Atas permintaan M. Yohannes, saya forward email yg memang sebetulnya untuk
umum ini.

Oya, dendam-dendaman artinya saling dendam ya? Jadi tidak ada maksud saya
untuk bilang hanya umat Nasrani di Ambon yg dendam. Thanks.


JA
--------------------------------
>From: "Yohanes Sulaiman"<[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re:      Re: [Renungan] Peace: It's A Beautiful Sight To See
>Date: Thu, 16 Dec 1999 19:17:23 GMT
>
> >Yang lebih penting, Mas Suhendri ini sanggup mewakili kelompok Muslim di
> >Ambon. Yah, mungkin tidak tepat seperti itu, tetapi dia mau menyalurkan
>apa
>
> >sih pendapat kaum non-muslim mengenai masalah Ambon? Ini sangat penting
> >karena untuk menarik pendapat dari kaum Nasrani di Ambon sendiri sudah
>sulit
>
> >akibat bias yg nggak ketulungan akibat dendam-dendaman. Ini yang anda dan
> >Bung Yohannes tidak dapat melihatnya. Sebetulnya, kalau anda punya
> >kapabilitas, dapat melakukan hal serupa dengan menyalurkan
>pendapat-pendapat
>
> >Suhendri kepada kaum Kristen di Ambon.
> >
>M. Anjasmara,
>
>Senang sekali melihat anda juga tertarik dengan masalah ini
>dan tulisan anda benar-benar bagus. Namun saya keberatan
>kalau saya dianggap bias dan tak bisa melihat dendam yang
>berkecamuk dikalangan umat Nasrani ataupun kaum Muslim. Dendam
>ini tak hanya ada di kaum Nasrani saja. Kalau anda mengikuti
>tulisan saya dari awal, saya justru menulis bahwa kedua pihak
>baik Muslim maupun Nasrani sebetulnya menginginkan perdamaian
>di Ambon. Kalau anda hanya menyatakan bahwa hanya kaum Nasrani
>yang dendam, maka anda sendiri bersalah dengan tuduhan bias.
>Apakah kaum Nasrani sebagian mendistorsi fakta? Saya tak ragu.
>Tapi apakah kaum Muslim juga? Saya juga tak ragu kalau kaum
>Muslim juga sering mendistorsi fakta. Karena taktik terbaik
>adalah menempatkan diri sebagai korban untuk menarik simpati.
>Tapi siapa yang bisa lepas dari kesalahan 'bias?' Itu juga
>tantangan bagi orang-orang yang mempelajari politik.
>
>Jika saya memang tak bisa melihat ada dendam, tak mungkin saya
>menulis bahwa syarat untuk perundingan adalah kedua belah pihak
>ke meja dengan itikad yang memang bagus. Kenapa? Karena soal
>dendam-dendaman ini makanya perundingan di Timur Tengah dan
>Irlandia Utara sulit mencapai titik temu. Baru setelah Presiden
>Mesir bersedia mengulurkan tangan ke Israel diperoleh 'breaktrough' yang
>lama
>kelamaan akhirnya mencapai perundingan
>Oslo. Mungkin ini contoh jelek karena sampai sekarang masalah
>Timur Tengah belum selesai, tapi kita lihat bahwa satu orang
>berani menyatakan 'saya bersedia berdamai' dan rela mengorbankan
>nyawanya akhirnya menjadi starting point buat perdamaian di
>Timur Tengah.
>
>Tapi untuk masalah Ambon ini, saya tak terlalu banyak tahu
>secara mendetail karena saya sendiri bukan orang Ambon. Yang
>membuat saya bingung adalah kenapa ributnya terdengar paling
>kerasnya sekarang, setelah kejatuhan Suharto. Sebelum itu tak
>pernah saya dengar ada keributan antar umat. Karena itu saya
>ada praduga awal bahwa sebetulnya ada provokator yang memancing
>keributan. Saya terus terang setuju dengan tulisan anda yang
>soal membunuh itu.
>
>Saya sendiri bersedia menyalurkan pendapat ke kalangan kaum
>Kristen, tapi terlebih dulu saya ingin minta jaminan dari
>M. Soehendri bahwa tak ada 'bias' dari dirinya juga ke masalah
>lain. Masalahnya saya percaya kepada seseorang based dari
>track record dia. Kalau track recordnya jelek, saya terus terang
>sangat skeptik kepada itikad dia. Sejak dia bergabung ke milis
>ini, yang saya lihat dari dia adalah sikap biasnya dan hanya
>tulisan singkat yang tak berguna. Namun kalau itikad dia memang
>bagus dan betul-betul mau menyelesaikan masalah ini, maka saya
>dengan senang hati akan bekerja sama dengan dia. Saya tak sudi
>kalau diskusi ini ternyata hanya 'panas-panas tahi ayam' karena
>nama baik saya sendiri akan dipertaruhkan.
>
>Tapi kalau memang itikad kita semua untuk yang terbaik, maka
>saya tak ragu kalau ternyata Permias bisa mengeluarkan
>pernyataan bahwa Permias sudah berhasil menemukan titik temu
>dari kedua belah yang bertikai. Soalnya sampai sekarang yang
>perlu dibuat dulu adalah titik temunya. Hal-hal lain akan
>menyusul.
>
>YS

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke