*maaf pak yusuf, kayaknya bapak salah mengutip* *bukan saya loh yg menulis hal tsb......* *spy jgn salah sangka.*
thx cathy berikut sy lampirkan isi email lengkapnya : fromdavinars <[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] dateTue, Oct 7, 2008 at 4:07 PM --- In [email protected], *"nastiti_sl"* Wahh kalau saya bukan mutiara bunda, justru mitra bunda yang di daerah kota pengalamannya, saya 2x ganti 2x 2x nya berengsek, Yang pertama malesnya setengah mati, disuruh apa2x cemberut, tiba2x pulang dari mall masuk kamar ngepak baju2nya. yang kedua... gak bisa apa2x... tiba2x nyolong cotton bud si baby dan setelah pake gak dibuang malah ditaro di meja shampoo si baby masih kuning2x... waktu saya minta tuker, seluruh karyawannya kelakuannya lebih hebatttt dari kita si pengguna jasa... seolah-olah mereka itu dibutuhkan... dan waktu ditawarin yang ke 3, jelas saya lebih hati2, lebih selektif, lebih banyak bertanya karena takut pengalaman yg kemarin terulang kembali, tapi ternyata responnya adalah 'ibu mau gak sih? kalau mau cepetan ambil, kalau gak yang mau juga masih banyak' wahhhhhhhhh kok jadi saya yang diomelin??? SAyangnya di Indonesia itu tidak ada LSM yang bisa mengatasi kekonyolan dari yayasan baby sitter, suster yang berengsek dijual lagi supaya yayasan dapat admin, sekarang saya pakai CITRA BUNDA... wahhhh the best of the worst, mutunya tidak sebanding dengan gaji nya yang mahal, betul kata orang-orang, mending pakai pembantu. Bayangkan, meja makan berantakan, cuma sampah baby saja yang dia mau angkat, yang lain tidak mau dia angkat, piring dipilih2x, hanya piring baby yang dia angkat, saya juga tidak minta dia cuci, hanya bawa ke dapur saja... tidak susah dan tidak berat, padahal kalau jalan2 ke mall saya selalu membelikan dia makanan minuman shampoo sabun, dan itu semua diluar gaji ybs. Dan yang lebih mengesalkan lagi, setelah 1 tahun kerja dgn saya, pas lebaran, dia bilang akan kembali... ia benar dia kembali, tapi hanya untuk pamit ambil barang-barang sisa dia dan sisa gajinya... mending gak usah balik sekalian... Jangan tertipu lah dengan yayasan yang mengklaim bonafid dengan uang admin yang mahal dan gaji sus yang tinggi... mutunya sama aja kaya pembantu, selain belagu, karyawan pengurusnya juga lebih parah... sakit hati rasanya, kita keluar uang begitu besar dengan harapan dapet yang terbaik... ternyata... mereka semena2 terhadap rumah kita, anak kita... 2008/10/8 M Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> *mommy andrew at 08/10/2008 13:27 wrote*: >Jangan tertipu lah dengan yayasan yang mengklaim bonafid dengan uang >admin yang mahal dan gaji sus yang tinggi... mutunya sama aja kaya >pembantu, selain belagu, karyawan pengurusnya juga lebih parah... >sakit hati rasanya, kita keluar uang begitu besar dengan harapan dapet >yang terbaik... ternyata... mereka semena2 terhadap rumah kita, anak >kita... ***Saya sejak awal ikut milis ini, selalu ada email yang berkaitan dengan PRT atau BS. Entah komplain, minta tolong dicarikan dan lainnya. Saya kira hal itu wajar di zaman sekarang ini, dimana para wanita (ibu) juga bekerja. Saya juga pernah mengalami hal itu. Namun beberapa email terakhir kok komplainnya tentang BS kok jelek sekali ya,... Maaf seperti sampai jijik dengan BS-nya. Sehingga tidak berkenan BS-nya duduk di ranjang (apalagi kalau sampai rebahan ya,...) Saya sama istri punya komitmen kalau PRT/BS adalah anggota keluarga besar kita. Jadi kita tidak perhitungan dengan mereka. Mereka jelas beda dengan pegawai atau karyawa kita yang lain. Kenapa ? Karena mereka berkaitan dengan buah hati kita. Ini sangat riskan, apalagi kalau kedua orang tua bekerja. Buah hati kita adalah masa depan kita. Kita bekerja juga untuk mereka. Jadi kalau kita (istri) punya komitmen untuk bekerja harus tahu konsekuensinya. Kita memerlukan orang lain entah PRT/BS yang mengasuh anak kita. Sehingga di sini kita harus memberikan suatu kerjasama yang bagus. Manusia bukan robot. Mereka juga punya hati. Kalau kita 'mengorangkan' mereka, dia akan juga 'mengorangkan' kita. Gaji tinggi tidaklah semata-mata bisa membuat sebuah kerjasama. Sama pernah bilang sama istri, kalau kamu complain dengan PRT/BS, yang salah adalah kamu. Kenapa kamu tidak mengajri mereka dengan telaten. Kenapa kalau kita di kantor bisa mengajar karyawan baru kita dengan telaten, PRT/BS baru kita tidak. Saya pernah menegur sama istri, kenapa PRT baru tidak diajari mencuci dan strika. Diajari sih, tapi hanya diomongin. Saya sendiri sampai mengajari secara praktek bagaimana mencuci dan setrika. Tidak hanya sehari dua hari, namun saya awasi sampai benar-benar kita merasa sreg. Tentu saja ini capek.. Pernah sampai suatu ketika istri complain berat sama PRT/BS, saya bilang kalau kamu nggak cocok kenapa nggak diganti saja. "Susah nyarinya dan capel adaptasinya," kata istri. Lha, kalau begitu kenapa kamu nggak di rumah saja ? Saya bilang kamu kerja punya konsekuensi. Dan kodratmu sebagai istri dan ibu rumah tangga tetap, maka kalau kamu tetap kerja seharusnya gajimu harus diberikan semua kepadanya. Minimal sebagian besar kepadanya. Karena kamu mempercayakan masa depan kita padanya. Bukan main-main. Buah hati bukanlah percobaan. Dan kita tidak bisa memutar waktu kalau nanti anak kita jadi durhaka misal. (keponakan saya yang masih kelas 2 SMA sekarang bermasalah, saya kasihan melihat adik (orangtuanya)). Jadi kalau memang berkomitmen bekerja, seharusnya kita memang menghargai para PRT/BS kita. Apalagi kalau melihat latar belakang pendidikan, sosial dan ekonomi mereka. Kalau sedikit baik saja entah pendidikannya dan lainnya mereka mending milih jadi TKI. Gajinya bisa berlipat-lipat denga pekerjaan yang sama. Saya ingin menulis banyak, sangking banyaknya saya bingung mulai dari mana berkahir di mana. Mungkin kapan-kapan saya menulis sebagai artikel enerlife, http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife. PRT saya sekarang saya miliki sejak pertama saya miliki PRT sendiri, yakni Zidan berumur 6 bulan. Dan sampai sekarang Zidan berumur 8 tahun masih bersama kita. Mohon maaf, atas tulisan saya ini. Terima kasih M.Yusuf.web.id <http://m.yusuf.web.id/> ---------------------------------------------------------- Membuat program yang baik dan rapi meringankan separuh pekerjaan. - [Pepatah] - ---------------------------------------------------------- >

