api, > dan itu pun terjadi disumatra barat waloupun tampak > mungkin kalou kita breakdown data pergerakan disumatra > itu akan tampak bahwa pergerakan yang terjadi > disumatra barat trus menurun (karena trus menerus > tidak dikelola). > > Tapi kembali itu infrastruktur yang sudah menyebar > diindonesia dan menjangkau banyak wilayah dibandingkan > dengan infrastruktur lainnya. Tapi yang tampak saat > ini pengelolaannya masih jauh dari baik, tapi saya > yakin itu cuma masalah waktu untuk menjadi baik kalou > semua pihak punya keinginan yang sama. > > Regards > Ronal Chandra > > > > > > --- proto_melayu > wrote: > > > Assalamualaikum uda ROnal > > > > Saya tertarik juga dengan data data yang Uda punya > > terutama terkait > > dengan opini Uda ronal tentang idealnya kereta api > > sebagai sarana > > transportasi di Sumbar..kalau saya kok cenderung > > meragukan kereta api > > ini sebagai alternatif transpoertasi massal di > > sumbar.. > > > > mohon kiranya Uda ROnal memberikan sedikit analisa > > menggunakan data > > data yang Uda punya..moga moga keraguan saya > > terobati dengan analisa > > tersebut..terima kasih sebelumnya > > > > salam > > > > proto > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], Ronal Chandra > > wrote: > > > > > > He he he, Anda punya data sehingga yakin berkata > > > seperti itu ? > > > > > > Kondisi perkerataapian sekarang pasti membuatnya > > > menjadi tidak mungkin karena tidak pernah dikelola > > > secara baik dan cenderung ditelantarkan, sedang > > kita > > > sama2 tau dinegara2 maju perhatikan apa > > transportasi > > > yang digunakan. > > > > > > Kemudian masalah jalan darat, coba buka site BPS > > dan > > > baca angka2 transportasi diindoensia, apa yang > > > dimiliki oleh indonesia sehingga yakin jalan darat > > > adalah transportasi utama yang menyebabkan pola > > > masyarakat dalam bertransportasi berubah. Kita gak > > > punya juga transportasi darat, semua mesti harus > > > dibangun, disiapkan lahannya, dibayar ganti > > ruginya, > > > dan etc..etc > > > > > > Analisa luas indonesia dan penyabaran pulou nya > > trus > > > perbandingkan infrastruktur yang dimilikinya mulai > > > dari , laut, udara, darat trus kemudian lakukan > > > perbandingan. anda akan temukan transportasi > > kereta > > > merupakan potensi yang siap dikembangkan dan bisa > > > memangkas cost2 lainnya. > > > > > > Kereta Api itu infrastruktur yang sudah ada, tapi > > > kalou kita melihat Perusahaan Kereta Api saat ini > > iyah > > > pasti frustasi kita dibuatnya kareng yang tampak > > hanya > > > korupsi, tidak effiesien, teknologi lama, dan > > sumber > > > petaka karena banyak korban disana. > > > > > > Tapi kalou visi tentang perkeretaapian ini diubah, > > > dengan pengelolaan yang profesional, posisi > > > transportasi ini punya modal untuk berkembang. > > > > > > Tahun 2004 Group dari inggris pernah berminat > > > menggunakan infrastruktur yang ada disumatra barat > > > untuk dikembangkan tapi saat itu pemerintah daerah > > > sudah meminta prosentase proyek terlebih dahulu. > > > > > > Regards > > > Ronal Chandra > > > > > > Note : ambo menemukan sendiri angka2 transportasi > > > ketika terlibat menyusun studi airlines. > > > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------- > > Website: http://www.rantaunet.org > > > ========================================================= > > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara > > (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, > > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > > * Posting dan membaca email lewat web di > > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > > dengan tetap harus terdaftar di sini. > > > -------------------------------------------------------------- > > UNTUK DIPERHATIKAN: > > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika > > melakukan Reply > > - Besar posting maksimum 100 KB > > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > > > ========================================================= > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > * Posting dan membaca email lewat web di > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > dengan tetap harus terdaftar di sini. > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= > > > > --------------------------------- > All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > * Posting dan membaca email lewat web di > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > dengan tetap harus terdaftar di sini. > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

