sjuria_k at 09/10/2008 15:55 wrote:

>Mengenai hubungan kerja antara majikan dengan karyawan, menurut saya
>haruslah 'saling' membutuhkan, bukannya majikan lebih butuh (nanti
>karyawannya kerjanya ogah2an dan ngelunjak), atau karyawannya lebih
>butuh (nanti majikannya sewenang2), itu baru enak seiring sejalan.

***Teman kantor (laki) bolos kerja.
Ternyata istrinya juga bolos kerja.
Gantian. Alasan teman karena sakit perut.
Bos marah-marah, masak sakit perut sampai tidak masuk.
Ternyata PRT/BS-nya tidak kembali.

Karena mereka tahu, telah diomoli bos,
dan bisa berpengaruh pada kondite,'
kemarin mereka masuk. Jadinya anak mereka, 2Th, dibawa ke kantor.
Tentu saja ini merepotkan.
Dan ini mungkin saja berkelanjutan tak pasti,
karena si PRT/BS tidak ada kabar.
Dan mencari PRT/BS jaman sekarang tidaklah mudah.

Bekerja seharusnya saling menguntungkan,
jadi kalau dipersentase 50%-50%.

Namun menurut saya, untuk kasus PRT/BS kita lebih butuh.
Jadi persentasenya bisa 60% - 40%.

Kenapa ? Banyak alasan, misal gaji PRT/BS yang tidak tinggi.
Jadi kalau nggak kerja beberapa saat, mereka masih bisa survive di desa.
Sedang kita, nggak kerja seminggu tanpa alasan bisa-bisa SP muncul.
Lalu di mana permintaan dan penawaran tidak imbang,
mereka bisa dengan mudah cari pekerjaan sebagai PRT/BS.
Lha, kita apa kita gampang berhenti kerja dan mencari kerja ?

Di luar itu masih ada pilihan mereka bisa jadi TKW,
yang gajinya bisa 10 kali lipat (ya betul saya pernah ngobrol malah bisa lebih)
dengan pekerjaan yang sama.
Padahal di sana misal di Hongkong (bos saya pernah cerita),
mereka sangat dihargai. Diberi waktu untuk istirahat tiap minggunya.
Di sini, sampai malam masih saja diminta untuk kerja.
1 tahun (di luar mudik) bisa kerja terus menerus.

Ya, tentu saja mengorangkan orang,
bukanlah kita mendewakan mereka.
Perlakukan secara wajar sebagai manusia
yang memiliki perasaan, emosi dan harapan.

Bagaimana menurut sampeyan ?


   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Dan di antara manusia ada yang berkata,
   "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,"
   padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
   Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman,
   paahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
   - [QS: Al-Baqarah: 8-9] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke