Wah jelas bisa saja kalo aparat juga memprovokasi para mahasiswa.
Kenapa tidak? Tapi kalo untuk situasi saat ini, bila aparat BERSERAGAM
yang melakukannya, wah, ya aparatnya yg rada-rada. Saya rada menolak
kemungkinan seperti ini. Kalo ada aparat yang tidak berseragam yang
melakukan provokasi kepada mahasiswa, nah, ini biasa terjadi dan sangat
mungkin untuk dapat terjadi.
Tapi kan ada syarat agar provokasi aparat tak berseragam dapat berjalan baik tho?
Syaratnya ya mahasiswa demonstran yang beringas. Kalo para demonstran ndak
beringas mah biar provokator jumlahe 1000 ya ndak pengaruh. Masalahnya
mahasiswa forkot ini ndak perlu diprovoke sudah beringas kok. Eh, ini infonya
bukan hanya email dari Bung/Mbak Hadeer doang ya....emang yg di Jakarta
dan nonton demo cuman dia.
Forkot kali ini membawa agenda yang tidak sejalan dengan aspirasi orang
banyak. Secara natural simpati masyarakat juga ndak ada. Lain misalnya
saat demo nuntut Suharto turun.... Makanya ane juga ndak sreg kalo ada
yg bilang beberapa pihak berusaha membuat forkot berkelakuan kriminal.
Eh, seperti biasa, ini pan cuman pandangan ane..pandangan seorang kuli.
FRAREV SITORUS wrote:
> Jaya wrote:
> >Ehm, Bung Irwan, buat yang ini ane setuju banget sama Bung/Mbak Hadeer.
> >Di tiga tempat pertama sudah jelas ada bukti, sementara itu yang di
> Semanggi
> >masih menjadi tanda tanya. Kalo ane sendiri sampe sekarang malah masih
> >percaya kalo si penembak bukan ABRI secara utuh. Ya namanya organisasi
> >mosok solid melulu. Kalau emang solid seratus persen, ngapain juga petinggi
> >ABRI selalu bilang ABRI solid...ABRI solid.... Wong nggak ada apa-apa kok
> tiba-
> >tiba ngomong gitu..... Malah menimbulkan tanda tanya tho? Mangkane ada
> >kemungkinan salah satu 'faksi' sengaja ingin mematangkan suasana.
> >
> >Apapun alasannya, sebelum terbukti ya jangan main tuduh. Dan sudah
> semestinya
> >jangan main men-generalisasi. Mosok polisi ndak tahu apa-apa dimaki
> >anjing.... Mungkin aja sosk polisi itu baru masuk dinas. Ya ini kan artinya
> >malah memprovokasi polisi tho? Wong polisi ya orang juga. Kalo ane jadi
> polisi
> >yang dimaki anjing nih... misal ane panasan, ndak perduli dikeluarin dari
> jajaran
> >polri tak dor si pemaki itu. Makanya, kalo ada yang nuduh bahwa mahasiswa
> model
> >gini sebetulnya golongan provokator ya benar juga. Yaitu men-provoke polisi
> >untuk bertindak brutal. Lalu kapan bisa bikin demo tanpa memaki petugas
> keamanan...?
> >Mosok demo-demo macam maki-maki, lempar telur busuk masih mau terus
> >dipertahankan. Mestinya juga kite-kite paling tidak jangan belain kelakuan
> mahasiswa
> >yang model gini lah.
> >Salam,
> >Jaya
>
> Bung Jaya di sini membela Polisi dan bapak aparat sebagai kewajibannya
> Saya setuju sekali ) menjaga keamanan dan ketertiban bangsa dan negara.
> Bung Jaya juga membuat asumsi yang netral dan kreatif bahwa mahasiswa
> Forkot dan Famred tersebut melakukan provokasi dengan adanya maki-makian
> dari mahasiswa kepada bapak - bapak aparat supaya bapak aparat marah.
> Kalau begitu...mungkinkah bapak aparat sebagai penjaga keamanan masyarakat
> ini melakukan tindakan provokasi kepada mahasiswa yang aksi demo tersebut
> supaya mahasiswa tersebut melakukan hal - hal yang brutal? ( Ya/tidak).
> Supaya Saya menjadi jelas atas asumsi bung Jaya tersebut.
>
> Salam
> KT
> :-)))
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)