Ini tipikal pemikiran berpihak yang sudah terlalu lama mengakar di setiap
orang Indonesia. Pendapat atau deklarasi dari Bung Marianus atas nama
PERMIAS tidak dapat dijadikan generalisasi sebagai pendapat anggota Permias
secara keseluruhan.
Pernyataan bahwa Permias tidak pernah melarang membahas masalah SARA
bertolak belakang dari kenyataan bahwa Saudara Suhendri dikeroyok
beramai-ramai oleh 4 orang, yang secara kebetulan beragama non-Islam.
Sungguh tidak mengenakkan bukan? Dengan demikian, pernyataan-pernyataan di
bawah ini hanya akan dibaca sebagai pengeroyokan anggota milis yg beragama
non-islam terhadap pemikiran seorang beragama Islam yg melontarkan masalah
Ambon.
Saya jadi heran, apa benar bahwa Permias juga didesain untuk HANYA menjalin
hubungan dengan masyarakat yang sejalan dengan itikad Permias. Bila ini
benar, maka Permias benar-benar organisasi yang cupat pikir.
Saudara Marianus juga tidak berusaha membuat suatu usulan solusi atau
pendapat kecuali hendak mematahkan argumen Saudara Suhendri. Dia juga tidak
mampu menempatkan diri sebagai seorang yg tidak berpretensi dengan
tantangannya untuk membuka masalah Probolinggo, dll. Dengan demikian,
bukannya MENYELESAIKAN masalah, tetapi Saudara marianus hendak MEREDAM
masalah, sambil menyiram minyak ke dalam ARANG yang baru membara, dan siap
terbakar.
Demikian hendaknya saudara Marianus dapat berkaca dari sudut pandang yang
lain. Hendaknya pula saudara Marianus tidak mengatasnamakan PERMIAS. Mungkin
anda tidak berniat seperti itu, tetapi kesan itulah yg dibaca oleh orang di
luar anda. Demikian dan terima kasih.
Sudah kelihatan resmi nggak? Hahaha.....:)
Jeffrey Anjasmara
'----------------------
>From: Marianus DATUBARA <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Renungan] Peace: It's A Beautiful Sight To See
>Date: Thu, 16 Dec 1999 09:18:14 -0500
>
>Salam PERMIAS,
>
>Terima kasih banyak kepada mas Juni yang membantu memperjelas posisi
>PERMIAS terhadap orang2 yang tidak bisa membedakan antara membahas
>masalah SARA dengan membuat sebuah pernyataan yang berbau provokasi.
>
>PERMIAS tidak pernah melarang anggota2 dan pengurus2 nya untuk berdiskusi
>mengenai masalah SARA, dan justru PERMIAS ditantang untuk menjadi pelopor
>organisasi mahasiswa Indonesia yang mampu menanggalkan perbedaan2 sosio
>budaya yang melekat di setiap insan anggota PERMIAS dan mencari suatu
>solusi yang terbaik bagi perbedaan2 tsb. yaitu dengan semakin meningkatkan
>semangat silaturahmi -persaudaraan- diantara sesama anggota PERMIAS maupun
>dengan masyarakat Indonesia yang sejalan dengan itikad baik PERMIAS.
>
>Namun demikian, sebagaimana sudah pernah terjadi di milis ini, bila memang
>ada orang yang mencoba 'memancing' dengan suatu perbuatan yang bersikap
>tendensius dan hanya melihat dari satu sisi saja, sudah barang tentu,
>anggota PERMIAS tidak perlu ragu untuk 'turun tangan' memperjelas posisi
>PERMIAS, yaitu PERMIAS tidak memtolerir 'kelakuan' orang2 yang seperti ini
>apalagi di dalam masa puasa (bagi rekan2 PERMIAS yang beragama Islam) dan
>masa advent (bagi rekan2 PERMIAS yang beragama Kristen).
>
>Sangat disayangkan memang, mengapa di bulan yang suci ini, baik bagi
>rekan2 pembaca PERMIAS Net yang beragama Islam maupun Kristen dan yang
>lainnya, kita bukannya diajak berbuat baik (saya salut sekali atas usaha2
>ISNET yang saya baca di milis ini beberapa hari yl.) tapi malah 'digoda'
>untuk berbuat dosa, dan untunglah, rekan2 PERMIAS, seperti mas Adi (?),
>mas Yohanes dan mas Juni segera 'turun tangan'.
>
>Saya ajak rekan Soehendri untuk memberikan pemikiran2 yang terbaik di
>dalam memecahkan masalah2 SARA, khususnya di Ambon dan Maluku sebagaimana
>yang anda minta, dan bukannya meminta dahulu dari mas Yohanes dan nanti
>saya menyusul...;-)
>
>Lha, ini bukan jenis diskusi yang baik, apalagi kalau anda memang yang
>memulai, dan saya yakin, anggota dan pengurus PERMIAS akan kagum atas
>masukan2 anda tsb. dan dengan senang hati berdiskusi dengan anda. Tapi,
>kalau anda sudah memulai dengan menanyakan "tema Natal di Ambon dan
>Maluku?" dan terus bersikap tendensius terhadap satu agama tertentu, wah
>-kalau kata anak Jakarta- itu mah nantangin..;-)
>
>Saya akan salut kalau anda juga berani menulis "tema Lebaran di berbagai
>gereja di Probolinggo, Tasikmalaya, Bekasi dan di berbagai gereja yang
>tidak saya bisa sebutkan lagi (sangking banyaknya yang dibakar)?". (Satu
>catatan khusus buat anda yang saya yakin belum lama di milis ini, banyak
>anggota PERMIAS yang percaya bahwa yang melakukan pembakaran gereja2 ini
>bukanlah umat Islam, tapi adalah orang2 biadab).
>
>Masa Puasa dan Masa Advent bagi umat beragama keturunan Nabi Ibrahim atawa
>Nabi Abraham, adalah masa-masa dimana kita diajak untuk merefleksikan diri
>mengenai apa dan siapa saya dan terutama sekali mengenai apa2 saja yang
>sudah saya lakukan di dalam mengikuti ajaran-ajaran Tuhan YME.
>
>Dan yang paling utama, bukan kita yang menilai apa yang telah kita lakukan
>di dalam hidup kita atau di dalam milis ini, tapi semuanya kita serahkan
>kepada Cinta Kasih Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amien.
>
>Teriring salam dan doa di masa-masa puasa dan advent ini,
>M. Dharma Datubara
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com