Mbak Juni tersayang,

Diskusi ini tidak akan muncul tanpa posting dari Mas Suhendri itu. Ini saja
dulu yg mesti anda pahami. Pemilihan tema, model bahasa, sangat penting
untuk men-trigger suatu diskusi. Tegasnya, anda ini ingin suatu diskusi yang
dimulai dari suatu posting yg lemah lembut, berbahasa halus, dll. Itu adalah
suatu kondisi ideal. Dalam kenyataannya itu lebih sering nggak berhasil tuh.

Saya tak mau terjebak dalam teknikaliti dari 'provokasi' atau 'issue berbau
provokasi'. Ya jelas berbeda, yang satu terdiri dari 1 kata yang lain
terdiri dari 3 kata.

Yang lebih penting, Mas Suhendri ini sanggup mewakili kelompok Muslim di
Ambon. Yah, mungkin tidak tepat seperti itu, tetapi dia mau menyalurkan apa
sih pendapat kaum non-muslim mengenai masalah Ambon? Ini sangat penting
karena untuk menarik pendapat dari kaum Nasrani di Ambon sendiri sudah sulit
akibat bias yg nggak ketulungan akibat dendam-dendaman. Ini yang anda dan
Bung Yohannes tidak dapat melihatnya. Sebetulnya, kalau anda punya
kapabilitas, dapat melakukan hal serupa dengan menyalurkan pendapat-pendapat
Suhendri kepada kaum Kristen di Ambon.

Dari diskusi yang terjadi, walaupun lalu diselingi emosi yg tinggi, Bung
Yohannes telah memberi suatu pendapat. Tidak demikian halnya dengan anda dan
marianus yg ribut tak berketentuan. Hal inilah yang dapat kita kategorikan
sebagai pendapat atau pernyataan yang tidak mempunyai visi problem solving,
alias asal bunyi dan asal serang. Iya tidak? Nah, lain kali jangan suka
overlook lagi ya mbak....:) Malu dong, masak orang dewasa masih suka gitu.

Punya adik cewek umur 17-an nggak? Boleh dong buat saya? Kan beda 2 tahun
itu sip ya? Hehehe....:)


Jeffrey Anjasmara

----------------------------
>baru saya sadar sekarang intinya kenapa saya kadang2 nggak suka baca
>postingnya anjas (jadi kepingin dipanggil anjas nih sekarang ?). saya
>soalnya tidak habis pikir, karena semestinya saya seneng, wong kadang2
>isinya bener kok... tapi ternyata sekarang semua menjadi jelas buat
>saya.... yaitu karena saya memang tidak suka yang namanya provokasi,
>sementara posting dik anjas ini memang isinya walaupun tidak selalu
>provokasi, tapi selalu dipoles dengan provokasi.... begitu kan ?
>
>sekarang semua menjadi jelas buat saya... terima kasih..
>
>di samping itu saya rasa kamu tidak mengerti dan bingung sendiri dengan
>definisi provokasi. coba lihat tulisan kamu dibawah, seharusnya ada
>perbedaan yang mendasar antara 'provokasi' dengan 'issue berbau
>provokasi'.. sementara kamu dibawah ini menyamaratakan keduanya, yang
>jelas2 berbeda.
>
>contohnya adalah diskusi kita sekarang ini, ini adalah diskusi dengan
>'issue berbau provokasi' , sama sekali tidak diharamkan, di manapun juga.
>tapi kalau (if i may say) postingnya suhendri, jelas itu 'provokasi' karena
>sifatnya menyudutkan golongan lain, dengan berdiri di sudut yang lainnya.
>jadi apapun yang dijawab dari pihak sebelah sana (walaupun pihak sana sudah
>berusaha untuk berdiri di tengah2), tetap saja akan disudutkan lagi, karena
>tujuannya memang bukan persatuan... dan tidak akan ada problem solving yang
>timbul dari sini. coba aja teruskan diskusi dengan subject 'tema' seperti
>yang sedang berlangsung tanpa adanya perubahan sikap dari suhendri... saya
>jamin tidak akan ada problem solving yang terjadi, karena memang tidak
>diarahkan ke situ...
>
>begitu jas, ngerti nggak ?
>
>
>e r juni
>
>
>At 09:58 AM 12/16/99 -0500, you wrote:
>
>>Wah-wah, masak milis Permias@ takut dengan provokasi? Sejak kapan
>>provokasi
>>jadi barang haram? Seharusnya semua issue dibahas, biarpun berbau
>>provokasi
>>atau tidak. Kalau peserta milisnya cukup cerdas, bahan yg berbau provokasi
>>tetap saja dapat dimasak menjadi masakan yang tidak berbau provokasi, dan
>>bersifat problem solving.
>>
>>Semua usulan agar bahan yg berbau provokasi dihindari adalah usaha
>>merendahkan kemampuan intelektual peserta milis. Ini sama saja dengan
>>kelakuan penguasa ORBA yg menentang diskusi SARA, diskusi komunisme, dll.
>>
>>
>>Anjas

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke