Bung bRidwan bahan ini mudah-mudahan bisa membantu mohon maaf kalau
kurang berkenan. Ijinkanlah saya mendongeng sedikit.
Kolonialisme per definisi adalah penguasaan dan eksploitasi negara
kuat ke negara lemah. Perlu diingat faktor eksploitasi adalah salah
satu ukuran kolonialisme, contohnya adalah pajak yang dipungut Belanda,
perdagangan secara paksa, dan "Kultuur stelsel" jaman Deandles
dulu.
Pada waktu perusahaan dagang Belanda yaitu VOC datang tahun 1596 ke
tanah Jawa (pada waktu itu belum ada negara RI), Kesultanan Aceh adalah
negara yang merdeka dan berdaulat. Hubungan yang ada dengan Inggris
dan Portugis semata-mata berlandaskan perjanjian dagang bukan
kolonialisme. Negara Aceh yang dalam bentuk monarki bahkan pernah membuat
perjanjian keamanan dengan Kesultanan Turki, Portugis, dan Inggris.
Mereka bahkan sudah menyewa tentara bayaran dari negara tersebut.
Kesultanan Aceh baru turun pamornya setelah Tahun 1641. Turunnya
pamor kesultananan Aceh tidak otomatis menjadikan daerah Aceh sebagai
jajahan Belanda.
Seluruh negara (monarki) yang berlokasi di tanah Jawa praktis
menyerah ke tangan perusahaan dagang Belanda (VOC) sejak tahun 1609,
tepatnya setelah Sultan Agung dikalahkan oleh Belanda dengan bantuan
penghianatan dari Amangkurat I. VOC Belanda sebenarnya banyak
menghabiskan energinya di daerah sumber komoditi pertanian yaitu di tanah
Jawa dan Maluku. Perang besar seperti Perlawanan P. Diponegoro
(1825-1850), Perlawanan Imam Bonjol (Sumbar 1830-1850), Perlawanan
Hasanuddin (Sulawesi), dan Perlawanan Pattimura (Maluku) menyita
resources Belanda secara besar-besaran. Boro-boro mau pergi ke Aceh
yang pada waktu itu sedang kuat-kuatnya, urusan di Jawa saja belum
selesai. Mungkin kalau mereka tau ada sumber gas Alam di Arun
mereka langsung minggat dari tanah Jawa (just kidding). Begitu besarnya
resources VOC yang tersita sehingga pada Tahun 1850 pemerintah Kerajaan
Belanda turun tangan langsung meneruskan penjajahan tersebut. Pada saat
itu gengsi negara terjajah naik dari yang cuma dijajah perusahaan dagang
menjadi dijajah oleh negara (teasing).
Inggris dan Belanda Tahun 1824 menyepakati daerah konsesi dagang, yang intinya menyerahkan daerah dagang Inggris di Sumatera ke Belanda. Perang melawan Kesultanan Aceh dimulai tahun 1873 karena Belanda memang ingin menguasai secara penuh kesultanan tersebut (negara ini tidak puas dengan perjanjian dagang doang). Perang tersebut baru berakhir pada Tahun 1942. Perlu diingat pada waktu itu yang menjajah wilayah yang kemudian disebut negara RI adalah Jepang, bukan Belanda! Definisi wilayah bekas jajahan Belanda yang dicetuskan oleh M Yamin adalah simplifikasi politis saja, kalau tidak mau disebut kesalahan sejarah. Maksud dari simplifikasi politis adalah karena Aceh termasuk dalam wilayah Sumatra dan pada waktu itu ditetapkan bahwa seluruh wilayah Sumatra sudah terjajah belanda, maka sudah seharusnya Aceh termasuk dalam kedaulatan RI. Padahal daerah Aceh belum sempat diekploitasi karena 70 tahun berperang. Fakta lain gagalnya belanda mengeksploitasi Aceh adalah kemampuan mereka urunan/udunan uang untuk membelikan negara baru RI pesawat terbang yang dinamai Seulawah. Cerita bergabungnya Aceh ke dalam wilayah RI adalah hasil pendekatan Soekarno ke pada Rakyat Aceh yang pada waktu itu dipimpin oleh Tk. Daud Beureuh.
Hancurnya Aceh akibat kegigihan mereka melawan Belanda (kurang lebih bertempur selama 70 tahun) punya dampak jangka panjang. Contohnya adalah sumber daya manusia. Tahun 1960an Selo Soemardjan, Umar Khayam dan lainnya yang berasal dari etnik Jawa sudah menyelesaikan studinya di Cornell University. Tahun 2001, kalau Allah mengijinkan baru satu putra Aceh yang akan tamat dari universitas tersebut (selisih waktu 40 tahun??). Kehancuran sumber daya manusia dan alam ini kelihatannya sudah menjadi masalah yang melekat di propinsi Aceh. Penggabungan Aceh dengan Sumut, Penggabungan Kodam, dan terlebih lagi pemberlakuan DOM di propinsi Aceh adalah salah satu fakta nyata bahwa penguasa yang berlokasi di Jakarta memang tidak pernah memperlakukan propinsi ini secara adil. Kegigihan bertempur melawan Belanda di balas dengan kegigihan ABRI menindas Aceh. Kebaikan rakyat Aceh membelikan pesawat terbang dibalas dengan perampokan sumber daya alam secara sistematis.
Tulisan ini untuk meluruskan logika yang salah misalnya kalau ada tokoh perlawanan Belanda di satu daerah, hal tersebut berarti daerah tersebut adalah taklukan Belanda. Mudah-mudahan bisa membantu meluruskan.
Apabila ada rekan-rekan yang mau mengetahui sedikit informasi sejarah dan segudang masalah penindasan ABRI di Aceh silahkan kunjungi http://www.aceh.org/, mudah-mudahan ada yang berminat memberi saran pemecahan yang adil bagi rakyat Aceh.
Salam.
At 09:32 AM 1/29/99 +0700, you wrote:
>Bung DODO,
>Saya ingat dengan pelajaran Sejarah...:)
>Thanks anyway sudah mengingatkan....
>
>Tetapi para pahlawan kita tersebut berjuang
>menentang Belanda. Jadi ada kemungkinan
>Belanda belum menjajah Aceh.
>
>Mungkin ada fakta lain yang saya belum ketahui ?
>Tolonglah saya diingatkan, supaya saya tidak
>mangkin salah lagi...
>
>Salam,
>bRidWaN
>-------
>At 09:17 28/01/99 -0800, DODO DOLITET wrote:
>> Bung Ridwan,
>>
>> Saya rasa tidak ada sejarah yang mengatakan bahwa Aceh
>> tidak pernah dijajah Belanda. Teuku Umar, Cut Nya'Dien
>> adalah tokoh2 pergerakan Aceh yang menentang Belanda.
>
>------
>>bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>>
>>> Bung Adri,
>>> Saya juga pernah mendengar bahwa wilayah Republik
>>> Indonesia adalah yang 'bekas jajahan Belanda".
>>>
>>> Artinya Tim-Tim tidak termasuk, bukan begitu maksudnya ?
>>>
>>> Bagaimana dengan Aceh ? Aceh setahu saya merupakan
>>> daerah yang tidak pernah dijajah Belanda.
>>>
>>> Ada yang bisa mengatakan saya salah ? Tolong ya, thanks !
>>>
>>> Salam,
>>> bRidWaN
Y.Y. Alim
Regional Science
Cornell University
Ithaca - NY USA
Regional Science
Cornell University
Ithaca - NY USA
- FW: TIM-TIM DILEPAS Lutfi M.
- Re: TIM-TIM DILEPAS Indra Adrisudiro
- Re: TIM-TIM DILEPAS bRidWaN
- Re: TIM-TIM DILEPAS Budi Haryanto
- Re: TIM-TIM DILEPAS Brawijaya
- Re: FW: TIM-TIM DILEPAS al
- Re: TIM-TIM DILEPAS djoko raharto
- Re: TIM-TIM DILEPAS DODO DOLITET
- Re: TIM-TIM DILEPAS bRidWaN
- Re: TIM-TIM DILEPAS bRidWaN
- Re: Aceh memang tidak pernah dijaj... Y. Y. Alim
- Re: Aceh memang tidak pernah d... Brawijaya
- Re: Aceh memang tidak pern... Y. Y. Alim
- Re: Aceh memang tidak ... Brawijaya
- Re: Aceh memang tidak ... Brawijaya
- Re: TIM-TIM DILEPAS Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- TIM-TIM DILEPAS Nasrullah Idris
