Salam PERMIAS,
Lama rasanya kita tidak pernah kontak langsung lagi di milis ini, dan
akhirnya ada juga waktu untuk kita bersua. So, apa kabarnya, Uda?
Saya kurang begitu jelas maksud tulisan Uda di bawah, jadi tolong donk
saya di kasih penjelasan yang sejelas-jelasnya, tapi satu hal yang pasti,
tidak ada yang saya tutupi mengenai identitas saya, apalagi sampai memakai
nama palsu, yang ternyata masih juga beredar sampai saat ini di milis ini
(bagaimana orang tsb. mau bicara jujur kalau dia sendiri sudah tidak jujur
terhadap indentitas dirinya sendiri?).
Saya memang dilahirkan di tanah Tapanuli, tepatnya di Pematang Siantar,
Sumut (satu kampung 'kali ya sama lae Pohan?) dan kemudian, sejak berusia
dini, sudah dibawa ke Jakarta mengikuti pekerjaan orangtua. Jadi, dengan
kata lain, "Logat Batak ku sudah tak kentara lagi"...;-)
Dan saya memang seorang pengikut Tuhan Yesus Kristus, tepatnya beragama
Katolik, dan Uda Nasrul pasti sudah tahu sekali mengenai hal ini bukan?
So, salahkan saya apabila saya beragama Katolik? Tolong kasih kabar kepada
saya ya, Uda.
Akhirnya, saya memang seorang anggota PERMIAS, tapi di dalam tulisan2 saya
sejak dini hari ini -mengenai [Renungan]- tidak ada satu kalipun saya
mengatasnamakan PERMIAS sebagai yang dituduhkan oleh sdr. 'Jeffrey' (maaf,
memakai tanda kutip karena keaslian anda sudah diragukan oleh beberapa
rekan PERMIAS, baik di dalam milis ini maupun dari beberapa info yang
masuk ke saya...hehehe..sedih juga ya..kok akhirnya bau busuk itu kecium
juga..walah..walah..nasib..nasib..makanya lain 'kali yang agak canggih
dikit, pak).
Khusus kepada 'Jeffrey', saya sarankan, untuk yang kedua kali kalau tidak
salah, belajar dahulu membaca tulisan baru sesudah itu belajar bagaimana
mengambil summary dari tulisan tsb. tanpa merubah arti tulisan dari si
penulis asli. Sayang khan, kalau dalam masa-masa puasa anda, anda harus
menuduh orang, kecuali kalau anda memang sedang menabung dosa anda.
Yang terakhir buat Uda Nasrul, mohon saya dijelaskan maksud " Hanya dalam
kapasitas sebagai orang yang berkulit sawo matang saja yang belum
diperlihatkannya". Terus terang, saya kurang mampu menangkap maksud
kalimat ini, dan saya tidak ingin terpancing di dalam dugaan2 yang belum
tentu benar.
Oya, hampir lupa, soal ganteng atau tidaknya, saya serahkan kepada cewek2
aja dech..hehehehe...gimana nich, daeng Ida..saya cukup ganteng ndak?.;-)
Salam hangat dari Pantai Selatan Florida,
M. Dharma Datubara
On Fri, 17 Dec 1999, Nasrullah Idris wrote:
> Saya perhatikan (betul atau tidak) terkadang Lae Datubara berbicara dalam
> kapasitasnya sebagai
> *seorang Batak
> *seorang Kristiani
> *seorang Anggota Permias
> yang masing2 pada kesempatan yang berbeda.
> Misalkan ketika berhadapan dengan saya, kapasitas beliau sebagai anggota
> Permias.
> Hanya dalam kapasitas sebagai orang yang berkulit sawo matang saja yang
> belum diperlihatkannya.
> Yang jelas, dia ini orangnya ganteng.
>
> Salam renungan,
>
> Nasrullah Idris