Kalau dibilang tidak fair, juga tidak. Ini 'kan ada disebutkan dalam UUD 45.
Untuk menghilangkan kesan "tidak fair" itu memang ada usulan agar para
anggota yang diangkat itu hanya mempunyai "hak bicara" tapi tidak untuk "hak
suara" termasuk yang dari "partai serdadu".
Kalau syarat pendidikan, menurut saya sih bukan suatu yang esensial.
Efron
-----Original Message-----
From: Blucer Rajagukguk [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, 25 May, 1999 10:41 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: 200 kursi di MPR/DPR
Pengangkatan 200 anggota MPR tidak dapat dibilang fair. Jika memang ada
yang berprestasi luar biasa pada negara dan diakui masyarakat banyak, 10
sampai 20 orang dari 700 anggota, okelah untuk dapat diangkat. Tetapi
kalau sampai 200 dari 700 tersirat jelas bahwa upaya tersebut hanya
untuk melanggengkan kekuasaan, tidak ada alasan lain !!!
Karena itu partai apapun yang menang dan siapapun pemimpinnya, sangat
perlu menimbang masalah ini dengan tujuan peningkatan kualitas anggota
DPR/MPR untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tanpa peningkatan
kualitas (apalagi dengan gaya KPU sekarang yang merubah kembali syarat
caleg dati SMA menjadi SMP) segala macam tujuan GBHN tinggal menjadi
jargon semata. Sudah saatnya minimal 680 anggota seluruhnya dipilih dan
minimal sarjana.
Irwan Ariston Napitupulu wrote:
> Sebenarnya ini masalah lama yg udah pernah saya
> angkat ke milis ini.
>
> Saya ingin tahu komentar rekan2 di milis permias soal
> 200 kursi MPR/DPR yg anggotanya diangkat dan bukan
> hasil dari pemilu. Hal2 yg ingin saya ketahui adalah:
> 1.Apakah pengangkatan ini yg sekitar 28% dari total
> anggota MPR ini bisa dibilang fair? Hal ini bila kita
> bandingkan dengan partai2 yg harus berjuang keras
> untuk bisa mendapatkan suara sebanyak itu dan itu
> pun cukup sulit bisa mencapai angka 28%.
> 2.Sebenarnya tujuan dari pengangkatan 200 orang ini apa sih?
> Kalau dulu sih dimana partai dibatasi cuma 3 doang, masih bisa
> diterimalah karena bisa saja kelompok2 itu tidak tersalurkan
> suaranya. Tapi kini khan orang bebas mendirikan partai.
>
> Terima kasih sebelumnya.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu