Salah satu sumbernya adalah uang hasil privatisasi BUMN. Misal harga pasti
per lembar saham adalah 200 maka yang ada di kuitansi adalah 190. Ini
kenyataan yang sukar membuktikannya. Sumber lainnya dari jarahan selama 32
tahun.

Sumber saya mengatakan khusus untuk SU mendatang anggaran "suap" yang
disediakan adalah Rp 2 trilyun. Uang muka sebesar Rp 50 juta sudah dibayar
plus fasilitas kampanye. Jelas 'kan uang sebesar itu hanya "kacang bawang"
ketimbang APBN. Apalagi dalam bentuk rupiah. Jika dikonversi ke dolar maka
menjadi sebesar "hanya" USD 250 juta saja. Masuk akal 'kan?

Efron



>  Yw: Mana uangnya? Dan di jaman apa-apa bocor seperti sekarang,
>      apakah mungkin gerakan sebesar itu tdk ketahuan?
>      Menutup mulut orang 10, emangnya gampang? (Not to mention
>      67 or 351). Kekuatan riil sekarang ada di jalanan
>      (mahasiswa etc). Mereka sampe tahu, trik vulgar seperti
>      itu, nggak ada gunanya menang di senayan...

Kirim email ke