Salam,

Saya rasa semua tugas dan kerja ada konsekuensinya.........
Jadi manager ya pulang paling akhir, tanggung jawab besar....
namun fasilitas OK.......dapet beasiswa ya hanrus berprestasi
namun ada kesempatan untuk jalan-jalan.
Tinggal di Indonesia ya murah, bisa mangan pecel, ketoprak,
selalu ada matahari namun keamanan masih perlu dipertanyakan.
dapet kesempatan keluar negri ya nyuci sendiri, belanja sendiri
masak sendiri, naik bis, kedinginan kalo salju namun serba rapi,
antri, pasti, dan paling tidak aman...............

Mengenai beasiswa Bung Blucer, ya tinggal majornya.......kalo
untuk librarian beasiswanya berjubel tapi nggak ada yang mau
memanfaatkan........tapi ya kalo nyari bidang astronomy.......
samapai kapanpun nggak pernah dapet (atau ada yang dapaet??)
Ya tinggal pintar-pintarnya si Bung......

Wass
Al


>     kalau jatah doktor dari kantor habis, coba dong cari sendiri di
>sekolah.  Seringkali kan ada research assistantship.  Kalau himpunan
>profesinya punya mailing list, mungkin ada yang cari mahasiswa.  Namun
>dapat besiswa dari sekolah punya konsekuensio yang berat.  Harus hidup
>di lab. Seperti pegawai universitas saja tapi ditambah lagi dengan
>banyak kerjaan dan waktu di lab dan kerjaan sendiri (kuliah dsb).
>Kalau terima beasiswa dari Indonesia, kan seperti burung camar yang
>bebas, datang kuliah, lalu pulang, ke perpustakaan kalau mmang perlu,
>datang seminar kalau ada waktu dst.  Tapi begitu dapat beasiswa dari
>sekolah, datang ke kantor atau lab (atau kadang-kadang hanya
>cubicle)jam 8  dan mulai kegiatan, misal kuliah ke perpustakaan, kerja
>di lab dst.  Selesai kegiatan, kembali lagi ke kantor.  Dan jam kantor
>mulai jam 8 tidak berarti itu pulang jam 5 sore.  Itu berarti harus
>datang lagi di kantor jam 8 malam.  Tidak selamanya ketat seperti ini;
>lebih banyak tergantung dari dosen pembimbingnya.
>     Selamat mencari beasiswa, semoga berhasil.
>
>Wassalam,
>Witjaksono

Kirim email ke