...

>Terus terang saya sangat kecewa dengan Gus Dur. Gus Dur yang saya bela-bela.
>Gus Dur yang PKB-nya saya coblos kemudian saya maki-maki karena malah
>merangkul PDIP. Sekarang Gus Dur yang satu bulanpun belum beres sudah
>membuat keputusan ngaco.

Yw: Keputusan ngaco tidaknya itu bisa dilihat nanti,
    bukan sekarang. Sabar dulu, lah. Kontroversial, mungkin
    saja, tapi kalo dibilang ngaco... sepertinya anda
    menujum masa depan. ;-)

>Kemarin saya masih mengira para penasihat macam Hikam yang jadi menteri
>bermodal bapaknya yg santri itu yang mempengaruhi Gus Dur.

Yw: Bermodal bapaknya yg santri? Jangan berprasangka, Bung.
    Gus Dur sudah kenal ybs. long ago. He knows a lot of thing
    (that you don't know)(about that particular guy).

...

>Kalau departemen ngaco sih hampir semua juga ngaco.

Yw: Tapi ada yg 'bernilai strategis', ada yg tidak... ;-)

>Kalau ada pejabat memasukkan perempuan ke kantor sih dari dulu pasti ada.
>Tetapi ini BUKAN alasan untuk membubarkannya.

Yw: MEMANG BUKAN! Emangnya yg bilang itu alasan pembubaran siapa?

>Jelas Deppen lebih berpeluang dengan skandal
>wanita karena juga melingkupi dunia hiburan macam TVRI. Juga Aneka Ria
>Safari dulu itu. Kantor di mana TVRI terletak (dekat senayan) juga sering
>dipakai rendesvouz bagi kalangan penyeleweng yg paling populer setelah
>Ancol. Tetapi ini bukan alasan untuk membubarkannya!

Yw: Ya, kalo gitu faktanya, ya udah bener dong dibabat aja. ;-)
    Tanya dikit: apakah bagi anda, itu semua oke-oke aja?

>Kemarin saya sudah tulis kalau pejabat baru itu harus orientasi dulu.

Yw: Siapa yg mengharuskan?

>Minta para bawahan menjelaskan programnya, setiap bawahan presentasi.

Yw: Bawahan tahu apa? Siapa yg punya visi?
    Kalo terus bawahannya status quo-an semua gimana? Ancur, dong.

    Yang presiden emangnya siapa?
    Tiap-tiap orang punya cara terbaiknya masing-masing.
    Kalo anda punya cara itu, okelah, silakan diterapkan nanti
    kalo anda sempat jadi presiden.

>Setelah itu baru si pejabat baru bikin kebijakan baru. Ini adalah
>prosedur standar!

Yw: Tidak ada yg standar dalam strategic leadership.
    Kalo leader yg levelnya mandor bangunan, ya pake standar-
    standaran; tapi kalo top level, everything is unstructured.

...

>Kalau benar Gus Dur tidak butuh penasihat, berarti memang Gus Dur orangnya
>bodo.

Yw: Tapi nyatanya dia butuh. Jadi dia orangnya pinter, gitu maksudnya?

>Adalah manusiawi kalau setiap orang tidak mampu menguasai semua hal
>dan tahu semua hal. Adalah bijaksana bagi orang dalam untuk melihat rumahnya
>dari luar. Sebaliknya adalah bijaksana bila orang luar memerlukan masuk dulu
>ke rumah untuk mengetahui tentang seluk beluk rumah itu. Bukan cuma melihat
>dari luar lalu main cap rumahnya bobrok sehingga mesti diratakan dengan
>tanah!

Yw: Mau langsung diratakan dg tanah juga bisa aja (dan sering terjadi);
    apa salahnya, wong dia yg mimpin rumah itu... ;-)

    Pemimpin yg besar itu (menurut saya) justru jangan terlalu
    ngeliat detil (pake anak buah disuruh presentasi satu-satu
    segala).

...

Kirim email ke