Harusnya Bang Alex lebih memperluas pandangan dalam melihat sesuatu,
jangan sempit sekali analisa nya dalam memandang sesuatu.

Kebetulan juga saya mempunyai sahabat-sahabat sewaktu kuliah menjadi
OPERATOR seleksi UMPTN (BUKAN IKUT DALAM PENENTUAN KRITERIA KELULUSAN
UMPTN...tolong di ralat, karena seorang mahasiswa tidak dapat menentukan
kriteria UMPTN...!!!!!!!!  Hati - hati menulis jangan berbohong dan
membuat OPINI palsu ..!!!!!......)

Yang ada adalah SEDAPAT MUNGKIN KEADILAN BAGI SELURUH PESERTA UMPTN
UNTUK DAPAT MERASAKAN KULIAH DI PTN.

Di sini seluruh faktor dari seseorang calon menjadi variable dalam
seleksi : Asal SMA, Orang tua kerja dimana, Pendapatan Orang Tua, Agama,
Keturunan, Jurusan yang dituju, Propinsi, dan masih banyak lagi (saya
sudah lupa).

Seseorang dari Irian Jaya atau dari Aceh tentu juga ingin merasakan
sekolah di ITB atau UI atau UGM, bukan hanya seorang keturunan cina yang
dari kecil sudah mendapat sekolah yang layak di yayasan mereka dan
kekayaan dari orang tua mereka, tetapi juga ingin ikut masuk sekolah ke
NEGERI......:-)....anak petani yang sebagian besar di negara ini juga
mau sekolah di NEGERI...yang tidak mendapatkan kesempatan yang sama
dalam bersaing dan belajar semasa SMA....karena mereka orang miskin.....

Dan juga jangan Anda Bilang bahwa "penjatahan masuk UMPTN yang
juga sering didasarkan pada alasan agama tertentu atau keturunan
tertentu", ini adalah pernyataan yang SOMBONG....apa anda pikir mereka
lebih hebat dari orang lain.....he....he....nanti dulu......

SMILE.....YOU MAKE ME SICK....


Alexander Lumbantobing wrote:

> Kenyataan ini memang pahit dan meresahkan, tetapi inilah salah satu PR
> kita
> memberantas KKN di bidang pendidikan - termasuk penjatahan masuk UMPTN
> yang
> juga sering didasarkan pada alasan agama tertentu atau keturunan
> tertentu
> (sistem kuota). Ssahabat-sahabat saya sewaktu kuliah dulu banyak yang
> ikut
> dalam proses penentuan kriteria kelulusan UMPTN dan pemeriksaan ujian
> di Pusat
> Ilmu Komputer UI, Salemba. Begitu nyata dan terang-terangan....
>
> Warm regards,
>
> Alexander Lumbantobing

Kirim email ke