...

>> Yw: Kalo misalnya: pemilu menghasilkan 500 anggota legislatif,
>>      terus yg 200 sisanya itu dipilih/ditetapkan oleh yg 500... Gimana?
>>
>>      Kalo pola ini menurut saya cukup fair. (In this case, presiden
>>      sebagai kep. neg. cuman tukang stempel doang).
>>
>>      Atau setidaknya kalo yg 200 itu usulan presiden,... sebelum
>>      ditetapkan perlu dapet approval dulu dari yg 500, jadi bisa
>>      direvisi (digonta-ganti orangnya) here and there...
>>
>>      Atau ada Tap/UU yg strict mengatur siapa yg boleh dan
>>      siapa yg tidak boleh jadi yg 200.
>>
>>      dst. Pokoknya, menurut saya, bisa dibikin fair.
>
>Irwan:
>Yang menjadi masalah utama, kenapa harus ada anggota
>MPR/DPR yg diangkat tidak melalui pemilu?

Yw: Kalo UUD (4), (sepemahaman saya) menunjukkan bahwa
    'the law maker' (pembuat UU) semuanya harus via pemilu.
    The law maker itu adalah DPR. Semuanya harus pemilu.
    Sekarang ini mungkin belum aja... ;-) (Masih ada Tni)

    Kenapa belum?
    Because, you know... we'are kind of slow.

    MPR, nah ini ada wakil golongan (dan tetek bengek).
    Menurut saya: tidak harus melalui pemilu.
    Tapi, kalo dipilihnya oleh presiden/panglima, ya
    salah kaprah juga... Wakil golongan TNI, ya harusnya
    dipilih oleh golongan TNI (melalui pemilihan, bukan
    pemilihan umum, tapi pemilihan khusus). Demikian
    pula golongan lain.

    Jadi, utk MPR, ada yg dipilih via pemilihan umum,
    dan ada yg dipilih via pemilihan khusus...

    Kalo Law Maker, full pemilu. Harusnya (kalo cara
    bernegara bener), yg jadi panglima adalah the law.
    Dan 'the laws' dibikin semuanya oleh yg dipilih
    via pemilu.

    Kalo sekarang ini, jabatan presiden terlalu besar,
    (kuasanya), sehingga ya,... ta'uk deh. Emang nggak
    bener.

    Terus lagi, kalo mau terobosan, udah aja presidennya
    dipilih langsung. In this case, mau wakil gembel
    di MPR ada 699 pun nggak ada masalah... ;-)
    (Eh, masalah juga, sih... Tapi lain masalahnya).

>Apa kira2 tujuan atau alasan dari pengangkatan itu sendiri
>yg sampai 200 orang?

Yw: Menyediakan lapangan pekerjaan barangkali? ;-)

>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke