Nah, ini baru lengkap. Sedikit pertanyaan mengenai wilayah RI
sebagai bekas jajahan Jepang, bukannya Belanda, bagaimana
dengan PNG? Wilayah itu jelas-jelas malahan salah satu basis
Jepang (menurut History Channel sih...). Lagipula Jepang
wilayahnya meruyak kemana-mana, jadi bingung kalau wilayah RI
didefinisikan sebagai bekas jajahan Jepang.....

Yang juga perlu mendapat penjelasan lebih lanjut adalah
peranan masyarakat Aceh semasa Pra-kemerdekaan. Disebutkan
Kerajaan Aceh melawan belanda sampai tahun 1942 yang
mengesankan perjuangannya adalah eksklusif, tidak melibatkan
wilayah lain. Apakah berarti Aceh tidak pernah bergabung dalam
perjuangan misal perjuangan pemuda pada tahun 1928?

Barangkali bisa juga merekonstruksi jalan pemikiran Yamin
sehingga dibilang simplifikasi politik...?

Contoh mengenai gas Arun memang tepat sekali. Bila jaman
itu gas sudah menjadi sumber daya yg menarik, tentu saja Aceh
yg akan menjadi target pertama Belanda, dan mereka akan
mengerahkan segala kekuatan untuk menguasai Aceh. Saya
rasa wilayah mana dulu yg mau dikerjai adalah urusan prioritas
berdasarkan untung rugi, termasuk juga memang resistance
orang lokal sih.

Kesimpulan mengenai hancurnya Aceh akibat perlawanan dg
Belanda yg berdampak pada SDM kok terasa lemah sekali
bila diberi contoh dengan lulusan etnik tertentu di universitas
tertentu (maaf lho...). Apalagi bila dikaitkan dengan Selo
Soemardjan dll. Pada waktu Belanda masih nongkrong di
RI, banyak sekali pelajar dari wilayah Minang yang belajar
di negeri Belanda, dan hampir tidak ada yang berasal dari
Jawa. Tetapi kita tidak dapat menarik kesimpulan sebagai
akibat hancurnya wilayah Jawa karena melawan Belanda
relatif terhadap wilayah Minang kan? Ya...kalau untuk
keyakinan pribadi sih boleh lah...

Mohon maaf lho, saya nggak bermaksud apa-apa, sekedar
ingin tahu saja... Sekaligus terima kasih dengan penjelasan
yg detail ini.



"Y. Y. Alim" wrote:

> Bung bRidwan bahan ini mudah-mudahan bisa membantu mohon maaf kalau kurang berkenan. 
> Ijinkanlah saya mendongeng sedikit.Kolonialisme per definisi adalah penguasaan dan 
>eksploitasi negara kuat ke negara lemah.  Perlu diingat faktor eksploitasi adalah 
>salah satu ukuran kolonialisme, contohnya adalah pajak yang dipungut Belanda, 
>perdagangan secara paksa, dan "Kultuur stelsel" jaman Deandles dulu.Pada waktu 
>perusahaan dagang Belanda yaitu VOC datang tahun 1596 ke tanah Jawa (pada waktu itu 
>belum ada negara RI), Kesultanan Aceh adalah negara yang merdeka dan berdaulat.  
>Hubungan yang ada dengan Inggris dan Portugis semata-mata berlandaskan perjanjian 
>dagang bukan kolonialisme. Negara Aceh yang dalam bentuk monarki bahkan pernah 
>membuat perjanjian keamanan dengan Kesultanan Turki, Portugis, dan Inggris. Mereka 
>bahkan sudah menyewa tentara bayaran dari negara tersebut.  Kesultanan Aceh baru 
>turun pamornya setelah Tahun 1641.  Turunnya pamor kesultananan Aceh tidak otomatis 
>menjadikan daerah Aceh sebagai jajahan Belanda.

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke